Pola Tidur Remaja Cenderung Berantakan, Kenapa?

Seperti dilansir dari Huffington Post, sebuah penelitian yang dikepalai oleh Kathryn M. Orzech dari E.P. Bradley Hospital Sleep Research Laboratory yang diselenggarakan di Providence di Rhode Island yang melibatkan sebanyak 56 remaja berusia 14 sampai 19 tahun. Para responden tersebut kemudian diminta untuk memasangkan alat pelacak agar dapat mengukur gerakan yang dilakukan dan jadwal tidur mereka sehari-hari yang dilakukan selama 4 bulan. Selama itu juga para peneliti mewawancarai para responden untuk mengetahui kesehatan, penyakit dan berapa banyak kelas yang harus mereka tinggalkan akibat sakit yang menyerang seperti misalnya, flu, gangguan pencernaan, radang tenggorokan dan infeksi lainnya.

Dari sana para peneliti menemukan jika remaja yang mampu memenuhi jadwal tidurnya adalah pria dan mereka beresiko rendah terkena penyakit. Para peneliti menyimpukan, “Jadi pada dasarnya wajar jika para remaja mudah mengantuk dan memiliki jadwal tidur yang tidak teratur. Sebab pada dasarnya mereka hanya berusaha memenuhi tidur untuk menangkal penyakit”, jelasnya. Hasil tersebut kemudian dilaporkan dalam Journal Of Sleep Research. Namun sebenarnya ada beberapa bahaya bagi tubuh yang disebabkan oleh tidak teraturnya jadwal tidur, apa sajakah itu? berikut ulasan lengkapnya.

1.    Mempengaruhi Kerja Otak

Sebuah studi yang dilakukan oleh UCSD sekolah obat-obatan dan Sistem pengobatan maju yang berpusat di San Diego dengan menggunakan teknologi imaging gelombang magnetis guna memantau kerja otak dalam keadaan kurang tidur, menunjukan bahwa otak dibagian cortex frontal mengalami aktifitas yang lebih banyak. Hal tersebut berpengaruh pada menurunnya kinerja memori yang begitu drastic pada kondisi tersebut. Penelitian yang dilakuakn pada hewan dalam keadaan kurang tidur juga menunjukan meningkatnya produksi hormone stress, yang bisa berakibat pada terhambatnya regenerasi sel pada otak pada orang dewasa. Pada beberapa kasus, serangan syaraf juga dapat berdampak pada kematian yang terjadi karena korbannya mengalami kurang tidur atau bahkan tak pernah tidur malam sama sekali.

2.    Konsentrasi Menurun

Tidur yang baik ikut memainkan peran penting dalam belajar dan berpikir. Sebaliknya, kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal yang beresiko pada kesehatan. Diantaranya, dapat mengganggu kewaspadaan, penalaran, konsentrasi dan pemecahan masalah. Hal tersebut membuat belajar anda menjadi sulit dan tidak efisien. Selain itu, siklus tidur dimalam hari ikut berperan dalam ‘menguatkan’ memori dalam pikiran. Tidak memiliki cukup waktu tidur akan berpengaruh pada kemampuan mengingat hal-hal yang telah dipelajari dan dialami seharian cenderung akan menurun.

3.    Memicu Perasaan Gelisah

Rasa gelisah setiap malam akan terus menghantui mereka para pelaku begadang yang memiliki kualitas tidur yang buruk, reaksi tubuh pun dapat menurun. Lebih parahnya lagi, kekurangan tidur mampu menjauhkan perasaan bahagia pada hidup anda.

Seorang peneliti Joyce Walsleben, PhD menyatakan bahwa tidur dan suasana diatur dan dikendalikan oleh zat kimia yang sama pada otak. Hal tersebut cenderung meningkatkan risiko pengembangan depresi, namun mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan pola tidur anak-anak anda, agar resiko terserang penyakit lebih bisa diminimalisir. Mulailah biasakan menyuruh anak untuk tidak tidur larut malam dengan aktifitas yang biasa ia lakukan seperti menonton televisi atau bermain game hingga larut malam. Agar daya tahan tubuh dan konsentrasi belajarnya lebih terkontrol.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel