Kenali Bisul Di Payudara Yang Rentan Menyerang Wanita

4.9/5 (20)

Wanita tentunya memiliki risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria dalam masalah kesehatan. Dalam hal ini wanita memang kerap mengalami beberapa masalah kesehatan yang tentunya dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Terlebih wanita memiliki sistem reproduksi yang tentunya sangat rentan terhadap virus dan juga bakteri. Jika kita sebagai wanita tidak merawat kesehatan tubuh kita dengan baik, maka dapat dipastikan kita mengalami masalah kesehatan yang lebih serius.

Seperti salah satu masalah kesehatan yang kerap menyerang wanita yakni bisul di payudara. Bisul ini tentunya dapat dialami oleh wanita yang menyusui ataupun wanita yang tidak menyusui. Tentunya, jika dibiarkan maka akan menyebabkan kondisi yang lebih parah. Jika Anda mengalami benjolan disekitar payudara, tentunya Anda harus benar-benar waspada. Bisa saja ini dapat menjadai salah satu gejala timbulnya bisul dipayudara.

Bagaimanapun juga, bisul tentunya dapat terjadi di berbagai area tubuh, tidak terkecuali payudara. Seperti yang kita tahu bahwa bisul merupakan salah satu bejolan yang berisi nanah dan mengandung sel-sel darah putih yang mati. Hal ini disebabkan oleh adanya infeksi lokal yakni ketika bakteri menyerang bagian payudara, namun tidak menyebar ke bagian yang lainnya. Bisul tentunya menjadi salah satu benjolan yang perlu diwaspadai terlebih jika terjadi di bagian payudara. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui fakta seputar dan juga penanganan bisul di payudara.

Loading...

Fakta – Fakta Bisul Yang Wajib Anda Tahu

Bisul pada payudara wanita tentunya dapat  masdibagi menjadi dua jenis yakni bisul subareolar dan juga bisul mastitis. Kedua bisul tersebut tentunya memiliki tingkat bahaya yang sama. Berikut fakta-fakta mengenai bisul subareolar dan juga bisul mastitis yang terjadi di payudara sekaligus cara penangannya. 

Baca juga: Makanan Anti Tekanan Darah Tinggi Yang Terbukti Paling Ampuh

Bisul Subareolar

Jenis bisul pertama kerap disebut dengan abses subareolar yakni sebuah infeksi yang terjadi di bagian payudara dan kerap dialami oleh wanita yang tidak menyusui. Bisul ini tentunya berisi nanah yang dapat muncul tepat di bawah areola. Areola merupakan salah satu bagian kulit payudara yang berwarna cokelat di sekitar puting. Tidak heran jika bisul ini menimbulkan rasa sakit yang sanga hebat di bagian areola. Bisul dan juga bejolan ini tentunya dapat mengeluarkan nanah jika dipencet ataupun terluka.

Jika dibiarkan begitu saja, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya fistula yaitu suatu bentuk dimana terjadinya lubang yang tidak normal di saluran payudara menuju kulit. Jika infeksi pada payudara ini cukup parah, maka puting akan melesak ke dalam jaringan payudara. Seseorang yang mengalami kondisi ini tentunya akan merasa demam dan juga badan yang tidak sehat.

Pada umumnya, jenis bisul ini dialami oleh wanita paruh baya yang terjadi dikarenakan adanya penyumbatan saluran pada bagian payudara. Kondisi ini tentunya menyebabkan infeksi dan juga keadaan yang lebih parah. Meskipun bisul ini dapat dialami oleh siapa saja, tentunya terdapat beberapa kelompok wanita yang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena bisul subareolar yaitu penderita diabetes, merokok, gemar meminum alkohol dan juga tindik di bagian puting.

Seperti yang kita tahu bahwa bisul subareola tidak dapat terjadi begitu saja, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Tentunya, menjaga kesehatan dan juga gaya hidup yang baik memang sebuah kewajiban yang harus Anda lakukan. Dalam memastikan Anda terkena bisul subareola, pastinya dokter akan melakukan sebuah pemeriksaan fisik yang tentunya diikuti oleh tes penunjang dengan menggunakan USG atau tes lainnya. Dalam hal ini tes darah yang lengkap dan sampel nanah akan sangat disarankan oleh dokter.

Gejala Bisul Subareola

Dalam hal ini bisul subareola dapat terjadi dan juga tergantung dari lokasi stadium penyakit, lokasi abses dan juga faktor-faktor lainnya. Pada stadium awal tentunya Anda dapat merasakan adanya nyeri di bagian kelenjar payudara. Kulit pada bagian luar dapat terlihat normal meskipun sebenarnya terjadi inflamasi di dalamnya. Selain itu, gejala lainnya dapat muncul pada bagian payudara yang terasa panas, terlihat merah dan juga bengkak yang terjadi di permukaan payudara.

Dalam waktu yang cukup lama, gejala abses ini tentunya dapat bertambah dengan cukup jelas. Gejala lainnya dapat timbul seperti kulit yang memerah, panas dan juga terluka. Kondisi tubuh ketika mengalami bisul ini akan menimbulkan gejala demam yang tinggi, menggigil dan juga disertai dengan mual dan juga muntah. Komplikasi yang cukukp berat dapat terjadi seperti keracunan berat, tekanan darah, payudara besar dan juga bengkak, edema, abses pada kulit akan tampak kuning pucat, depresi dan juga kelenjar getah bening nekrotik yang nyeri dan juga bengkak. Jika memang Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter ataupun tenaga medis lainnya untuk mendapatkan penanganan.

Penanganan Bisul Subareola

Untuk menangani bisul subareola tentunya Anda dapat melakukan cara untuk dalam mengatasi bisul di payudara, diantaranya:

– Kompres dingin payudara dengan menggunakan kantong es yang dibalut dengan kain selama 10-15 menit.

– Sebelum itu Anda tentunya dapat membersihkan payudara dan juga puting dengan menggunakan sabun antibakteri yang cukup lembuht.

– Bantalan bra yang cukup lembut tentunya dapat membantu dalam mengeringkan dan juga mengurangi gesekan nanah.

– Hindari untuk memencet, menekan dan juga memecahkan bisul di payudara karena dapat memperburuk gejala yang muncul.

– Jika gejala terus berlangsung dan semakin parah, tentunya segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Bisul Mastitis

Jenis bisul yang kedua ialah bisul mastitis dimana bisul ini pada umumnya terjadi pada wanita yang menyusui. Bisul ini ialah sebuah infeksi yang terjadi pada kelenjar payudara yang sangat menyakitkan sehingga akan terasa perih dan juga nyeri. Pada bisul ini tentunya penderita akan mengalami yang namanya flu dan juga demam serta payudara bengkak kemerahan. Biasanya, mastitis terjadi karena adanya ASI yang mengendap pada saluran susu yang akhirnya memicu terjadinya infeksi bakteri.

Infeksi bisul mastitis tentunya dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

– ASI dipompa secara tidak teratur

– Bayi tentunya lebih memilih menyusu hanya pada satu payudara saja

– Mulut bayi tidak melekat secara sempurna pada puting bayi ketika sedang menyusui.

Meskipun mastitis dapat terjadi pada ibu menyusui, namun tidak menutup kemungkinan bagi wanita yang tidak hamil juga untuk mengalami bisul mastitis ini. Hal ini juga dapat menimbulkan luka yang terbuka pada puting sehingga membuat bakteri dapat masuk dengan sangat mudah ke saluran payudara.

Penanganan Mastitis

Untuk menangani bisul mastitis tentunya Anda dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut:

– Susui bayi selama mungkin agar payudara dapat kosong

– Beristirahatkan sebanyak yang diperlu di rumah

– Kompres payudara dengan menggunakan air hangat dan juga dingin untuk menghindari pembengkakan

– Pijat payudara secara perlahan agar terhindar dari bengkak ke arah puting

– Konsumsi obat pereda nyeri yang tentunya harus aman untuk ibu yang sednag menyusui

– Kenakan pakaian yang longgar untuk membuat Anda merasa lebih nyaman.

Bisul di payudara tentunya harus Anda atasi dengan cara yang sangat tepat dan Anda harus mewaspadai akan gejala dan juga penyebab yang dapat timbul dengan cara yang cukup tepat. Itulah beberapa fakta mengenai bisul dipayudara beserta cara penanganannya. Semoga bermanfaat!

 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel