data-ad-format="auto"

Mengetahui Penanganan Terhadap Penyakit Eksim Kering dan Eksim Basah

Gangguan penyakit yang menyerang tubuh, memang serigkali menimbulkan masalah yang cukup serius.

Betapa tidak, tubuh yang fit dan prima yang tiba-tiba diserang dengan masalah penyakit akan tentu saja membuat tubuh mengalami perubahan dan penurunan fungsinya. Tubuh yang sakit atau diserang dengan masalah akan membuat anda merasa lemas. Selain itu pada beberapa gangguan penyakit umumnya akan menimbulkan masalah yang akan membuat anda merasa tidak nyaman.

Gangguan penyakit yang menyerang biasanya terjadi pada saat tubuh mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Dengan kondisi ini, maka penyakit akan lebih mudah menyerang seseorang dan menimbulkan banyak masalah. Untuk itulah, menjaga tubuh tetap sehat dan menjaga agar sistem kekebalan tubuh dapat selalu prima adalah kunci dari menghindarkan penyakit dan masalah menyerang.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan guna mencegah timbulnya penyakit dan menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga dengan baik, salah satunya yakni dengan rajin berolahraga dan mengkonsumsi jenis makanan sehat. Kedua hal ini akan mendukung tubuh untuk selalu prima. Sementara itu, asupan makanan sehat adalah energi guna menjaga tubuh tetap dalam keadaan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Nah, dari sekian banyak ancaman gangguan penyakit, masalah kesehatan kulit adalah salah satu gangguan yang seringkali menjadi momok yang menakutkan untuk hampir sebagian besar orang. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada penyakit kulit, bukan hanya gejala saja yang cukup menyiksa akan tetapi dampak yang ditimbulkan dari penyakit inilah yang seringkali memusingkan.

Ya, dampak bekas luka yang ditimbulkan dari masalah gangguan kulit seringkali membuat orang frustasi mengatasi hal ini. Betapa tidak, bekas luka yang ditinggalkan umumnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat menghilang. Itupun goresan atau coretan dari bekas luka tidak akan mampu menghilang secara keseluruhan. Pasien yang pernah mengalami penyakit kulit akan mungkin membutuhkan perawatan khusus guna mengembalikan keindahan kulitnya pada kondisi semula.

Nah, kondisi inilah yang dapat menjadi hal yang cukup banyak ditakuti. Tubuh yang indah dengan balutan kulit yang halus yang mereka miliki sebelumnya akan menghilang seketika saat gangguan ini menyerang.

Tak ayal kondisi ini akan membuat pasien penderita penyakit kulit akan dilanda krisis percaya diri dimana mereka enggan memamerkan bagian tubuh yang terkena dengan bekas luka. Tak jarang bahkan bagian yang pernah mengalami bekas luka akan ditutup selama dan tidak diperlihatkan seperti biasanya.

Kondisi ini tentu akan cukup menyiksa, apalagi untuk mereka orang yang memiliki profesi dimana mereka harus dituntut tampil sempuran setiap waktu. Hal ini tentu saja akan seolah membatasi ruang gerak mereka.


Timbulnya bekas luka yang ditinggalkan akan membuat mereka tak lagi mampu menggunakan gaun indah yang terbuka. Apalagi jika luka tersebut rupanya menyerang bagian wajah. Tak terbayang seperti apa rasanya dan seperti apa paniknya.

Kondisi penyakit atau gangguan kesehatan yang menyerang, termasuk kondisi gangguan kesehatan kulit tentu tidak akan menyerang bila tidak ada sebabnya. Ada cukup banyak penyebab yang dapat memicu kondisi ini dapat terjadi, termasuk diantaranya adalah paparan jamur dan kuman. Yang mana bisanya kedua jenis pemicu ini akan dapat muncul saat seseorang kurang sigap dalam menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya. Akibatnya jamur dan kuman akan dapat masuk dan menginfeksi kulit sehingga menimbulkan banyak masalah.

Nah, untuk itulah bagi anda yang tidak ingin terkena atau meningkatkan resiko tubuh terhadap paparan penyakit ini, maka sebaiknya tingkatkan kembali kebersihan tubuh anda dengan lebih baik. Tubuh yang sehat adalah salah satu kunci mendapatkan kesehatan yang baik, untuk itu mulai dari saat ini jaga dengan baik kebersihan tubuh anda.

Ada cukup banyak jenis penyakit kulit yang bisa menyerang seseorang, mulai dari jenis penyakit kulit yang ringan sampai dengan jenis penyakit kulit yang besar dan berhaya. Akan tetapi, satu hal yang pasti, apapun jenis penyakitnya sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang tepat bisa anda dapatkan dengan lebih baik.

Seperti halnya dengan jenis penyakit kulit yang satu ini. Adalah penyakit eksim yang mungkin jenis penyakit ini sudah tak lagi asing ditelinga anda. Jenis penyakit kulit yang satu ini adalah penyakit kulit yang cukup banyak menyerang, terutama di Indonesia. Masyarakat Indonesia mengenali penyakit ini sebagai salah satu penyakit kulit umum dan banyak menyerang.

Akan tetapi meski sering mendengar istilah ini, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam mengartikannya. Nah, untuk itulah penting sekali memahami apa sebenarnya arti dari penyakit kulit eksim ini, sebab masih banyak orang yang masih bingung dengan definisi dari gangguan kesehatan kulit ini. Untuk Itu, mari simak penjelasan lebih terperinci dibawah ini.


Apa Itu Eksim?

Di Indonesia, banyak sekali istilah-istilah yang dipergunakan oleh masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Hal inilah yang terkadang membuat kita sulit menemukan padanan kata yang sesuai dengan ilmu kedokteran, termasuk dengan istilah yang digunakan untuk menyebut penyakit eksim.

Jika disebutkan kata eksim, maka biasanya kita sering mendengar kata selanjutnya yang menyertainya yakni adalah basah dan kering. Nah, bila digabungkan maka kita akan mendengar istilah eksim basah dan eksim kering. Lantas apakah sebenarnya definisi dari istilah-istilah tersebut? Mari kita pelajari lebih jauh dibawah ini.

Dalam bahasa kedokteran eksim dikenal dengan sebutan eczema yakni sebuah istilah yang umum guna menggambarkan setiap proses inflamasi atau peradangan yang terjadi pada kulit dibagian luar, yang mana umumnya kondisi ini akan ditandai dengan timbulnya gatal, kemerahan, vesikel (gelembung cairan), berair, pengerasan kulit, penebalan kulit, perubahan warna kulit dan juga penonjolan. Akan tetapi demikian, dalam dunia kedokteran istilah medis yang seringkali digunakan untuk menggambarkan kondisi eksim pada kulit adalah penyakit dermatitis atopik.

Penyakit dermatitis atopik adalah sebuah kondisi gangguan kulit kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang biasanya kondisi ini dimulai selama masa bayi dan berlanjut hingga ke masa kana-kanak. Beberapa orang dapat sembut dari penyakit ini dan sementara beberapa lainnya terus membawa kondisi gangguan kulit ini hingga ia dewasa.

Perlu diketahui gangguan penyakit kulit yang satu ini bukan hanya menyerang bayi dan anak-anak saja. Remaja, orang dewasa dan bahkan manula pun bisa terserang dengan gangguan kulit yang satu ini.

Dermatitis berarti peradangan yang terjadi pada bagian kulit, sementara untuk kata "atopic" adalah istilah yang mengacu pada penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh atau istlah lainnya juga bisa dikatakan sebagai alergi. Untuk itulah, sebagaimana disebutkan diatas, penyakit gangguan kulit yang satu ini pun erat kaitannya dengan stabilitas kekebalan tubuh pada seseorang, yang mana ini berarti orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah atau menurun akan lebih beresiko menaikan kondisi gangguan kulit yang satu ini.

Istilah atopic sendiri umumya memiliki ragam macam termasuk dermatitis atopik, asma dan biduran dan biasanya merupakan sebuah kondisi gangguan kesehatan yang sifatnya dapat diturunkan secara genetik. Maka demikian tak heran bisa masalah kesehatan yang satu ini dapat terjadi dalam keluarga seperti ibu yang memiliki asma anaknya pun akan dapat menderita asma atau ayahnya menderita dermatitis atopic maka kondisi ini akan bisa diturunkan.


Lalu Apa yang Dimaksud dengan Eksim Kering dan Basah?

Lagi-lagi, agak sulit mencari istilah medis yang sesuai menggambarkan istilah yang sering digunakan oleh masyarakat awam. Akan tetapi, dari bahasanya saja maka kita dapat menerka bahwa eksim kering artinya adalah peradangan pada kulit yang terjadi hanya berupa pengelupasan kulit (seperti bersisik), kulit kering dan tidak mengeluarkan cairan atau tidak melibatkan nanah didalamnya sehingga penyakit ini tampak kering. Akan tetapi demikian tetap saja, kondisi penyakit ini menimbulkan bercak merah yang timbul pada kulit dan terkadang menimbulkan gelembung-gelembung yang keras. Yang mana kondisi ini akan dapat menimbulkan kondisi yang tidak nyaman pada si penderitanya.

Sementara untuk eksim yang basah adalah kebalikannya dari eksim yang kering, yakni peradangan pada kulit yang menimbulkan keluarnya cairan dari luka atau bercak yang timbul. Pada kondisi eksim yang basah, penderita yang mengalami kondisi ini akan mungkin terganggu dengan timbulnya gelembung-gelembung luka yang didalamnya terdapat air sehingga kondisinya selalu basah. Selain itu, pada eksim yang basah, penderita akan lebih beresiko terkena dengan paparan jamur dan kuman bila tidak piawai menjaga kebersihan kulitnya.

Macam-Macam Eksim

Selain eksim kering dan basah, ada pula jenis-jenis eksim yang dikenal dalam dunia kedokteran yang mana nantinya pengobatan dan tatalaksana terhadap penyakit ini akan bergantung pada jenis eksim yang diderita dan apa penyebabnya. Apa saja jenis-jenis eksim tersebut? Mari simak dibawah ini.

1. Dermatitis Kontak Alergi

Jenis eksim yang pertama adalah dermatitis kontak alergi, yakni sebuah peradangan kulit yang timbul setelah adanya kontak dengan alergen melalui proses sensitasi terhadap substansi yang beraneka ragam yang mampu menimbulkan peradangan pada bagian kulit bagi mereka yang mengalami hipersensitivitas terhadap alergen sebagai suatu akibat dari pajanan tertentu.

Adapun penyebab dari jenis eksim dermatitits alergi adalah alergen, paling sering berupa bahan kimia, seperti halnya terkena parfum, semen dan bahan lainnya yang dianggap tubuh tidak cocok. Dermatitis jenis ini biasanya timbul sebagai dermatitis vesikuler akut dalam beberapa jam sampai dengan 72 jam setelah terjadinya kontak dengan alergen. Adapun perjalanan paling puncak yang akan dialami dari alergi pada 7 sampai dengan 10 hari dan umumnya akan dapat sembuh dalam 2 hari apabila tidak terjadi paparan secara berulang.

Pada kondisi ini, dermatitis akan mungkin menimbulkan ruam merah dan kulit yang berisisik. Kondisi ini umumnya akan dapat sembuh dengan sendirinya sebagaimana dijelaskan tadi. Akan tetapi sebaiknya periksakan kondisi ini ke dokter apabila gejala alergi tidak sembuh dalam beberapa hari.

2. Dermatitis Kontak Iritan

Yang selanjutnya adalah eksim dengan jenis Dermatitis kontak iritan. Kondisi ini adalah sebuah reaksi peradangan pada kulit yang terjadi setelah kulit bersentuhan dengan benda atau zat tertentu yang dapat menyebabkan iritasi dalam jumlah atau kadar tertentu. Adapun bahan-bahan umum yang dapat mengiritasi bagian kulit diantaranya adalah bahan pelarut, seperti diterjen, minyak pelumas, alkasi, asam dan serbuk kayu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah lama kontak, kekerapan (frekuensi), adanya oklusi menyebabkan kulit lebih permeable, serta faktor gesekan dan trauma. Selian itu, suhu dan kelembapan jug akan berperan dalam hal ini.

Bahan Iritan dapat merusak lapisan tandu, menyingkirkan lemak lapisan tanduk dan mengubah daya ikat air kulit. Untuk itulah, pada bagian kulit yang teritasi maka akan timbul luka yang juga disebut dengan eksim.


3. Infeksi Jamur

Jenis lain dari eksim adalah kondisi kulit yang terjadi sebab adanya paparan jamur yang masuk kedalam kulit dan menimbulkan peradangan. Kondisi ini umum terjadi pada penyakit kurap.

4. Eksim Nummular

Jenis eksim ini bentuknya melingkar seperti koin kulit teriritasi dan timbul gatal serta bersisik.

5. Eksim Seborik

Jenis eksim ini bisa menimbulkan kulit berminyak, bercak kekuninga.

6. Kudis

Kondisi ini disebabkan oleh infestasi oleh tungau scabies yang dapat menimbulkan ruam yang amat miti dengan bentuk lain dari eksim.


Mengenali Obat Eksim Kering dan Basah

Ada cukup banyak hal yang dapat dilakukan guna mengurangi gejala dari eksim, diantaranya adalah:

Dengan menghindari sumber atau pemicu yang akan membuat gejala eksim menjadi lebih buruk, seperti misalkan benda tertentu yang digunakan atau makanan dan minuman tertentu yang dikonsumsi. Pada intinya penderita eksim haruslah lebih waspada dan selektif.

  • Gunakan sedikit saja sabun dan sebaiknya aplikasikan pada tubuh dengan lembut.
  • Mandi dengan menggunakan air hangat untuk meredakan gejala perih dan truma yang dialami oleh kulit.
  • Gunakan pelembab setelah selesai madi untuk menjaga kulit agar tidak kering.
  • Kelola stres yang dialami. Hal ini penting sekali untuk dilakukan karena ada tipe eksim yang erat kaitannya dengan stres.

Nah, bila hal-hal diatas masih belum cukup, maka pengobatan dengan melakukan konsultasi ke dokter akan penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan terburuk dari kondisi eksim yang dirasakan. Selain itu, gejala yang dialami dalam jangka waktu yang terlalu lama bisa jadi mengindikasikan adanya penyakit lain dalam tubuh anda. Untuk itu sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Bila berkonsultasi dengan dokter, maka dokter akan meresepkan satu atau beberapa obat eksim berikut, tak peduli apakah jenis eksim tersebut kering atau basah.

  • Dokter akan memberikan krim atau salep dengan jenis kortikosteroid. Ini adalah jenis obat anti-inflamasi yang dapat meringkankan gejala utama dari eksim, seperti misalkan peradangan yang terasa pedih pada kulit, gatal-gatal dan juga menjaga agar kulit menjadi lebih lembab. Apabila, obat ini masih belum memberikan hasil pada pasien, maka kortikosteroid sistemik dapat direspkan. Obat ini umumnya diberikan dalam bentuk suntik atau minum dan hanya digunakan dalam jangka waktu yang sebentar.
  • Obat untuk mengobati infeksi dari jamur, parasit, dan virus sesuai dengan indikasi penyakit yang dialami.
  • Memberikan pelembap yang mengurangi kehilangan air dan bekerja untuk memperbaiki kulit agar tidak bersisik.

Demikialah beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengobati eksim basah dan eksim kering. Yang terpenting adalah jangan pernah mengabaikan jenis penyakit yang anda alami, agar kondisi terburuk bisa dihindari. Pengobatan ke dokter adalah solusi paling baik dan paling bijak. Dengan begini dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat sehingga pengobatan akan dapat dilakukan dengan lebih optimal.