Mengenal Neuridermatitis, Gejala, Penyebab dan Penanganan


Apakah Neurodermatitis?

Neurodermatitis atau lebih dikenal dengan sebutan lichen simpleks adalah sebuah gangguan kulit yang terjadi pada tubuh dengan tanda dan gejala sensasi gatal yang kronis yang timbul dibagian kulit. Pada mulanya, penderita yang mengalami kondisi ini akan merasakan sedikit gatal disalah satu bagian kulit pada tubuh dan apabila bagian gatal tersebut digaruk, maka kulit akan semakin terasa gatal dan membuat si penderta kan semakin ingin menggaruknya. Pada akhirnya, menggaruk akan menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan dengan berkala oleh si penderita.

Bahkan penderita kondisi gangguan kulit yang satu ini bahkan bisa menghadapi kondisi dimana dirinya sudah tidak mampu lagi mengontrol keadaan gatal yang dirasakan. Bekas garukan pada kulit yang gatal tentu saja akan meninggalkan bekas luka yang berlangsung lama yang pada akhirnya akan menyebabkan kulit yang terkena gangguan ini menjadi tebal, kasar, kering dan hiperpegmentasi dengan timbulnya batas bercak yang terlihat dengan jelas akibat dari garukan yang berkepanjangan.

Kondisi ini umumnya dapat muncul sebagai suatu iritasi kulit yang kronis atau gatal sekali sehingga orang akan cendrung secara-terus menerus menggaruknya, sehingga kulit bagian tersebut menjadi menebal dan gatal-gatal akan berangsur menjadi lebih parah sehingga penderita akan lebih sering menggaruknya, mempertahankannya sebagai suatu lingkaran setan.

Lesi ini paling sering muncul dibagian kulit yang mudah dijangkau, seperti misalkan bagian kulit kepala, lengan dan juga bagian leher. Kondisi gangguan kulit ini sifatnya tidak menular, akan tetapi memiliki beberapa penyebab yang memungkinkannya.

Kondisi ini pada umumnya lebih sering menyerang wanita, dengan awal kemunculannya pada usia antara 30 sampai dengan usia 50 tahun.

Prognosis umumnya baik dengan lesi dan kegatalan akan sembuh dengan melalui pengobatan yang tepat, asalkan pasien bisa mengontrol dan menghentikan kebiasaan menggaruk untuk menghindari lesi tersebut menjadi lebih buruk. Akan tetapi, dengan memperhitungkan bahwa kondisi ini sifatnya kronis dan rekuren dengan sendirinya, maka disarankan untuk pasien agar melakukan konsultasi langsung dengan ahlinya.

Leave a Reply