Produksi ASI Berkurang? Beberapa Hal Ini Dapat Menjadi Penyebabnya

4.67/5 (15)

Produksi ASI Berkurang  – Sebagai seorang ibu, anda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk bayi anda, termasuk memberikan ASI yang cukup agar kebutuhan bayi terpenuhi. Namun, masalah saat menyusui bisa saja datang, salah satunya produksi Air Susu Ibu (ASI) mengalami penurunan. Hal ini tentunya akan memicu kekhawatiran pada ibu. Ibu takut kebutuhan nutrisi buah hatinya tidak terpenuhi.

Ada beberapa penyebab mengapa produksi ASI berkurang. Penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui apa saja penyebab produksi ASI berkurang sehingga dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Simak beberapa hal yang dapat menjadi penyebab produksi ASI berkurang di bawah ini.

produksi ASi berkurang

Penyebab Produksi ASI Berkurang

Apabila ASI berkurang maka kebutuhan si kecil tidak akan terpenuhi. Padahal seperti yang kita ketahui, ASI merupakan makanan utama si kecil, terlebih lagi jika si kecil belum mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Berikut ini beberapa penyebab produksi ASI berkurang:

Terlalu Banyak Minum Kafein

Anda pecinta kopi? Jika anda tidak bisa menghindari sepenuhnya, sebaiknya kurangi porsinya. Konsumsi terlalu banyak kafein akan berdampak buruk untuk produksi ASI, dimana produksi ASI akan mengalami penurunan. Selain akan mempengaruhi ibu, kafein yang masuk ke dalam tubuh anda akan mempengaruhi kesehatan si kecil.  Ketika anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, maka dapat terserap oleh ASI kemudian masuk ke dalam tubuh si kecil. Akibatnya, bayi akan mengalami masalah tidur dan mudah rewel.

Perokok Aktif

Merokok tentunya tidak baik untuk kesehatan. Selain itu, merokok juga akan mempengaruhi ASI. Kebiasaan merokok akan mengganggu lepasnya oksitosin dalam tubuh. Oksitosin itu sendiri merupakan hormon yang merangsang respon let-down reflex. Yang merupakan refleks untuk mengeluarkan ASI dalam payudara, lalu mengalir keluar dan masuk ke mulut bayi.

Nah, apabila refleks ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka ASI tidak akan mengalir dari payudara, akibatnya kebutuhan ASI si kecil menjadi tidak terpenuhi. ( Baca juga : Cara Menyusui Bayi yang Benar )

Mengalami Kelelahan Setelah Melahirkan

Melahirkan tentunya akan menguras tenaga anda, sehingga wajar saja jika anda merasa kelelahan setelah melahirkan. Selain itu, anda juga harus menjalankan kewajiban seorang ibu, yakni merawat dan menyusui si kecil, sekaligus memulihkan diri anda. Biasanya banyak ibu yang justru mengalami penurunan ASI di masa-masa itu. Masa transisi ini biasanya menjadi salah satu penyebab mengapa produksi ASI menjadi berkurang.

Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan istirahat anda. Ketikan tubuh terasa lelah, anda dapat meminta bantuan suami. Jangan biarkan tubuh anda kelelahan karena akan berdampak buruk pada produksi ASI.

Mengalami Penyakit Tertentu

Penyakit tertentu dapat membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit. Penyakit yang dimaksud yaitu infeksi. Jika anda mengalami beberapa gejala penyakit tertentu yang disertai dengan menurunnya produksi ASI, maka sebaiknya segera temui dokter anda.

Penyakit yang dapat mempengaruhi produksi ASI di antaranya yaitu  Anemia dan hipotiroidisme. Jika anda benar mengalami infeksi, maka dokter mungkin akan meresepkan obat. Pastikan dokter tahu bahwa anda sedang menyusui sehingga obatnya akan disesuaikan.

Minum Alkohol

Sama halnya seperti merokok, kebiasaan minum alkohol juga akan mempengaruhi respon let-down reflex pada ibu menyusui. Selain menurunkan produksi ASI, minum alkohol yang berlebih juga akan membuat si kecil beresiko mengalami perkembangan yang terlambat.

Stres

Banyak tugas yang harus diemban oleh seorang ibu, sehingga ibu wajib untuk menjaga kesehatan fisik maupun psikis. Jika ibu mengalami tekanan yang akan menyebabkan stres fisik, psikologis ataupun emosional maka hal itu dapat mempengaruhi produksi ASI. Meskipun perubahan emosional yang anda alami kecil, tetap saja akan dapat mengganggu refleks let-down ketika sedang menyusui.

Banyak hal yang mungkin akan membuat anda stres, dan hal itu tentunya akan menurunkan produksi ASI. Penting untuk bisa mengelola stres dengan baik. Anda dapat melakukan kegiatan yang menyenangkan agar stres hilang.

Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Ketika anda sedang menyusui, anda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Beberapa jenis obat diketahui akan mempengaruhi hormon oksitosin, yakni hormon yang mengatur produksi ASI. Beberapa obat yang diketahui dapat menurunkan produksi ASI yaitu obat flu, obat alergi dan diuretik.

Oleh karena itu, sebelum dokter meresepkan obat tertentu, anda harus memberitahu dokter bahwa anda sedang menyusui. Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai obat apa saja yang boleh dikonsumsi selama anda sedang menyusui.

Mengonsumsi Rempah atau Herbal Berlebihan

Apabila dikonsumsi berlebihan, beberapa ramuan herbal dapat menurunkan produksi ASI. Beberapa herbal atau rempah yang dimaksud yaitu daun mint, oregano dan peterseli. Jika anda rutin mengonsumsi herbal tersebut dan mengalami penurunan ASI, anda dapat segera melakukan konsultasi pada dokter.

Pola Makan yang Buruk

Setelah memiliki buah hati, tentu anda sering begadang hingga larut malam. Penting untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi dan tubuh tetap terhidrasi. Hanya saja, banyak ibu yang mengabaikan hal tersebut, dimana jumlah makanan dan cairan yang dibutuhkan kurang. Jika seperti itu maka produksi ASI akan mengalami penurunan.

Agar produksi ASI tetap terjaga, tidak ada salahnya jika anda tetap memenuhi kebutuhan makanan maupun cairan dalam setiap harinya. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan memenuhi kebutuhan cairan penting agar ibu dan bayinya tetap sehat.

Sedang Hamil

Jika anda sedang hamil, maka produksi ASI akan menurun meskipun anda sedang menyusui. Hormon kehamilan diketahui akan menurunkan produksi ASI.

Pemilihan Pil KB yang Tidak Sesuai

Menggunakan alat kontrasepsi dapat mempengaruhi produksi ASI. Jika anda tidak ingin produksi ASI menurun, maka disarankan untuk menghindari menggunakan pil KB yang mengandung hormon estrogen. Anda dapat melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui alat kontrasepsi apa yang baik digunakan oleh ibu menyusui.

Ibu Mengalami Penurunan Berat Badan Berlebih

Saat menyusui disarankan supaya berat badan ibu tidak turun dengan cepat. Selama ibu dalam masa menyusui, sebaiknya lakukan olahraga dengan bijak dan konsumsi 1800 kalori dalam perharinya. Hindari mengonsumsi obat ataupun minuman penurun berat badan.

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Agar produksi ASI anda meningkat dan kebutuhan si kecil tetap terpenuhi, anda bisa meningkatkan produksi ASI dengan beberapa cara di bawah ini:

Terus Menyusui

Tubuh akan memproduksi ASI disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Jika bayi anda sering menyusu, maka produksi ASI juga akan semakin banyak. Ketika bayi sering menyusu, anda jangan takut ASI habis.

Produksi ASI yang lancar akan memberikan sinyal pada tubuh agar terus memproduksi ASI. Menyusui bayi saat si kecil menginginkan dan tidak pernah melewatkan waktu menyusui menjadi cara alami dan paling mudah agar produksi ASI meningkat. ( Lihat juga : Tanda Gerakan Janin Menjelang Persalinan Normal )

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu harus mencukupi kebutuhan nutrisi dengan baik. Jika anda memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik, maka kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akan terpenuhi dan produksi ASI akan menjadi lebih banyak. Anda dapat memenuhi makanan bergizi yang mengandung mineral dan vitamin penting seperti sayuran hijau, buah-buahan, ayam, daging, telur, ikan dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan anda dalam setiap harinya. Setidaknya anda disarankan untuk minum sebanyak 8 gelas dalam perhari atau lebih.

Bayi Berada Pada Posisi yang Baik Saat Menyusu

Posisi bayi saat menyusui akan mempengaruhi keluarnya ASI dengan lancar. Posisi bayi yang benar saat menyusu, yakni bayi menempel pada payudara dengan tepat akan membuat ia mendapatkan ASI yang cukup.

Sebaliknya, apabila bayi menyusu dengan posisi yang salah akan membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit. ASI yang cukup belum tentu didapatkan si kecil meskipun sering menyusu, karena bisa saja bayi menyusu pada posisi yang salah sehingga untuk memenuhi kebutuhannya si kecil menyusu lebih lama dan sering.

Apabila bayi menempel pada payudara dengan baik dan benar, bayi akan dapat mengisap seluruh bagian puting payudara, sehingga si kecil akan menyusu dengan baik dan tubuh akan terangsang untuk memproduksi banyak ASI.

Merangsang Payudara

Jika anda sudah selesai menyusui, namun anda masih merasa payudara belum kosong, anda dapat terus merangsang payudara agar ASI keluar. Anda dapat merangsang payudara dengan menggunakan pompa khusus untuk payudara atau menggunakan teknik pijatan. Merangsang payudara dapat menjadi tanda bagi tubuh untuk memproduksi ASI.

Kosongkan Payudara dengan Baik Setelah Menyusu

Supaya produksi ASI menjadi maksimal, anda harus memastikan bahwa payudara anda benar-benar kosong sebelum anda menyusui pada payudara yang lainnya. Jika payudara anda benar-benar sudah kosong, kemudian berpindah pada payudara yang lainnya itu tandanya si kecil menyusu dengan baik. Untuk menyusu pada satu payudara biasanya bayi membutuhkan waktu setidaknya selama 10 menit.

Selain itu, anda juga harus memastikan bahwa bayi anda menyusu pada kedua payudara dalam setiap menyusu supaya produksi ASI di setiap payudara menjadi seimbang. Namun, jika si kecil sudah merasa kenyang sebelum ASI pada kedua payudara habis, anda sebaiknya memompa sisa ASI hingga benar-benar habis. Apabila ASI masih tersisa pada payudara, maka tubuh anda akan mengira bahwa produksi ASI berlebih, sehingga produksi ASI yang berikutnya hormon akan mengurangi produksi disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga jika ASI sering tersisa pada payudara, maka produksi ASI akan semaking sedikit.

Si Kecil Harus Tetap Terbangun Saat Menyusui

Jika si kecil terbangun saat menyusui, maka ia akan menghisap payudara anda dengan efektif. Bayi akan mendapatkan nutrisi yang cukup dan anda akan tetap menerima rangsangan agar terus memproduksi ASI. Agar si kecil tetap terjaga, anda dapat sambil berbicara atau melakukan upaya lainnya. Apabila si kecil banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, sedangkan sudah saatnya untuk menyusu maka tidak ada salahnya jika anda membangunkan bayi anda.

Hindari Stres

Banyak hal yang akan membuat anda stres. Stres diketahui dapat mempengaruhi produksi ASI. Penting untuk mengelola stres dengan baik. Selain itu, anda juga harus mencukupi kebutuhan istirahat anda.

Jika anda telah melakukan berbagai cara namun produksi ASi masih saja kurang, ada baiknya jika anda melakukan konsultasi pada dokter. Demikian penyebab produksi ASI berkurang dan cara meningkatkan produksi ASI. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply