england price for viagra
buy kamagra
kamagra 100mg
 

Gangguan tidur kerap dialami orang-orang pada umumnya. Namun bagaimana bila gangguan tidur tersebut dialami oleh ibu yang sedang hamil tua? Berikut tips-tips yang dapat kita simak.

Gangguan tidur pada malam hari tidak jarang menjadi keluhan wanita hamil, terutama bagi ibu hamil yang usia kandungannya mencapai minggu ke 28 atau lebih. Hal ini dapat berkaitan dengan kecemasan, stress, dan rasa gembira akan kedatangan buah hati.  Juga perubahan hormonal, perubahan fisik yang semakin memberatkan tubuh ibu sendiri.  Seperti rasa berat saat menarik napas karena pendesakan rongga dada oleh rahim, nyeri punggung karena beban kehamilan, sering kencing dimalam hari, sehingga sering bangun dari tidur, kram pada otot kaki dan tangan, dan susah buang air besar.

Kehamilan sendiri sering menyebabkan gangguan pola tidur. Baik menyangkut durasi maupun kualitas tidurnya, ini disebabkan oleh perubahan-perubahan psikis maupun fisik pada ibu. Apalagi, sebelumnya saat masih remaja si ibu sudah mempunyai riwayat insomnia, sehingga keluhan gangguan tidur ini manifestasiinya lebih menonjol saat hamil.

Secara naluriah , wanita hamil akan berusaha beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. Dan, adakalanya beberapa wanita hamil tidak mulus dalam proses adaptasi tersebut, contohnya insomnia. Saat-saat seperti ini dukungan moral dan support dari suamilah yang paling mujarab.

Bagi para suami, tidak perlu cemas apabila harus menemani sang istri sampai pagi, yaitu suami dapat menggangti jadwal tidur dan mensiasati bagaimana agar tidak mengantuk saat dikantor atau saat sedang menemani istri yang sedang hamil dan insomnia.

Dan bagi para ibu hamil, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengurangi gangguan tidur pada wanita hamil. Antara lain:

  1. Hindari kerja hingga lewat waktu pada malam hari. Kerja yang berlebihan akan melepaskan adrenalin dalam jumlah banyak yang membuat tubuh jadi tetap terjaga pada malamnya.
  2. Kurangi stres dan kecemasan. Sebab, ini akan menjadi beban psikis sehingga menyebabkan sulit tidur.
  3. Posisi tidur yang benar. Posisi yang disarankan adalah miring, utamanya miring ke kiri, yang akan memperbaiki sirkulasi darah ke janin dan ginjal. Selain itu tidur miring menghindari penekanan rahim terhadap paru-paru.
  4. Mencegah rasa panas di dada. Untuk menghindarinya jangan tidur 1-2 jam setelah makan. Jika hal ini menjadi problem, bisa diatasi dengan tidur bersandar atau posisi kepala lebih tinggi.
  5. Hindari tidur disiang hari. Sebisa mungkin untuk menghindarinya,  tetapi jika merasakan kurang tidur pada malam hari, boleh tidur sebentar disiang hari.
  6. Atur diet.  Mutlak hindari minuman beralkohol dan berkafein untuk mencegah insomnia. Jika ada keluhan mual dan muntah, dicoba dengan sering makan biskuit. Hal ini akan menghindari lambung dalam keadaan kosong dan mengurangi mual serta muntah. Perut yang kosong dimalam hari, dapat memicu terjadinya insomnia.
  7. Upaya yang lain adalah dengan mandi air hangat atau relaksasi sebelum berangkat tidur.
  8. Mengubah suasana kamar tidur.

Nah, jika upaya-upaya tersebut masih belum juga menunjukan hasil, mungkin dapat meminta bantuan ke bidan atau dokter kandungan terdekat.

Selamat mencoba!


>> Diskusikan Topik ini di Forum

.