Anak Susah Makan? Ketahui Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak

5/5 (3)

Anak Susah Makan – Saat mengurus anak, banyak hal yang akan dihadapi oleh para orangtua. Mengurus anak bukanlah perkara yang mudah karena banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi. Salah satunya ketika anak mulai susah makan atau mogok makan. Padahal melalui makanan yang dikonsumsinya anak akan mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Anak menolak makanan atau hanya mau makan satu jenis makanan saja selama berhari-hari bukan masalah baru lagi untuk orangtua. Untuk menghadapi kondisi seperti ini, orangtua harus sabar dan jangan menyerah. Karena jika orangtua menyerah maka kebutuhan nutrisi anak tidak akan terpenuhi.

Anak susah makan umumnya dimulai ketika mereka menginjak usia 1 tahun. Saat itu, pertumbuhan anak akan melambat jika dibandingkan masa-masa sebelumnya. Di mana keadaan ini juga bisa menurunkan selera makan anak. Sehingga seringkali anak susah makan atau tidak mau makan sama sekali.

Anak susah makan

Masalah Sulit Makan Pada Anak

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Orangtua akan memperhatikan kebutuhan nutrisi anaknya dengan menyediakan makanan yang sehat dan mengandung nutrisi yang seimbang. Hanya saja, terkadang ketika memberi makan anak penolakan dilakukan oleh si kecil. Jika orangtua tidak menyikapi kondisi ini dengan bijak, maka akan dapat memicu tekanan terhadap ke dua belah pihak. Oleh karena itu, niat orangtua dalam memberikan nutrisi terbaik untuk anak harus dibarengi dengan ketelitian melihat kondisi anak. Ketika anak susah makan bisa saja ia menjadi lebih rewel dibandingkan biasanya. Nah, berikut ini ada beberapa permasalahan yang berhubungan dengan susah makan pada anak-anak.

Menolak Makan

Untuk anak, makan menjadi keterampilan baru yang ia kuasai. Memilih makanan menjadi hal yang sangat penting untuk anak. Oleh karena itu, tidak heran apabila anak semangat menghabiskan makanan yang disediakan oleh orangtua di hari pertama. Namun, keesokan harinya bisa saja anak menolak makanan. Pada saat pikiran anak berubah maka selera makannya pun dapat berubah.

Hanya Mau Makan 1 Jenis Makanan

Ketika anak menjadi susah makan, tentu itu bukan keadaan yang aneh lagi untuk orangtua. Bahkan anak akan susah makan selama beberapa hari bahkan dalam hitungan minggu. Dalam kondisi seperti ini terkadang anak hanya mau makan satu jenis makanan saja. Alasannya karena anak hanya tertarik terhadap makanan yang rasanya sudah ia kenali. Jika anak hanya makan satu jenis makanan saja, maka kemungkinan nutrisinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, tidak sedikit orangtua yang merasa kebingungan dalam menghadapi anak pemilih makanan.

Pemilih Makanan

Untuk anak, khususnya anak usia 3 tahun ke bawah, mengonsumsi makanan menjadi hal yang baru baginya. Oleh karena itu, mereka membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan beraneka ragam makanan seperti rasa, tekstur dan warna. Maka tak heran jika anak menjadi sangat pemilih terhadap makanan yang akan dikonsumsinya. Ketika masa ini, anak belajar mandiri dan akan memutuskan pilihannya sendiri. Termasuk makanan apa saja yang akan masuk ke dalam mulutnya.

Terobsesi dengan Makanan Cepat Saji

Anak biasanya suka makanan cepat saji. Makanan cepat saji yang biasanya anak sukai yaitu makanan yang tinggi akan kandungan lemak dan gula, namun kandungan gizinya rendah. Beberapa makanan cepat saji yang biasanya disukai oleh anak yaitu kentang goreng, permen atau minuman bersoda. Jika anak sudah terobsesi dengan makanan cepat saji, biasanya ia akan menolak makanan yang disediakan oleh orangtuanya. Sebagai orangtua, anda harus bijak dalam menyikapi keadaan ini. Hindari menyimpan makanan cepat saji di rumah. Gantinya, sediakan makanan sehat dan bernutrisi di rumah.

Menolak Makanan Setelah Banyak Makan

Kondisi seperti ini menjadi hal yang umum untuk anak berusia 12 bulan hingga 3 tahun. Menurut ahli nutrisi, orangtua sebaiknya jangan membesarkan hal ini. Dibandingkan dengan orang dewasa, terkadang anak-anak mampu mengenali rasa lapar dengan lebih baik. Adakalanya nafsu makan anak besar, namun pada keesokan harinya malah kebalikannya.

Menolak Makanan Kesukaan dengan Tiba-Tiba

Dalam suatu waktu bisa saja anak menolak makanan yang ia sukai. Misalkan, jika anak suka sayur dan sering makan lahap saat makan dengan sayur, namun suatu hari ia tiba-tiba menolaknya. Atau bahkan anak menolak minum susu yang biasa ia minum tiap hari. Jika seperti ini, anda jangan panik. Keadaan ini bisa saja terjadi hanya sementara.

Akan tetapi bisa menjadi masalah jika anda salah dalam menanggapinya. Ketika anak tidak mau makan makanan tersebut hari ini, bukan berarti ia tidak menyukai selamanya. Anda dapat menawarkan makanan yang ditolak anak di hari berikutnya.

Cara Menambah Nafsu Makan Anak

Sebagai orangtua anda harus bisa memperkirakan asupan kalori anak agar tidak kurang sesuai kebutuhannya. Kalori yang dibutuhkan setiap anak tentunya berbeda-beda sesuai jenis kelamin, usia dan kondisi kesehatannya. Berdasar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan Kementrian Kesehatan, dibutuhkan sekitar 1.100 hingga 1.600 kalori dalam per hari untuk anak berusia 1 hingga 6 tahun. Pada usia tersebut, banyak anak yang mengalami susah makan dan membuat para orangtua cemas. Namun, anda jangan panik dulu karena terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan seperti berikut ini.

Hindari Memaksa Terus

Ketika si kecil tidak mau makan mungkin menjadi kondisi yang menjengkelkan untuk para orangtua. Bahkan, tidak sedikit orangtua yang memaksa agar anaknya mau makan dengan memarahinya atau menakuti anaknya. Padahal sebenarnya, dengan cara memaksa nafsu makan si kecil tidak akan bertambah, namun sebaliknya. Anak akan tertekan dan semakin menghindari, serta malas makan. Oleh karena itu, anda dapat melakukan cara yang lebih bijak agar si kecil mau makan. Dibandingkan memaksanya akan lebih baik jika anda membujuk si kecil agar mau makan. Jika tetap tidak mau, anda bisa mencari cara lain yang lebih bijak dan tentunya tidak membuat anak tertekan.

Buat Jadwal Makan yang Rutin

Sejak kecil, anda dapat membiasakan menerapkan jadwal makan pada anak. Ini akan membantu si kecil ketika ia mulai susah makan. Karena sudah memiliki jadwal makan rutin, anak akan terbiasa makan pada waktu sama. Selain itu, jika anda membuat pola makan yang rutin maka akan memberikan dampak baik bagi pola makannya saat beranjak dewasa.

Membuat Menu Makan yang Bervariasi

Selain orang dewasa, anak juga bisa mengalami bosan terhadap makanan. Jangan mentang-mentang anak bisa anda atur, jadi anda bisa memaksa anak dengan seenaknya. Anak bisa merasa bosan terlebih lagi jika anda terus menerus membuatkan menu makanan yang sama. Lebih baik anda membuat makanan yang bervariasi untuk anak anda. Semakin bervariasi makanan si kecil, maka nutrisi yang didapatkannya akan semakin bervariasi pula.

Selain menyajikan menu makanan yang bervariasi, ada baiknya jika anda menyediakan sajian makanan yang menarik untuk si kecil. Anda dapat menghias makanannya seperti karakter kesukaannya. Dengan hanya melihat makanannya saja si kecil akan sangat antusias dan nafsu makannya akan meningkat.

Makan Lebih Sering Dalam Sehari

Ketika anak anda mulai susah makan, sebaiknya hindari memberikan makanan dalam porsi besar sekaligus. Daripada memberikan porsi makan yang besar sebaiknya anda memberikan porsi sedikit demi sedikit namun sering. Cara seperti ini lebih baik dibandingkan memberikan makanan sekaligus.

Cara ini juga bisa anda terapkan jika anak mudah merasa bosan terhadap makanannya. Berikan makanan dengan porsi kecil. Setelah 2 hingga 3 jam berikutnya anda bisa memberikannya makanan dengan menu makanan baru.

Berikan Cemilan Sehat

Ketika si kecil tidak nafsu makan, ia tentu akan menolak makanan atau makan sedikit. Keadaan ini tentu akan membuat anda khawatir. Namun, anda bisa mengakalinya dengan memberikan cemilan sehat untuk si kecil. Lebih baik anda membuat cemilan sendiri di rumah agar anda bisa memperhatikan kebersihan dan kandungan nutrisinya. Anda dapat membuat puding buah atau cemilan sehat yang lainnya.

Jangan Biarkan Anak Minum Terlalu Banyak

Beberapa anak memiliki kebiasaan makan yang diselingi dengan minum yang banyak. Hal ini justru akan membuat perutnya mudah kembung, akibatnya ia akan menolak makanan yang disajikan untuknya. Ketika makan anda dapat menyarankan anak agar tidak minum terlalu banyak. Batasi air minum ketika si kecil sedang makan. Misalkan, satu gelas dalam sekali makan. Setelah si kecil selesai makan, anda dapat memberikan minuman tambahan pada anak. Hindari juga memberikan minuman manis pada anak karena akan membuat perutnya semakin kembung.

Berikan Makanan yang Penuh Nutrisi

Makanan yang kaya akan nutrisi tentu baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dari itu, penting untuk membuat makanan yang penuh nutrisi untuk si kecil. Vitamin dan mineral pada makanan akan membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Dalam penelitian menyatakan bahwa mineral zink dapat membantu mengatasi masalah susah makan pada anak. Anda bisa mendapatkan kandungan zink dari jenis makanan seperti daging ayam, ikan, daging sapi dan sayuran hijau tua.

Menyiapkan Menu Makanan Bersama Anak

Agar si kecil mau makan anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Saat menyiapkan makanan tidak ada salahnya anda mengajak si kecil untuk ikut serta. Berikan anak tugas yang mudah seperti menyiapkan bahan makanan atau hanya menghias makanannya sesuai dengan selera. Anak biasanya akan tertarik makan jika ia diikutsertakan dalam menyiapkan makanannya sendiri.

Siapkan Alat Makan Khusus

Agar si kecil mau makan anda dapat menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Misalkan, memberikan alat makan khusus pada si kecil. Anda dapat mengajak anak untuk memilih alat makannya sendiri, baik itu mangkuk, piring, gelas, sendok atau garpu. Apabila anak memiliki alat makan dengan warna atau gambar karakter kartun kesukaannya, anak bisa jadi lebih bersemangat saat makan.

Banyak orangtua yang menyikapi anak susah makan dengan cara yang keliru. Misalkan, memaksa anak makan atau memberikannya ancaman jika anak tidak mau makan. Alih-alih membuat si kecil mau makan, cara seperti ini justru hanya akan membuat si kecil memiliki kesan negatif terhadap makanan.

Ketika anak menolak makanan yang telah disediakan oleh orangtuanya, bukan berarti ia tidak menyukai makanan tersebut. Karena bisa saja si kecil belum lapar. Bisa juga si kecil sedang bosan pada tekstur makanannya atau ia ingin memilih sendiri makananan yang ingin disantapnya.

Konsultasikan Pada Dokter

Jika anda sudah melakukan berbagai cara tapi nafsu makan anak tetap tidak bertambah juga atau bahkan cenderung menolak makanannya, akan lebih baik jika anda melakukan konsultasi pada dokter. Karena bisa saja nafsu makan si kecil menurun karena masalah kesehatan. Dokter akan memberikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang dialami si kecil.

Penyebab Nafsu Makan Anak Berkurang

Sebagai orangtua penting untuk mengetahui penyebab nafsu makan anak berkurang yang membuatnya susah makan sehingga anda dapat mencegahnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan nafsu makan anak menurun seperti yang dijelaskan berikut ini:

Bosan Dengan Menu Makanan

Di usia balita anak akan mengenal pilihannya sendiri, termasuk pada bentuk dan rasa makanannya. Hal ini akan membuat anak memiliki sifat pemilih dan menentukan makanan apa yang ingin dikonsumsinya. Akibatnya, jika anda menyajikan makanan yang itu-itu saja, anak bisa jadi bosan dan menginginkan menu makanan yang baru. Oleh karena itu, agar si kecil tidak menolak makanan yang anda siapkan, lebih baik anda bertanya terlebih dahulu makanan apa yang diinginkannya.

Porsi Berlebihan

Sampai saat ini masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa anak gemuk menjadi indikator anak sehat. Sehingga tidak sedikit orangtua yang selalu menyajikan makanan untuk anaknya dalam porsi besar. Namun, sebenarnya hal ini justru akan membuat anak tertekan, terutama untuk anak yang kurang senang makan. Ketika melihat porsi makan yang berlebihan, nafsu makannya akan turun dan akibatnya ia tidak mau makan.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Cemilan

Jika anda selalu menyediakan cemilan atau memberikan jajan untuk si kecil di rumah, maka jangan heran jika minat anak untuk makan menjadi berkurang. Apabila anak terbiasa jajan di luar, nafsu makan anak terhadap makanan pokok akan berkurang.

Merasa Tertekan

Jika orangtua menekan anak untuk selalu menghabiskan makanannya, hal ini tanpa disadari akan membuat anak tertekan. Akibatnya anak akan menolak setiap kali akan diberikan makanan sehat.

Adanya Gangguan

Jika anak terlalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang disukainya, kemungkinan ia akan lupa terhadap berbagai hal, termasuk makan. Karena terlalu sibuk dan asyik, bisa saja si kecil menolak makanan. Smartphone, televisi maupun play station akan membuat anak sibuk dan lupa terhadap waktu makannya.

Perubahan Suasana Hati

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami perubahan suasana hati. Meskipun terlihat menikmati kegiatannya, tetap saja anak akan merasa jenuh. Hanya saja, anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya seperti orang dewasa. Akibatnya anak menjadi kurang bersemangat dan kehilangan nafsu makan. Terlalu banyak tekanan, tugas atau pelajaran di sekolah dapat membuat suasana hatinya berantakan. Jika si anak kekurangan asupan gizi, anak akan lebih rentan mengalami masalah kesehatan.

Anak susah makan bukanlah hal yang mudah untuk diatasi. Dalam mengatasinya diperlukan perhatian, serta kesabaran yang ekstra. Jika anda masih belum yakin terhadap asupan gizi anak atau masalah makan pada anak ini membuat berat badannya sulit bertambah, disarankan untuk melakukan konsultasi pada dokter spesialis anak atau ahli gizi. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply