Bolehkah Ibu Hamil Minum Jamu?

4.27/5 (11)

Konsumsi makanan selama masa kehamilan adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan.

Hal ini dikarenakan gizi dan kehamilan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Apa yang anda makan atau masukkan kedalam mulut adalah apa yang akan didapatkan oleh si kecil untuk menunjang tumbuh kembangnya dalam rahim.

Konsumsi makanan yang sehat dan memiliki kandungan gizi yang banyak akan dapat membantu melancarkan proses tumbuh kembang janin didalam kandungan ibu. Sebaliknya, konsumsi makanan yang tidak sehat akan memberikan dampak yang kurang menyenangkan baik untuk kesehatan ibu maupun janin yang ada didalamnya.

Makanan yang tidak sehat akan membuat tumbuh kembang janin dalam kandungan menjadi terkendala akibatnya hal ini akan mungkin meningkatkan resiko kehamilan bermasalah dan cacat lahir pada bayi. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi pada buah hati anda bukan? Untuk itulah, jaga pola hidup sehat dan perhatikan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh agar kesehatan tubuh ibu hamil dan si bayi dalam kandungan dapat terjaga dengan baik.

Ketika hamil seorang wanita akan cenderung menjadi lebih waspada dan selektif terhadap segala hal yang ia lakukan termasuk dalam hal memilih makanan. Hal ini wajar sebagaimana dengan anjuran yang telah dibahas diatas bahwa ibu hamil harus menjaga asupan makanannya. Sayangnya, banyak mitos yang menyeruak dimasyarakat tentang larangan mengkonsumsi itu dan tidak boleh melakukan ini seringkali membuat ibu hamil merasa tidak percaya diri saat hendak melakukan suatu hal.

Itulah pentingnya menggali lebih dalam pengetahuan seputar kehamilan agar ibu hamil dapat menjalankan kehamilannya dengan lebih ceria dan lebih percaya diri. Sebab menyikapi sebuah mitos saja belumlah cukup, ibu hamil perlu menggali informasi lain untuk memperkuat sebuah hal. Dengan begini anda tidak akan terus-terusan merasa was-was dengan kehamilan yang anda jalani.

Seperti salah satunya mengenai larangan ibu hamil mengkonsumsi jamu. Ya, masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan ibu-ibu penjual jamu yang berkeliling kompleks sambil meneriakan jualannya “jamu…jamu…” Jamu memang menjadi minuman harian yang cukup erat kaitannya dengan orang Indonesia khususnya masyarakat Tanah Jawa.

Banyak orang mempercayai dengan mengkonsumsi jamu bisa dijadikan sebagai alternatif hidup sehat sebab jamu dapat menghalau segala macam penyakit dan membuat tubuh menjadi lebih fit dan bugar. Adapun bahan jamu yang terbuat dari bahan alam seringkali dijadikan alasan bahwa produk ini jauh lebih aman dibandingkan dengan obat modern yang memiliki kandungan bahan kimia didalamnya.

Umumnya terdapat berbagai varian jamu yang dijual dijajakan oleh pedagang jamu yang disesuaikan dengan kondisi si konsumen, termasuk didalamnya seringkali tersedia jamu sehat untuk ibu hamil. Nah, berbicara mnegenai ramua jamu selama kehamilan, apakah sesungguhnya minuman tradisional ini boleh dikonsumsi oleh ibu hamil? Amankah ibu hamil meminum jamu? Adakah dampak yang bisa ditimbulkan dari mengkonsumsi jamu untuk ibu hami? Bila anda penasaran dengan informasi ini maka mari kita simak beberapa penjelasan dibawah ini.

Mengenal Jamu

Sebelum mengetahui lebih jauh apakah ibu hamil boleh atau tidak mengkonsumsi minuman herbal ini, maka mari kita kenali terlebih dahulu apa itu jamu dan apa esensinya.

Jamu adalah nama khusus yang disematkan untuk obat tradisional Indonesia yang juga populer disebut dengan herba maupun herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami seperti halnya daun, kulit batang dari tanaman, rimpang maupun dibuat dari buah tertentu. Tak jarang pula obat tradisional ini dibuat dengan menggunakan bagian tubuh dari hewan, seperti kuning telur, empedu kambing, empedu ular, kelelawar dan masih banyak lagi.

Pada umumnya jamu yang dibuat dari bahan-bahan tersebut akan berasa pahit sehingga untuk memberikan rasa yang lebih baik banyak pakar akan meraciknya dengan menambahkan bahan pemanis alami yang aman seperti madu. Bahkan ada pula jamu yang menggunakan anggur sebagai pemanis untuk memberikan toleransi pada para peminumnya. Selain memberikan rasa manis yang lebih baik anggur juga berguna untuk menghangatkan tubuh.

Selain itu, pada umumnya jamu dibuat dengan racikan bahan alami dengan memanfaatkan alat manual atau hanya dengan menggunakan tangan. Akan tetapi saat ini ketenaran obat tradisional ini sudah mulai menyeruak dan membuat jamu tradisional banyak diproduksi oleh pabrik-parik dari perusahaan terkemuka.

Keamanan Jamu Untuk Ibu Hamil

Meskipun pembuatannya diproduksi dari bahan-bahan alami yang aman. Akan tetapi setelah berurusan dengan ibu hamil, pertanyaan keamanan dari produk ini perlulah diperhatikan. Apakah kondumsi jamu aman untuk kesehatan ibu hamil dan bayi yang sedang dikandungnya?

Menurut sebuah ilmu kedokteran menjelaskan meminum jamu selama masa kehamilan bukanlah hal yang direkomendasikan dilakukan oleh ibu hamil sebab hal ini akan dapat berpotensi mengganggu kehamilannya. Akan tetapi jika ibu hamil tetap ingin mengkonsumsi minuman tradisional ini sebaiknya berkonsultasilah bersama dengan dokter guna memastikan tingkat keamanannya.

Bahaya dari Konsumsi Jamu Untuk Ibu Hamil

Mengkonsumsi jamu secara sembarangan akan dapat memicu timbulnya beberapa gangguan kesehatan dan masalah kehamilan pada wanita yang sedang mengandung. Adapun beberapa resiko yang mungkin dialami pada anda yang tetap memaksa mengkonsumsi minuman tradisional ini diantaranya bisa disimak dibawah ini.

  1. Ketuban keruh: konsumsi jamu yang dilakukan secara terus menerus akan dapat menimbulkan masalah pada air ketuban yang berubah menjadi keruh. Hal ini adalah hal umum yang akan dihadapi oleh ibu yang senang mengkonsumsi jamu selama kehamilan. Air ketuban yang seharusnya bening dapat berubah menjadi kental dan berwarna hijau keruh akibatnya hal ini akan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap pada air ketuban anda. Kondisi ini tentu akan membahayakan kesehatan janin sebab pada saat itu janin mungkin akan mnegalami kesulitan bernapas sewaktu dilahirkan. Bukan hanya masalah tersebut, masalah lain yang mungkin dihadapi adalah air tersebut akan beresiko membahayakan apabila terminum oleh bayi.
  2. Timbulnya masalah teratogenik: Masalah ini merupakan sebuah kelainan yang dapat menyebabkan timbulnya kecacatan pada bayi sebagai akibat dari mengkonsumsi konsentrat yang tidak direkomendasikan. Zat yang mungkin ada dalam jamu tersebut pun bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan membahayakan nyawa si bayi dalam kandungan ibu.
  3. Timbulnya Kelainan Jantung: Konsumsi jamu yang dilakukan dengan sembarang dan sering akan dapat menimbulkan kelainan jantung pada janin yang mana hal ini akan sangat beresiko terhadap keselamatan jiwanya. Pada kondisi terburuk kehilangan janin atau keguguran bisa menjadi hal yang sangat menakutkan.
  4. Timbulnya Hyperthrohic Pyloric Stenosis: Kondisi ini adalah sebuah kelainan yang mana bagian otot penghubung lambung dengan bagian usus berubah menjadi menebal sehingga menimbulkan kondisi kebuntuhan.

Dengan demikian pada kesimpulannya ibu hamil tidak diperkenankan mengkonsumsi jamu selama masa kehamilan sebab hal ini akan dapat berbahaya untuk kesehatan janin yang ada dalam kandungannya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply