data-ad-format="auto"

Tips Agar Sikecil Gemar Membaca

Buku adalah jendela dunia. Nampaknya ini adalah pepatah yang tepat, bagaimana tidak, sebuah buku dapat memberikan beraneka ragam infomasi dan pengetahuan yang kita butuhkan, dengan membaca wawasan seseorang akan bertambah luas dan membuatnya menjadi serba tahu. Membaca merupakan kegiatan yang amat mudah karena dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Hanya saja menumbuhkan minat baca pada anak-anak bukanlah hal yang mudah. Anak-anak cenderung memilih kegiatan yang lebih menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan dengan membaca. Diperlukan trik-trik  khusus agar anak tertarik untuk membaca. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk para pendidik, baik guru maupun orang tua, agar mampu menciptakan berbagai kegatan yang berkaitan dengan membaca sebagai bagian dari stimulasi agar anak gemar membaca.

Kondisi yang menyenangkan juga akan sangat berpengaruh dalam menciptakan mood positif pada anak. Ketika hatinya gembira, materi pelajaran yang diterima sianak akan lebiih mudah diterimanya. Dan untuk menciptakan kondisi menyenangkan ini, maka kita perlu tahu hal apa saja yang disukai anak yang tentu saja akan membuatnya gembira. Dunia anak adalah dunia bermain, hal apapaun yang berkenaan dengan bermain pasti akan menyenangkan untuk mereka.

Untuk itulah, menerapkan metode bermain sambil belajar akan sangat efektif untuk membangun minat membacanya. Sambil bermain, kita dapat menciptakan suasana yang asyik dan membangun asosiasi positif anak terhadap buku sejak anak usia dini. Dengan demikian buku akan menjadi alat bermain yang menyenangkan untuk anak.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Buku dapat diasosikan seperti buah jeruk. Anak-anak senang makan buah jeruk karena rasanya yang lezat. Selain rasa yang lezat buah jeruk juga mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh. Sama halnya dengan buku bacaan, biarkan anak membaca buku karena mereka menyenanginya dan mereka menyadari bahwa buku amat bermanfaat untuk mereka. Selain itu, para pendidik juga harus memiliki trik-trik tertentu agar apa yang diimpikan pada anak tidak terlalu sulit dijalankan.

Berikut tips-tips yang bisa anda lakukan :

1.    Bacakan Dongeng Untuk Mengantarkannya Tidur

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah tips baik untuk memperkenalkan anak pada kegiatan membaca. Dongeng yang dibacakan dengan sedikit penghayatan akan menarik rasa keingintahuan pada anak, sehingga lambat laun mereka akan tertarik untuk membacanya sendiri. Dengan begini, tentunya daya imajinasi anak dan proses kretifnya akan semakin berkembang.

2.    Jadilah Teladan Bagi Anak

Orangtua adalah contoh bagi anak-anaknya. Untuk itu, jadilah contoh bagi sikecil dalam kebiasaan membaca, jangan hanya menyuruhnya untuk terbiasa membaca. Jika anda memiliki waktu senggang yang cukup, maka tak ada salahnya membaca sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan  minat anda, baik membaca majalah, surat kabar atau lain-lain. Lakukan hal ini didepan anak-anak, agar mereka juga tertarik untuk membaca.

3.    Sediakan Buku Ditempat yang Mudah Dijangkau Oleh Anak

Biasanya, buku-buku yang dirumah disimpan pada rak yang besar dan tinggi. Namun tahukah anda hal ini malah akan menyulutkan minat anak untuk membaca, karena keterbatasan tempat. Untuk itu, tidak ada salahnya mulai saat ini, sediakan buku dalam rak atau tempat yang mudah dijangkau anak-anak anda. Dengan demikian, anak akan lebih mudah menjangkau buku saat ingin membaca.

4.    Berikan Buku Sebagai Hadiah

Ketika anda menginginkan anak agar gemar membaca, maka lakukan beberapa cara yang dapat membuat anak tertarik ketika diberikan buku bacaan. Salah satunya memberikan buku sebagai hadiah untuk anak, hadiah buku ini bisa anda berikan saat sikecil berulang tahun atau memberikannya sebagai penghargaan atas pencapaiannya. Namun pemilihan buku juga tentunya harus diperhatikan, berikan buku dengan dengan tata bahasa menarik, ringan dan sesuai dengan usianya.

Membaca akan memberikan banyak manfaat untuk anak. Dengan demikian, saat nantinya ia memasuki usia pendidikan yang lebih tinggi, maka anak tidak akan mengalami kesulitan beradaptasi saat dihadapkan pada bahan bacaan yang akan setiap hari ia jumpai.