Apakah Benar Bayi Dilahirkan Caesar Cenderung Lebih Mudah Sakit Dibanding yang Dilahirkan Normal?

Proses melahirkan merupakan slahsatu momen yang sangat berharga bagi sebuah keluarga, khsusunya bagi ibu dan anaknya.

Seperti yang kita ketahui, dalam menjalani proses kelahiran, seorang ibu memiliki 2 opsi yang bisa dipilih untuk melahirkan sang anak. Pilihan tersebut adalah dengan normal dan alamiah, ada pula opsi kedua, yakni dengan melakukan prosedur pembedahan atau yang akrab ditelinga dengan istilah caesar.

Lantas apakah masing-masing cara ini memiliki efek samping terhadap perkembangan anak? ada beberapa yang menyebutkan jika bayi yang dilahirkan dengan menggunakan persalinannormla memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik ketimbang mereka yang dilahirkan secara caesar. Salshsatu alasan yang banyak diungkapkan adalah karena, anak yang dilahirkan secara normal memiliki kesempatan kontk dengan bakteri baik ketika melewati jalur lahir.

ll

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Berbeda dengan bayi yang dilahirkan dengan prosedur caesar. Bayi yang dilahirkan secara caesar diangap dilahirkan secara steril, sehingga tidak memiliki kesempatan kontak dengan bakteri. Hal tersebut yang mempengaruhi pembentukan imunitas. Oleh karena itu bayi yang dilahirkan secara caesar memiliki kecenderungan terserang penyakit infeksi, asama dan banyak lagi lainnya.

Namun apakah benar demikian? Ternyata dari penelitian yang dilakukan sejumlah dari School of Nursing di La Trobe University in Melbourne menunjukan , bahwa tidak ada kaitan langsung antara cara lahir dengan resiko kesehatan yang dimilikinya ketika masa anak-anak. studi tersebut dilakukan dengan melibatkan kurang lebih 5000 anak untuk diamati.

Elizabeth Westrupp, yang merupakan salah satu peneliti mengungkapkan jika banyak faktor lain yang mempengaruhi masalah kesehatan yang dimiiliki oleh anak-anak. Westrupp sendiri tadinya berfikir jika kelahiran caesar akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak-anak, namun ternyata justru masalah tersebut lebih terkait dengan pemberian ASI dan juga proses menyusui.

Sehingga menurutnya, bayi dengan proses kelahiran caesar namun dengan kondisi pemberian ASI yang baik dan gizi yang cukup, bisa memiliki kesehatan dan kesejahteraan yang tidak berbeda dengan anak-anak yang dilahirkan secara normal. Sebab ASI yang diberikan dengan ekslusif pada anak akan berpengaruh pada pembentukan imunitasnya.

Ketua departmen kebidanan dan ginekologi di Oregon Health & Science University di Portland, Dr Aaron Caughey, mengungkapkan bahwa dengan seorang ibu melakukan prosedur caesar bukan berarti ia harus menghadapi permasalahan medis dan permasalahan kesehatan jangka panjang. Prosedur caesar sendiri tidaklah membuat bayi yang dilahirkan memiliki permasalahan tersebut, lagipula kondisi ini tidak akan dijalankan jika memang tidak ada indikasi tertentu.

Caughey justru lebih mengkhawatirkan kondisi dari sang ibu yang menjalani prosedur caesar. Ia menjelaskan jika prosedur caesar sendiri bisa menimbulkan masalah justru pada sang ibu, karena lubang yang dibuat ketika proses berlangsung. ia menegaskan jika bisa saja ketika melakukan prosedur tersebut terjadi kerusakan organ-organ hingga pendarahan, hingga permasalahan infeksi yang berbahaya bagi kondisi sang ibu.

Sehingga, dengan melihat kondisi tersebut, Caughey justru lebih merekomendasikan para ibu untuk melakukan dan menjalankan prosedur persalinan secara normal. Dengan prosedur persalinan normal ibu-ibu tidak usah khawatir dengan resiko-resiko yang sebelumnya telah disampaikan di atas. Meskipun demikian , tetap penting untuk melihat sejauh mana keperluannya. Seorang ibu lebih disrankan menjalankan operasi caesar ketika proses persalinan jika ditemukan indikasi berbahaya seperti kondisi bayi sungsang, kondisi jantung bayi dan juga permaslahan mengganggu lainnya. Jadi, silahkan anda komunikasikan, prosedur mana yang sebaiknya anda ambil ketika hendak melahirkan.

Demikianlah mengenai kebenaran di balik mitos kelahiran caesar yang mempengaruhi kondisi kesehatannya. Apa pendapat anda mengenai hal tersebut? apakah anda setuju? Silahkan bagikan artikel ini kepada teman atau sahabat anda di media sosial. Tekan tombol berbagi yang ada di halaman ini!

Loading...

Follow us