8 Penyebab Penyakit Lupus Yang Rentan Menyerang Tubuh Manusia

5/5 (3)

Mungkin Anda pernah mendengar yang namanya penyakit lupus, akan tetapi Anda belum mengetahui lebih dalam lagi mengenai beberapa hal tentang penyakit lupus. Hal ini dikarenakan penyakit lupus memang sangat jarang terjadi. Meskipun begitu, tentunya Anda harus mengetahui apa itu penyakit lupus, penyebab dan juga gejala yang kemungkinan dapat timbul secara tiba-tiba.

Seperti yang sudah kami jelaskan pada artikel sebelumnya bahwa penyakit lupus ialah suatu gangguan dari sistem kekebalan tubuh yang tentu saja terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini memiliki peran dalam merusak sel-sel tubuh sehingga mengalami peradangan. Penjelasan secara sederhana bahwa penyakit lupus ialah kondisi dimana tubuh seseorang memproduksi antibodi secara berlebihan. Pada orang normal, antibodi tentunya memiliki fungsi sebagai kekebalan tubuh yang tentunya melindungi tubuh dari zat atau apapun yang dapat memicu timbulnya penyakit. Untuk kasus orang yang mengalami penyakit lupus, beda halnya dimana antibodi yang harusnya melindungi tubuh justru akan menyerang sel-sel pada tubuhnya sendiri.

Jika kita menganalisa bahwa memang penyakit lupus ini sangat jarang terjadi. Hal ini belum masih diketahui secara pasti berapa banyak kasus akan penderita penyakit lupus ini. Untuk di Indonesia sendiri, orang yang mengalami penyakit lupus diperkirakan sekitar 12.700 jiwa pada tahun 2012 dan akan meningkat menjadi 13.300 di tahun 2013. Banyak korban dari penyakit lupus tersebut ialah wanita. Sampai saat inipun belum diketahui alasan mengapa banyak wanita yang mengalami penyakit lupus ini. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Annals of the Rheumatic Disease menyatakan bahwa hal ini berkaitan dengan kromoson gen yang ada di dalam tubuh wanita tersebut. Kebanyakan kasus yang terjadi yaitu menimpa pasien yang berusia 15-45 tahun. Akan tetapi, tidak bisa menutup kemungkinan pula bahwa orang tua dan juga anak-anak akan mengalami penyakit ini.

Baca juga: Kenali Bisul Di Payudara Yang Rentan Menyerang Wanita

Ciri-Ciri Penyakit Lupus

Tentunya, setiap penyakit tidak bisa lepas dari adanya ciri-ciri dan juga gejala tertentu yang tentunya mengindikasi kondisi seseorang tersebut. Dalam hal ini penyakit lupus dikenal sebagai penyakit 1000 wajah. Istilah ini memang sangat cocok untuk menggambarkan penyakit ini karena ciri-ciri yang ditimbulkan seperti pada gejala penyakit lainnya. Penyakit jenis ini memang sangat cenderung sulit untuk dideteksi secara dini sehingga tenaga medis tidak dapat mendeteksi secara pasti penyakit tersebut.

Meskipun penyakit lupus atau Systemic Lupus Erythematosus/SLE ialah salah satu penyakit yang jarang terjadi dan memiliki ciri-ciri yang sama dengan penyakit lainnya. Berikut kami sajikan beberapa ciri dan juga tanda-tanda jika seseorang mengalami penyakit lupus, diantaranya:

Ruam pada kulit

Salah satu yang menjadi ciri jika seseorang terkena penyakit lupus ialah adanya beberapa ruam di area kulit. Ciri khas ruam ini terjadi pada batang hidung dan juga kedua pipi. Tanda ini tentunya dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu dikarenakan bentuknya seperti kupu-kupu dan bagian pipi seperti sayap kupu-kupu. Untuk bagian lainnya yang kemungkinan bisa ditumbuhi ruam ialah bagian pergelangan tangan dan juga tangan. Ruam yang terjadi dikarenakan ini bisa hilang dan juga menimbulkan beksa secara permanen, akan terasa perih dan juga gatal jika harus terpapar langsung dengan sinar matahari.

Rasa lelah yang berlebih

Salah satu ciri kedua yang menjadi salah satu penyakit lupus ialah rasa lelas yang sangat berlebih. Rasa ini tentunya menjadi gejala yang paling umum dari seseorang yang menderita penyakit SLE. Rasa lelah ini pada umumnya memang sangat menghambat dan juga mengganggu aktivitas seseorang.Sebagian besar penderita penyakit lupus menyatakan bahwa gejala ini menjadi dampak gejala yang paling ekstrim dibandingkan dengan gejala yang lainnya. Meksipun mereka hanya melakukan aktivitas yang tidak menguras tenaga, namun tetap saja mereka akan merasakan kelelahan yang sangat berlebih. Rasa lelah ini akan dialami oleh setiap penderita meskipun mereka sudah merasa cukup untuk beristirahat. Lihat juga: Kenali Fakta Mengenai Lupus

Nyeri Daerah Persendian

Ciri yang terakhir yang menjadi salah satu ciri dari seseorang yang menderita penyakit lupus ialah timbulnya rasa nyeri yang terjadi pada daerah persendian. Gejala ini timbulnya seperti rasa nyeri yang begitu saja muncul di daerah persendian tangan dan juga kaki dan akan memburuk saat pagi hari. Rasa nyeri yang timbul dari penyakit lupus ini akan berpindah secara tiba-tiba dari sendi satu kepada sendi lainnya. Secara umum, gejala ini tidak akan menimbulkan kerusakan secara permanen ataupun cacat pada daerah persendian. Itulah yang menjadi ciri dan membedakan SLE dengan penyakit lainnya dan tentu menyerang persendian.

Selain beberapa tanda di atas tentunya ada beberapa gejala yang kemungkinan akan muncul dan dialami oleh penderita penyakit lupus. Beberapa gejala lain yang diderita oleh penderita SLE, diantaranya:

– Darah tinggi (hipertensi)

– Sariawan yang berulang

– Sakit kepala

– Menderita migrain

– Demam yang tidak diketahui penyebabnya

– Nyeri dada

– Rambut rontok

– Hilangnya ingatan

– Nafas yang pendek akibat adanya anemia, jantung, inflamasi paru-paru

– Limfadenopati

– Jari tangan dan juga kaki membiru dan juga memutih jika terpapar cuaca dingin dan juga stres (fenomena Raynaud)

– Persendian bengkak

– Kejang-kejang

– Dada yang sakit dan juga kesulitan untuk bernafas akibat adanya peradangan pada paru-paru

– Di dalam urin terdapat darahdan juga protein (proteinuria)

– Demam yang cukup tinggi

– Mulut dan juga hidung akan mengalami luka yang tentunya akan kunjung sembuh selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan

Itulah beberapa ciri yang bisa Anda ketahui mengenai gejala penyakit lupus yang banyak dialami oleh kebanyakan orang.

Penyebab Penyakit Lupus

Meskipun sudah diketahui bahwa penyebab utama dari penyakit lupus disebabkan oleh bakteri dan juga virus. Akan tetapi, ada beberapa penyebab lain yang dapat memicu timbulnya penyakit lupus, diantaranya:

Faktor genetik

Penyebab utama yang paling umum terjadi dari penyakit lupus ialah dikarenakan faktor genetik. Para peneliti dari John Hopkins Center meneliti bahwa adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderitanya. Keberadaan penderita lupus di dalam keluarga tentunya dapat meningkatkan kecenderungan terhadap penyakit lupus diantara anggotanya keluarganya.

Dengan adanya gen yang dapat memicu suatu penyakit, maka bukan berarti orang tersebut dapat langsung terkena penyakit lupus atau mewariskan penyakit lupus. Peneliti juga tentunya memang dapat yakin bahwa penyebab penyakit lupus memang ada kaitannya pula dengan suatu lingkungan yang cukup buruk. Namun sayangnya, mereka juga harus bisa menentukan faktor yang mana yang tentunya paling kuat sebagai penyebab utama jika seseorang menderita penyakit lupus.

Lingkungan

Selain dari faktor genetik, faktor lingkungan tentunya menjadi penyebab lain dari penyakit lupus. Para peneliti menghubungkan antara penyakit lupus dengan lingkungan sekitar. Seperti contoh penyebab dari penyakit lupus diantaranya gel natrium silika, merkuri, asap rokok, virus herpes zoster dan juga sitomegalovirus yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab seseorang terkena penyakit lupus.

Hormon

Pada umumnya, wanita memiliki faktor yang lebih besar terkena penyakit lupus dibandingkan dengan pria. Hal ini tentunya menjadi salah satu fenomena dimana hormon seks yang dihasilkan oleh pria dan juga wanita akan sistem kekebalan tubuh memang sangat berbeda. Selain itu, tubuh wanita menghasilkan dan juga menggunakan hormon estrogen lebih banyak, sementara laki-laki akan bergantung pada hormon yang disebut dengan androgen.

Seperti yang kita tahu bahwa estrogen dikenal dengan hormon immuno-enhancing yakni wanita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan pria. Hal ini tentunya mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, mengasuh anak-anak dan juga melahirkan. Akibatnya, ketika sistem imun tersebut balik menyerang tubuh, maka tubuh wanita akan sangat mudah mengalami penyakit autoimun.

Sinar matahari

Sinar matahari memang memiliki sangat berperan baik dalam menjaga kesehatan tulang. Namun tentunya, Anda harus mengetahui jam-jam ketika matahari tersebut menerpa tubuh manusia. Jam baik untuk mengambil manfaat dari sinar matahari tentunya jangan lebih dari jam 10. Jika Anda sengaja mengambil manfaat dari sinar matahari lebih dari jam tersebut, akan sangat memungkinkan bagi Anda untuk mengalami beberapa gangguan pada kulit. Bagaimanapun juga, paparan sinar matahari langsung dapat menyebabkan lesi pada kulit sehingga akan sangat memungkinkan memicu timbulnya penyakit lupus akibat adanya organ ataupun sel tubuh yang rentan terkena gangguan tersebut.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan tentunya memiliki peluang yang cukup besar dalam memicu penyakit lupus. Obat-obatan tersebut diantaranya obat tekanan darah, antibiotik, obat anti kejang dan juga obat-obatan lain yang dapat memicu timbulnya lupus.

Faktor Risiko Terkena Penyakit Lupus

Selain beberapa penyebab dan juga gejala yang timbul dari penyakit lupus tersebut tentunya ada beberapa faktor lain yang dapat membuat seseorang berisiko terkena penyakit lupus, diantaranya:

Jenis Kelamin

Untuk faktor jenis kelamin tentunya wanita memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan pria. Hal ini tentunya memang berkaitan dengan faktor genetik yang ada di dalam tubuh wanita.

Ras

Risiko selanjutnya ialah faktor ras dimana memang sangat rentan dialami oleh ras Asia dan juga Afrika.

Cara Mengobati Penyakit Lupus

Bagaimanapun juga, penakit memang harus diobatisebaik mungkin. Hal ini dikarenakan penyakit jika dibiarkan akan menimbulkan kondisi yang lebih parah dan juga akan lebih sulit untuk di atasi. Begitupula dengan penyakit lupus, tentunya dibutuhkan suatu cara dan juga alternatif khusus untuk mengobati penyakit lupus. Seperti beberapa cara mengobati penyakit lupus secara alami sebagai berikut:

Hindari paparan sinar matahari langsung

Cara pertama yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengobati penyakit lupus yakni hindari sinar matahari secara langsung yang kemungkinan akan menyinari tubuh Anda. Seperti yang kita tahu bahwa sinar matahari tentunya dapat menyebabkan fotosensitivitas terhadap timbulnya penyakit lupus.

Tidak dapat menutup kemungkinan jika munculnya gejala ruam pada kulit akibat sinar matahari dapat memperparah kondisi kulit Anda. Maka dari itu, jika Anda mengalami penyakit lupus, alangkah baiknya jika Anda menghindari sinar matahari secara langsung. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan memakai topi, kaca mata ataupun mengoleskan SPF agar kulit tidak terbakar langsung oleh sinar matahari. Akan tetapi, tidak semua orang yang menderita penyakit lupus akan sensitif terhadap sinar matahari, ada pula yang tidak mengalami kondisi tersebut.

Kortikosteroid

Cara mengatasi penyakit lupus yang kedua ialah dengan memberikan obat kortikosteroid yakni sebuah obat inflamasi yang secara efektif dapat meringankan penyakit lupus. Kortikosteroid ini biasanya diberikan oleh dokter ataupun tenaga medis untuk penyakit lupus yang sangat parah. Setelah penyakit dirasa sudah membaik, dokter akan memberikan dosis yang lebih sedikit.

Kemungkinan efek samping yang timbul dari konsumsi jangka panjang dari obat-obatan dapat timbul. Beberapa efek samping diantaranya peningkatan berat badan, penipisan tulang, penipisan kulit dan juga tekanan darah tinggi. Sampai saat ini, obat jenis ini dianggap sebagai cara yang relatif aman untuk diberikan kepada penderita penyakit lupus.

Obat Antiinflamasi Non Steroid

Bagaimanapun juga, penyakit lupus ditandai dengan gejala nyeri di area persendian. Ini tentunya menjadi gejala yang paling umum bagi penderita penyakit lupus. Dalam mengobati penyakit lupus, tentunya dokter akan memberikan beberapa jenis obat diantaranya naproxen, diclofenac, ibuprofen, dan juga piroxeman. Tentunya, beberapa jenis obat ini dapat dipercaya dan juga mampu meringankan gejala nyeri pada area persendian.

Jenis obat tersebut tentunya djual bebas dipasaran, namun tetap saja Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal ini dikhawatirkan penderita mengalami gangguan lambung, ginjal dan juga hati. Mengonsumsi jenis obat tentunya dapat menimbulkan kerusakan pada dinding lambung sehingga berdampak negatif pada kesehatan Anda.

Rituximab

Rituximab ini dapat dikatakan sebagai obat yang paling disarankan oleh dokter jika beberapa jenis obat tidak manjur dalam mengatasi penyakit lupus. Meskipun obat ini tergolong masih baru, namun khasiatnya tidak dapat diragukan lagi. Obat ini tentunya mengincar dan juga membunuh sel B yang memproduksi antibodi sebagai penyebab utama timbulnya penyakit lupus.

Tidak dapat dipungkiri bahwa obat ini akan menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, pusing dan juga gejala lainnya seperti flu (deman dan menggigil). Efek samping lain akan timbul seperti reaksi alergi, namun kondisi ini menjadi tanda obat tersebut sedang bereaksi. Efek samping alergi tersebut tentunya sangat jarang terjadi.

Hydroxychloroquine

Jenis obat ini sering digunakan sebagai obat untuk mengobati malaria. Namun, obat juga ini dapat digunakan sebagai obat untuk meredakan gejala penyakit lupus. Beberapa gejala seperti kelelahan, ruam pada kulit, nyeri sendi dan juga otot. Dokter tentunya menyarankan obat ini untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang dan juga untuk mencegah serangan penyakit lupus yang semakin parah.

Akan tetapi, obat ini akan menimbulkan efek samping yang cukup parah yakni bahaya diare, sakit kepala, ruam pada kulit hingga gangguan pencernaan manusia. Penggunaan obat ini tentunya dapat menyebabkan komplikasi yang cukup serius juga terhadap penglihatan. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pengecekan ke dokter ataupun tenaga medis demi mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi.

Obat Imonusuresan

Obat ini tentunya memiliki cara kerja untuk menekan sistem kekebalan tubuh manusia. Beberapa jenis obat tentunya disarankan oleh dokter seperti cyclophosphamide, azathioprine dan juga mycophenolate mofetil. Obat jenis ini tentunya dapat meringankan penderita penyakit lupus dengan cara membatasi kerusakan bagian tubuh yang lebih sehat. Namun sayangnya, obat ini tergolong ke dalam obat yang cukup keras sehingga memiliki efek samping seperti hilangnya nafsu makan, mudah lebam, sakipt kepala, pembengkakan pada gusi, kulit berjerawar, dan juga pertumbuhan rambut yang berlebih.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai penyebab penyakit lupus serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply