Anak Tidak Suka Sayur, Bagaimana Cara Mengatasinya?

5/5 (2)

Anak Tidak Suka Sayur  – Setiap orangtua tentu ingin anaknya tumbuh sehat. Orangtua akan memenuhi kebutuhan gizi anak melalui makanannya, termasuk sayuran. Pada sayuran terkandung mineral, vitamin dan serat  yang bermanfaat. Hanya saja, tidak sedikit anak yang tidak menyukai sayuran. Padahal nutrisi penting pada sayuran bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak yang tidak mau makan sayuran tentunya akan menimbulkan beberapa dampak negatifnya. Oleh karena itu, sebagai orangtua anda harus dapat mengenalkan sayuran dengan baik pada anak supaya anak mau makan sayur. Nah, untuk mengetahui tips agar anak mau makan sayur anda dapat simak pada pembahasan di bawah ini. Namun sebelumnya simak terlebih dahulu alasan anak tidak menyukai sayuran dan akibat yang akan terjadi jika anak tidak suka sayur.

Mengapa Anak Tidak Suka Makan Sayur?

Anak Tidak Suka Sayur

Setiap orangtua tentu ingin menerapkan pola makan yang sehat pada anak-anaknya. Hanya saja, terkadang ketika anak diberi makan sayur ia justru menolaknya dan lebih memilih menu makan yang lainnya dengan rasa yang lebih nikmat tentunya. Lantas mengapa anak cenderung tidak menyukai sayur?

Menurut pakar kesehatan menyatakan bahwa buah dan sayuran sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Hanya saja, banyak anak yang tidak menyukainya karena sayuran dan buah-buahan dianggap sebagai makanan dengan aroma yang tidak menarik dan kurang memiliki rasa. ( Baca juga : Jenis Makanan Pendamping ASI Terbaik Untuk Bayi )

Selain itu menurut seorang pakar psikologi menyatakan bahwa alasan anak tidak mengongsumsi sayur disebabkan oleh beberapa hal. Pertama yaitu ada beberapa anak memiliki sensori yang sensitif dimana menganggap buah-buahan dan sayuran adalah makanan yang hambar atau memiliki aroma yang tajam. Sehingga pada akhirnya mereka malas mengonsumsi makanan tersebut.

Penyebab lainnya mengapa anak tidak suka makan sayur yaitu karena tidak dibiasakan oleh orangtuanya. Jika anak tidak dikenalkan pada sayuran sejak dini, dan justru dikenalkan pada makanan dengan banyak rasa maka akibatnya anak akan menganggap bahwa sayuran adalah makanan yang tidak enak.

Akibat Anak Tidak Suka Sayur

Anak Tidak Suka Sayur

Anak tidak mau makan sayur sama sekali tentunya akan merugikan dirinya sendiri. Anak yang tidak suka sayur akan berdampak terhadap kekurangan vitamin, serta mineral. Selain itu, diketahui anak akan lebih berisiko mengalami penyakit tertentu ketika ia sudah dewasa nanti. Tidak hanya itu, ada beberapa akibat lainnya jika anak tidak suka sayur seperti berikut ini.

Pencernaan Mengalami Masalah

Seperti yang kita ketahui sayuran kaya akan kandungan serat. Anak yang kurang mendapatkan serat dari sayuran memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pada sistem pencernaannya. Beberapa masalah yang mungkin dialami di antaranya yaitu wasir dan sembelit. Kandungan serat yang terdapat pada serat bermanfaat untuk kesehatan usus, serta membuat sistem pencernaan anak menjadi lancar. Apabila anak mengonsumsi serat setiap hari maka frekuensi buang air besarnya akan menjadi rutin dan teratur.

Mengalami Masalah Terhadap Berat Badannya

Anak yang kurang mengonsumsi sayur atau tidak suka sayur beresiko mengalami kelebihan berat badan. Sayuran memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat memberikan air dan serat yang lebih banyak namun dengan kandungan kalori yang sedikit. Efeknya si kecil akan merasakan kenyang dalam waktu yang lebih lama namun dengan kalori sedikit yang masuk ke dalam tubuhnya. Kondisi ini tentunya bermanfaat agar anak tidak makan dengan berlebih serta berat badan anak dapat lebih terjaga.

Memiliki Risiko Lebih Tinggi Mengalami Penyakit Tertentu

Kandungan serat yang terdapat pada sayuran memiliki banyak manfaat, tidak terkecuali untuk anak-anak. Penyerapan nutrisi seperti kolesterol dan glukosa dapat diperlambat dengan serat. Ini tentunya sangat bermanfaat karena dapat membantu mengatur kadar kolesterol dan kadar gula darah. Jika anak kekurangan serat maka anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, penyakit diabetes mellitus, stroke dan tekanan darah tinggi saat dewasa nanti.

Kekurangan Gizi

Aneka jenis nutrisi yang terkandung pada sayur tidak dapat diganti dengan sumber makanan yang lainnya. Seperti misalkan zat besi, mineral, vitamin, serta kalsium. Nutrisi penting tersebut padahal sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika anak kekurangan nutrisi penting akan menyebabkan anak kekurangan gizi.  Kekurangan nutrisi tertentu akan menyebabkan fungsi tubuh mengalami gangguan. Seperti misalkan sistem saraf, penglihatan sampai kemampuan anak dalam berpikir.

Tips Agar Anak Suka Sayur

Anak Tidak Suka Sayur

Sayuran menjadi salah satu makanan yang tidak disukai oleh anak. Padahal sebenarnya sayuran kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Jika anak tidak suka makan sayur, sebagai orangtua anda tentunya jangan diam saja. Coba beberapa cara agar anak mau makan sayur seperti berikut ini.

Ajak Si Kecil Menyiapkan Makanan

Tips pertama agar anak mau makan sayur yaitu mengikut sertakan anak dalam membuat makanannya. Anda bisa mengajak si kecil belanja bahan makanannya, termasuk sayuran. Mengajak anak berbelanja sayuran secara tidak langsung anda mengenalkan aneka jenis sayuran pada si kecil. Saat berbelanja sayuran, baik di pasar tradisional atau di supermarket anda tentunya akan menemukan berbagai jenis sayuran. Anda dapat mengenalkan sayuran tersebut pada si kecil. Selain itu, biarkan ia memilih sayuran sesuai yang diinginkannya. Setelah itu, biarkan si kecil mengenali sayuran yang dipilihnya, mulai dari bentuk, nama sayuran, warna dan teksturnya.

Setelah mendapatkan sayuran yang anak inginkan, anda bisa mengajak si kecil untuk mengolah sayuran tersebut. Anda bisa mengajak anak membantu anda di dapur, mulai dari membersihkan sayuran dan membiarkannya melihat anda saat memasak. Sehingga dengan begitu si kecil akan lebih jauh mengenal sayuran dan cara mengolahnya. Si kecil akan menjadi penasaran dan mencoba masakan yang anda buat dengannya. Jika anda mengikutsertakan anak dalam menyiapkan makanannya, maka ia akan menjadi lebih semangat untuk memakan makanannya, tidak terkecuali sayuran.

Jangan Paksa Si Kecil Makan

Anda tentu ingin memberikan makanan yang terbaik untuk anak dan memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Anda akan menyediakan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Hanya saja, terkadang anak tidak mau mengonsumsi makanan tersebut. Anak menolak makan sayur buatan anda. Jika seperti itu, jangan memaksa anak atau memarahinya. Berdasarkan para ahli menyatakan bahwa jika anda memaksa anak untuk makan makanan tertentu maka anak akan menghindari makanan tersebut, bahkan bisa berlanjut hingga ia dewasa nanti.

Selain itu, apabila anda memaksa anak untuk makan sayur namun anak tidak ingin memakannya maka akan menimbulkan suasana yang tidak nyaman yang pada akhirnya akan membuat nafsu makan anak hilang. Bahkan waktu makan bisa anak anggap sebagai pengalaman buruk. ( Lihat juga : Makanan Sehat Untuk Bayi )

Siapkan Aneka Jenis Makanan

Sebagai langkah untuk mengenalkan sayuran pada anak, maka sebaiknya di rumah anda selalu menyediakan menu makan sayuran setiap hari. Saat waktu makan sediakan aneka jenis makanan. Ketika anak lapar anda dapat menawarkan menu makanan yang terdapat sayuran. Hal ini dapat menjadi cara mengenalkan sayuran pada anak.

Agar anak mau makan sayur maka anda harus sabar menghadapinya. Anda bisa mulai mengenalkannya dengan memberikan sayuran pada anak dalam porsi kecil. Hindari memberikan terlalu banyak makanan yang anak tidak suka karena justru hal itu akan membuat anak semakin tidak suka pada makanan tersebut. Ketika tiba waktunya makan minta anak untuk mencoba sayuran baru meskipun hanya satu gigitan. Agar anak mau memakan sayuran, anda dapat menyediakan sayuran tersebut dengan menu makan yang anak sukai. Misalkan menambahkan wortel pada perkedel dan lain sebagainya.

Selain itu, anda bisa mencoba ide baru dengan menyajikan makanan seunik mungkin. Anda bisa menyajikan sayuran dengan mengkreasikannya dengan bentuk yang unik seperti bentuk hewan, bunga atau tokoh kartun kesukaan anak. Hal ini akan membuat anak tertarik dan mencoba untuk memakannya.

Mengenalkan Anak Pada Sayur Sejak Dini

Agar anak mau makan sayur, maka saat pertamakali mengenalkan makanan padat anda dapat membuat makanan dengan variasi sayuran pada MPASI-nya. Namun, pastikan anda memilih jenis sayuran yang tepat untuk anak.

Makanan pendamping ASI dalam kemasan biasanya tidak terlalu banyak mengandung sayur dan rasa sayurnya kurang kuat. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika anda membuat makanan pendamping ASI untuk si kecil sendiri di rumah dengan mengkombinasikan variasi sayuran dalam setiap harinya. Sehingga dengan begitu si kecil akan terbiasa mengenal rasa dari sayuran serta teksturnya sejak dini. Ketika si kecil tumbuh besar maka ia akan terbiasa mengonsumsi aneka jenis sayuran.

Biarkan Anak Memilih Sayuran Sendiri

Apa yang anda sajikan belum tentu anak anda suka. Maka dari itu, sebaiknya tanya pada si kecil sayuran apa yang ingin ia makan. Hindari memarahinya karena ia hanya mau makan satu jenis sayuran  saja. Selain itu, jangan memaksa anak untuk memilih menu sayuran yang lainnya. Walaupun anak hanya mau makan satu jenis sayuran, setidaknya ia mau makan sayuran dibandingkan tidak sama sekali.

Buat Menu Makan yang Lezat Dari Sayur

Biasanya alasan anak tidak suka makan sayur disebabkan karena rasanya yang kurang lezat jika dibandingkan dengan menu makanan yang lainnya. Akibatnya anak lebih sukai menyantap makanan tanpa sayur. Jangankan anak, orang dewasa juga tentunya tidak ingin memakan sayur  jika menu yang disajikan kurang enak.

Oleh karena itu, sebagai orang tua anda harus pintar-pintar dalam mensiasati agar anak mau makan sayur. Anda dapat memulai dengan membuat menu makanan berbahan sayur yang lezat agar anak menyukainya. Anda juga dapat mengkombinasikannya dengan bahan makanan yang lainnya.

Menjadi Contoh yang Baik Untuk Anak

Apa yang si kecil lihat maka ia akan menirunya. Maka dari itu anda harus menjadi contoh yang baik untuk anak. Tentunya akan sulit apabila anda menyuruh anak makan sayur namun anda sendiri tidak menyukainya. Anda harus memakan sayur dan biarkan anak anda melihatnya. Atau anda bisa memakan sayur bersama-sama dengan si kecil.

Selain itu anda juga bisa mengikutsertakan anak makan bersama keluarga. Sajikan aneka jenis menu sayuran di meja makan. Biarkan anak melihat anda dan anggota keluarga yang lainnya mengonsumsi sayuran. Melihat anggota keluarganya mengonsumsi sayuran anak akan menjadi tertarik untuk mencobanya. Pastikan anda menjadikan acara makan menjadi waktu yang menyenangkan sehingga anak akan merasa bahwa waktu makan adalah waktu yang menyenangkan.

Menyajikan Sayuran dengan Warna yang Beragam

Anak-anak biasanya akan tertarik dengan segala sesuatu yang memiliki warna mencolok. Agar anak mau makan sayur mengapa tidak anda mencoba menyajikan sayuran dengan aneka macam warna. Dalam satu hidangan anda dapat menyajikan sayuran berwarna-warni. Tidak hanya memperhatikan tampilannya saja, namun anda juga harus memperhatikan rasanya agar anak mau memakannya. Selain akan membuat anak mendapatkan kandungan nutrisi lengkap, menyajikan sayuran berwarna juga akan membuat anak tertarik untuk mencobanya.

Biarkan Anak Mencoba Sayuran Sesuai Kemampuannya

Apabila anda memaksa si kecil untuk langsung menghabiskan semua sayuran yang anda sajikan pada saat si kecil masih belum bisa beradaptasi, hal ini akan membuat anak semakin tidak menyukai sayuran. Anak akan berpikiran negatif terhadap sayuran. Saat menyajikan sayuran untuk si kecil anda dapat membiarkannya untuk mengonsumsi sayuran sesuai dengan kemampuannya sendiri. Jika anak sudah mulai terbiasa dengan rasa sayuran maka anak akan mengonsumsi sesuai dengan selera.

Berikan Apresiasi Pada Anak

Agar si kecil semakin bersemangat mengonsumsi sayur maka anda bisa memberikannya apresiasi. Memberikan apresiasi pada si kecil karena telah bersedia makan sayur akan menjadikannya motivasi. Tidak ada salahnya anda sesekali memberikan hadiah pada si kecil karena telah mau mengonsumsi sayur. Namun pastikan hanya sekali memberikannya hadiah agar si kecil tidak ketergantungan.

Kombinasikan Sayur dengan Makanan Kesukaan Anak

Mengkombinasikan sayuran dengan makanan yang disukai si kecil menjadi ide yang cerdas. Padukan sayuran dengan makanan favoritnya. Anak anda tidak mau memakan sayur, namun jika dipadukan dengan makanan favoritnya ia mungkin akan memakannya. Contohnya anda dapat menaburkan sayuran di atas pizza kesukaan si kecil. Atau membuat sop aneka sayuran dengan tamabahan bahan makanan kesukaan si kecil.

Terus Mencoba

Jika anda sudah mencoba berbagai cara agar si kecil mau makan sayur namun ia tetap menolaknya, sebaiknya anda jangan menyerah. Anda harus terus mencobanya, karena si kecil belum tentu seterusnya tidak mau mengonsumsi sayur. Sebelum menyukainya si kecil mungkin harus beberapa kali mencoba makanan tersebut. Anda dapat menawarkan lagi sayuran pada anak di lain waktu, namun dengan porsi yang wajar.

Ajak Temannya Untuk Makan Sayur Bersama

Mengajak temannya untuk makan sayur bersama dapat anda coba. Jika anak melihat temannya mengonsumsi sayuran maka ia akan termotivasi. Namun, pastikan anda jangan membanding-bandingkan anak anda dengan temannya.

Hindari Menyembunyikan Sayuran Pada Makanan Anak

Sebaiknya jangan sembunyikan sayuran pada makanan anak. Jika anda menyembunyikan sayuran pada makanan anak atau menyamarkannya supaya terlihat seperti makanan yang lain justru anak semakin tidak ingin mengonsumsinya karena akan memberikan kesan sayuran makanan yang buruk.

Dibandingkan menyembunyikan sayuran pada makanan anak, lebih baik anda membuat sajian sayur yang lezat dengan dikombinasikan aneka bahan makanan yang anak sukai. Dengan begitu anak akan lebih bersemangat mengonsumsi sayuran.

Mengingat manfaat sayuran sangat penting untuk si kecil, jadi anda jangan menyerah jika si kecil tidak mau makan sayur. Anda dapat mencoba beberapa cara di atas agar si kecil mau makan sayur. Demikian beberapa cara agar anak mau makan sayur. Semoga bermanfaat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply