Masalah Kehamilan Trimester 3 yang Rentan Dialami Ibu Hamil

5/5 (5)

Selamat ya bund, kini usia kehamilan anda sudah memasuki trimester 3. Sebentar lagi anda akan bertemu dengan buah hati tercinta. Di samping itu, bunda harus lebih waspada saat memasuki usia kehamilan trimester 3. Sebab masa ini merupakan masa yang paling rentan. Saat usia ini, kehamilan rentan mengalami berbagai masalah kehamilan trimester 3.

Masalah Kehamilan Trimester 3 yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Ada beberapa keadaan yang harus anda waspadai saat usia kehamilan trimester 3. Berikut ini masalah kehamilan trimester 3 yang rentan dialami ibu hamil.

Masalah kehamilan trimester 3

Preeklampsia

Preeklampsia merupakan keadaan di mana tekanan darah ibu lebih dari batas normal. Keadaan ini juga ditandai dengan terdapatnya protein dalam urine ibu. Ibu hamil yang mengalami preeklampsia secara tiba-tiba akan mengalami kenaikan berat badan yang berlebih, nyeri kepala yang tidak kunjung menghilang, mudah mengalami memar, pandangan menjadi buram, serta mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh selain kaki. Untuk pengobatan keadaan ini biasanya akan sesuai dengan keadaan ibu. Meskipun keadaan ini terjadi saat hamil, namun bisa juga berlanjut hingga anda melahirkan nanti sehingga penting untuk selalu mewaspadai keadaan ini.

Penderita preeklampsia apabila tidak ditangani dengan benar akan berisiko mengalami masalah kejang saat hamil atau eklampsia, gagal ginjal, serta kematian pada ibu dan bayi. Selain itu, anda akan rentan mengalami preeklampsia lagi ketika anda hamil berikutnya. Oleh karena itu, jika anda mengalami preeklampsia penting untuk melakukan konsultasi pada dokter jika akan merencanakan kehamilan berikutnya.  ( Lihat juga : Pengaruh Preeklampsia Pada Ibu dan Janin )

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan kondisi di mana hormon mengalami perubahan yang akan membuat insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Apabila insulin tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, kadar gula darah di dalam tubuh akan tinggi melebihi batas normal. Keadaan ini biasanya akan muncul pertama kali pada minggu ke-20 atau diusia kehamilan trimester 2 dan akan terus berkembang sampai usia kehamilan trimester 3. Biasanya keadaan ini akan hilang setelah melahirkan. Namun, anda tetap harus berkonsultasi pada dokter apabila mengalami masalah yang satu ini. Diabetes gestasional akan dapat meningkatkan risiko melahirkan dengan operasi caesar, serta cedera lahir. Oleh karena itu, ketika anda memasuki usia kehamilan trimester ke 3 atau diantara usia kehamilan minggu ke 24 sampai minggu ke 28, lebih baik anda tes uji diabetes gestasional.

Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya anda merubah pola makan. Kurangi asupan karbohidrat dan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil, seperti jalan santai.

Plasenta Bermasalah

Plasenta merupakan saluran yang berfungsi menyuplai oksigen, serta nutrisi dari ibu ke bayi. Plasenta akan terhubung ke bayi melalui tali pusat. Jika anda mengalami masalah pada plasenta, maka kehamilan anda akan terganggu. Masalah pada plasenta di antaranya yaitu abruptio plasenta dan plasenta previa.

Abruptio plasenta merupakan keadaan di mana plasenta lepas sebelum waktunya. Plasenta yang sudah lepas tidak akan bisa menempel kembali. Sehingga oksigen dan nutrisi untuk bayi akan terhambat, sedangkan ibu akan mengalami perdarahan hebat.

Sementara plasenta previa merupakan keadaan di mana seluruh atau sebagian plasenta menutupi serviks atau jalan lahir. Karena kondisi ini ibu akan mengalami perdarahan saat kehamilan maupun persalinan. Apabila keadaan ini tidak kunjung membaik hingga menjelang persalinan, maka dokter biasanya akan menyarankan untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Kedua masalah ini tentu akan berbahaya baik bagi ibu atau janin apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, penting melakukan konsultasi kehamilan ketika usia kehamilan anda memasuki trimester 3.

Kehamilan Postterm

Kehamilan postterm merupakan keadaan di mana bayi tidak kunjung lahir sampai usia menginjak 42 minggu. Keadaan ini dampaknya berbahaya untuk janin, bahkan bisa menyebabkan kematian. Plasenta dapat bekerja kurang lebih selama 40 minggu. Setelah itu, plasenta tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Karena keadaan ini cairan amnion akan mengalami penurunan di sekitar janin, serta suplai oksigen dan makanan akan berhenti.

Dokter biasanya akan menyarankan persalinan induksi apabila setelah kehamilan usia 41 minggu tidak juga mengalami kontraksi. Dengan persalinan induksi anda akan dirangsang supaya mengalami kontraksi dan si kecil bisa segera lahir. ( Baca juga : Tanda-tanda Gerakan Janin Menjelang Persalinan Normal  )

Kelahiran Prematur

Salah satu keadaan yang harus anda waspadai dan menjadi masalah kehamilan trimester 3 yaitu kelahiran prematur. Keadaan ini biasanya terjadi ketika anda mengalami kontraksi yang akan menyebabkan serviks membuka lebih cepat, yakni sebelum usia kehamilan masuk 37 minggu.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur di antaranya, memiliki cairan ketuban berlebih, hamil anak kembar, infeksi pada kantung ketuban, serta sebelumnya pernah melahirkan prematur.

Selain kontraksi dini, ibu akan mengalami beberapa gejala lainnya seperti vagina terasa tertekan, sesak pada bagian bawah perut, sampai terjadi perdarahan pada vagina. Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut maka segera konsultasikan pada dokter.

Intraurine Growth Restriction (IUGR)

Intraurine growth restriction (IUGR) merupakan keadaan di mana bayi dalam kandungan gagal tumbuh dan berkembang seperti seharusnya. Akibatnya ketika dilahirkan bayi memiliki berat lahir rendah. Keadaan ini umumnya terjadi akibat jaringan plasenta tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga suplai oksigen dan nutrisi menjadi berkurang dan pertumbuhan bayi akan terhambat.

Beberapa hal lainnya yang dapat memicu keadaan ini yaitu kebiasaan minum alkohol, merokok, infeksi ibu, obat-obatan tertentu dan tekanan darah tinggi. Ketika memasuki usia kehamilan trimester ketiga anda harus rajin melakukan pemeriksaan rutin atau mengecek keadaan bayi dengan berkala.

Ketuban Pecah Dini

Masalah kehamilan trimester 3 selanjutnya yaitu ketuban pecah dini. Ketuban pecah sebelum waktunya dapat membahayakan janin dalam kandungan. Keadaan ini cukup umum terjadi saat usia kehamilan trimester ke 3. Meskipun penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, keadaan ini terkadang disebabkan karena infeksi selaput ketuban.

Ketika anda mengalami masalah ini dokter akan menyarankan untuk opname. Sehingga keadaan janin dan anda dapat terpantau dengan baik. Sedangkan jika keadaan ini terjadi saat usia kehamilan yang sudah mencapai 34 minggu, bahkan lebih anda mungkin akan melahirkan prematur. Sebab risiko persalinan prematur akan lebih kecil jika dibandingkan risiko infeksi yang akan bayi terima apabila tetap dibiarkan dalam kandungan.

Keputihan

Keputihan yang disertai dengan gatal dapat menjadi indikasi bakteri vaginosis. Jika bakteri ini menyebabkan infeksi maka anda akan mengalami keputihan. Keputihan yang anda alami biasanya berwarna putih atau abu-abu. Keadaan ini dapat menggerakan uretra, dan akan terasa seperti sensasi terbakar saat anda buang air kecil. Keadaan ini akan membuat anda merasa tidak nyaman. Pada ibu hamil keadaan ini akan menyebabkan bayi memiliki berat badan rendah atau mungkin bayi lahir prematur. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi pada ibu hamil. Namun anda bisa melakukan konsultasi pada dokter untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi.

Dengan demikian penting untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan dengan rutin, sehingga masalah yang mungkin dialami dapat terdeteksi lebih cepat dan dilakukan pengobatan dengan tepat. Itulah beberapa masalah kehamilan trimester 3. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply