data-ad-format="auto"

Hindarkan Penggunaan Benzocaine Pada Bayi Yang Baru Tumbuh Gigi

Usia pertumbuhan gigi pada bayi dimulai sejak bayi menginjak usia 6 bula atau lebih. Diusia ini, bayi akan sering menangis, demam, senang menggigiti banda atau tangan, yang mana ciri ini adalah hal yang menunjukan tumbuhnya gigi pada bayi. Saat keadaan seperti ini, biasanya orang tua kerap kali dibuat panik dan kebingungan menghadapinya dan tak jarang mereka akan memberikan beberapa obat atau produk untuk meredakan rasa sakit pada bayi, agar bayi dapat berhenti menangis, salah satunya adalah dengan memberikan obat-obatan yang mengandung benzocaine.

Namun, sebenarnya hal ini tidak diperlukan, karena produk benzocaine hanya akan berfungsi untuk meringankan rasa sakit sementara saat bayi tumbuh gigi. Benzocaine adalah anestesi lokal. Produk ini adalah bahan aktif dalam banyak obat tanpa menggunakan resep dokter yang diberikan pada bayi baik untuk mengurangi rasa sakit di mulut ataupun gusi pada berbagai kondisi. Biasanya produk benzocaine ini datang dalam bentuk, sprey (semprotan), cairan, bentuk gel, dan pelega tenggorokan. Sementara itu, produk berbahan benzocaine ini tidak bisa diberikan sembarangan pada bayi, tanpa disertai dengan resep dan pengawasan dokter. Untuk mengenal lebih jauh apakah benzocaine. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya.

Apakah Benzocaine Itu?

Benzocaine merupakan bahan obat bius lokal yang ditemukan dalam produk obat-obatan tanpa resep dokter seperti Orajel, Baby Orajel, Hurricane, Orabase, Anbezol dan Baby Orahel. Kandungan benzocaine ini juga ditemukan dalam bentuk cairan dan gel pereda rasa nyeri pada mulut dan gusi bayi.

Hal yang berbahaya dari penggunaan benzocaine ini adalah efek sampingnya yang dapat menyebabkan kondisi yang jarang namun mematikan, yang disebut dengan methemoglobinemia. Methemoglobinemia merupakan kondisi yang terjadi akibat dari berkurangnya jumlah oksigen yang dibawa melaluli aliran darah. Pada kondisi ini anak-anak dibawah usia 2 tahun berada dalam risiko khusus.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Organisasi FDA (Food and Drug Administration) adalah sebuah organisansi pertama yang memperingatkan akan bahaya potensial dari benzocaine pada tahun 2006, yang sejak saat itu telah menerima 29 laporan kasusus tentang hubungan antara jel benzocaine dengan kondisi methemoglobinemia. Yang mana dari 19 kasus tersebut 15 kasus diantaranya melibatkan anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun.

Gejala Methemoglobinemia Menurut FDA

Selain penerimaan laporan kasus akibat benzocaine, pihak FDA juga mencatat bahwa gejala methemoglobinemia ini sulit sekai dikenali oleh para orang tua yang membuat mereka kerap kali salah mengartikan penyakit. Adapun gejala yang bisa terjadi pada bayi yang mengidap kondisi methemoglobinemia akibat penggunaan benzocaine, yakni ditandai dengan tubuh atau kulit yang pucat, sesak napas, kebingungan, kelelahan, pusing, bibir dan kuku yang berubah membiru dan detak jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya.

Biasanya, gejala ini dapat terjadi beberapa menit bahkan beberapa jam pasca mengkonsumsi benzocaine, baik untuk penggunaan beberapa kali ataupun lebih. Jika kondisi seperti ini muncul setelah mengkonsumsi benzocaine, maka orang tua harus segera menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Lantas Bagaimana Pengobatan Methemoglobinemia Ini?

Timbulnya kondisi methemoglobinemia yang timbul sebagai akibat dari penggunaan benzocaine mungkin memerlukan pengobatan dengan pemberian obat-obatan hingga perawatan rumah sakit. Beberapa kasus serius juga sebaiknya segera ditangani. Jika tidak, atau pengobatan tertunda, hal ini ditakutkan dapat menyebabkan cedera secara permanen yang bisa menyerang bagian jaringan tubuh dan otak. Hal terburuk, bisa saja berimbas pada kematian, akibat jumlah oksigen yang tidak mencukupi dalam darah. Adapun alternatif lain untuk mengatasi sakit gigi pada anak, sebagaimana disarankan oleh American Academy of Pediatrics kepada para orangtua adalah dengan menggosokan jari atau memijat gusi anak secara perlahan.

Loading...

Follow us