Tips Menyusui Selama Puasa

4.83/5 (30)

menyusuiPuasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Pada saat Ramadhan, kita rata – rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa?

Ibu menyusui berpuasa

Bulan Suci Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim segera tiba. Semua umat muslim akan bersiap-siap menyambut datangnya bulan penuh berkah ini dan menjalankan ibadah puasa. Tidak terkecuali, ibu yang sedang menyusui. Meskipun ibu yang sedang menyusui diperbolehkan tidak ikut puasa, namun banyak ibu menyusui yang merasa rindu dan ingin ikut berpuasa di bulan suci Ramadhan. Namun, amankan ibu menyusui berpuasa?

Bagi anda yang sedang dalam masa menyusui buah hati, banyak pertanyaan yang mungkin terlintas dalam benak pikiran anda. Apakah ibu menyusui boleh ikut berpuasa? Adakah dampak buruknya bagi bayi atau ibu jika ikut berpuasa?

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Dengan begitu, ibu menyusui boleh-boleh saja ikut berpuasa. Namun, itu semua disesuaikan dengan kemampuan ibu dan si kecil. Jangan sampai anda ikut berpuasa namun akan berdampak buruk untuk kesehatan anda sendiri dan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Jika anda tetap ingin berpuasa saat sedang menyusui, maka penting untuk memperhatikan nutrisi yang anda konsumsi. Anda harus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.

Selain itu, anda harus mempertimbangkan usia bayi anda sebelum anda memutuskan untuk ikut berpuasa. Bayi yang berusia masih kecil, yang masih diberikan ASI eksklusif kebutuhannya tentu berbeda dengan bayi berusia 1 tahun yang sudah diberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap

Ibu menyusui boleh-boleh saja ikut berpuasa, namun harus disesuaikan dengan kemampuan ibu dan bayi

Apakah Berpuasa Saat Menyusui Akan Berdampak Buruk Bagi Ibu?

Dampak berpuasa untuk ibu menyusui

Kondisi ini  tergantung dengan makanan dan minuman yang ibu konsumsi saat puasa. Dengan puasa maka waktu makan dan minum akan dibatasi. Hanya saja, jika anda bisa mengatur konsumsi makanan dengan baik maka kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI akan tetap tercukupi.

Jika anda mengikuti puasa saat sedang menyusui, anda harus memperhatikan makanan apa saja yang anda konsumsi ketika buka puasa atau sahur. Apabila anda tidak memperhatikan kebutuhan nutrisi saat menyusui selama ikut berpuasa, maka anda akan mendapatkan dampaknya. Cadangan nutrisi yang terdapat dalam tubuh anda akan diambil untuk memproduksi ASI, apabila nutrisi dari makanan yang anda konsumsi tidak mencukupi.

Selain asupan makanan yang penting diperhatikan, anda juga harus memperhatikan asupan cairan dalam tubuh. Ibu menyusui akan lebih banyak mengeluarkan cairan, sehingga tidak heran jika ibu menyusui akan merasa lebih cepat haus saat ikut berpuasa. Jika ibu menyusui kekurangan cairan, maka akibatnya akan mengalami dehidrasi. Kondisi ini tentunya akan berdampak buruk terhadap  produksi ASI.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan, setidaknya anda harus minum sebanyak 8 gelas per hari atau lebih supaya terhindari dari masalah dehidrasi. Ibu menyusui direkomendasikan untuk meningkatkan asupan cairan selama dua hari sebelum berpuasa supaya terhidrasi. Selain itu, direkomendasikan pada ibu menyusui untuk menghindari paparan panas dan mengurangi aktivitas selama berpuasa.

Apakah Menyusui Saat Puasa Berdampak Buruk Untuk Bayi?

Dampak berpuasa untuk bayi

Berbagai penelitian menyatakan bahwa ibu menyusui yang menjalankan puasa dalam jangka waktu tertentu tidak akan mempengaruhi atau mengurangi produksi ASI. Meskipun sedang berpuasa, tubuh ibu akan tetap menghasilkan ASI dengan jumlah yang sama. Gizi yang terkandung dalam ASI mungkin akan mengalami sedikit perubahan, hanya saja tidak terlalu signifikan.

Ketika menjalankan puasa, pola metabolisme akan disesuaikan oleh tubuh sehingga ASI tetap akan diproduksi dengan kualitas terbaik.

Anda tidak perlu merasa khawatir akan penurunan berat badan bayi karena menyusui sambil berpuasa. Pasalnya, penelitian menyatakan bahwa berat badan si kecil ataupun pertumbuhannya tidak akan mendapatkan dampak buruk sekalipun anda menyusui sambil ikut berpuasa.

Yang paling penting si  kecil menyusui dengan baik. Semakin bayi anda sering menyusui maka kebutuhannya semakin tercukupi, serta produksi ASI akan semakin lancar pula. Hal ini menjadi siklus yang saling menguntungkan di antara ibu dan bayi.

Tips Menyusui Selama Puasa

Tips menyusui selama puasa

Bila memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

Berkonsultasi Pada Dokter

Sebelum memutuskan untuk ikut berpuasa, alangkah lebih baik jika anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Jika kondisi anda dan si kecil memungkinkan, dokter akan memperbolehkan anda berpuasa selama Ramadhan meskipun sedang menyusui.

Perhatikan Usia Bayi

Usia di bawah 6 bulan, bayi sangat tergantung pada ASI sebagai asupan utamanya, karena pada usia itu bayi belum diperbolehkan mengonsumsi makanan selain ASI, terkecuali saat usianya sudah menginjak 6 bulan. Ada baiknya jika anda memutuskan untuk menjalankan puasa setelah usia bayi 6 bulan karena pada saat itu bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Nutrisi yang didapatkan dari makanannya akan memenuhi kebutuhan gizi bayi selama anda menjalankan puasa.

Perhatikan Kesehatan Anda

Tidak menutup kemungkinan saat anda berpuasa ketika menyusui badan akan lemas. Terlebih lagi jika anda memiliki riwayat kesehatan seperti hipertensi, gangguan hormonal dan diabetes, yang akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu, sebelum memulai puasa disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan apakah anda bisa mengikuti puasa meskipun sedang dalam masa menyusui.

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Anda harus memastikan makanan yang anda konsumsi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda sebaiknya memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa ketika ibu berpuasa nutrisi yang terkandung dalam ASI menurun. Kandungan nutrisi yang dimaksud yaitu magnesium, zink dan kalium. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tersebut.

Makanan Kaya Zink

  1. Kerang
  2. Gandum
  3. Daging, dan lain sebagainya

Makanan Kaya Magnesium

  1. Kacang-kacangan
  2. Alpukat
  3. Tempe
  4. Tahu
  5. Sayuran
  6. Ikan

Makanan Kaya Kalium

  1. Alpukat
  2. Pisang
  3. Kentang
  4. Ubi
  5. Ikan
  6. Tomat

Perbanyak konsumsi cairan

Selain memperhatikan konsumsi makanan, anda juga harus memperhatikan asupa cairan. Ini dilakukan supaya anda tidak mengalami dehidrasi saat puasa. Masalah dehidrasi yang dialami oleh ibu menyusui akan mengganggu produksi ASI.

Mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Nah, apabila anda merasakan beberapa tanda dehidrasi seperti urine menjadi kuning cenderung gelap, sangat kehausan, buang air kecil menjadi jarang, lemah dan sakit kepala, maka sebaiknya anda batalkan puasa.

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Isapan bayi saat menyusui pada payudara anda akan membantu produksi ASI. Oleh karena itu, anda jangan khawatir produksi ASI sedikit atau berkurang ketika anda menjalankan ibadah puasa.

Tetap tenang dan percaya diri

Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.

Meminum madu, kurma dan habbtussauda

Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap.

Ibu bekerja

Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan maka produksi ASI akan menurun.   Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.

Harus Memiliki Motivasi Kuat

Kunci sukses menyusui sambil berpuasa salah satunya yaitu memiliki motivasi yang kuat. Jika anda memiliki motivasi yang kuat maka akan membantu anda menjadi lebih semangat dan bertenaga dalam menjalankan puasa sekaligus menyusui buah hati.

Apabila anda masih ragu untuk menjalankan puasa sambil menyusui, tidak ada salahnya jika anda mengurungkan niat untuk berpuasa, terlebih lagi jika anda memiliki rutinitas yang padat dan rentan menyebabkan anda stres.

Menabung ASI

Sebelum datangnya bulan Ramadhan, tidak ada salahnya anda menabung ASI untuk si kecil dengan cara memompa atau memerah kemudian disimpan dalam lemari dingin. Sehingga, jika nantinya ketika anda berpuasa mengalami kondisi khusus yang mempengaruhi produksi ASI,  asupan gizi si kecil tetap akan dapat terpenuhi dengan pemberian ASI perah. Selama berpuasa, anda juga tetap bisa memerah ASI ketika malam hari.

Jangan Paksakan Diri

Jika anda merasa sudah tidak sanggup, sebaiknya jangan paksakan diri. Anda harus  memikirkan kesehatan diri anda dan buah hati. Jika anda merasa sudah tidak kuat, anda sebaiknya membatalkan puasa.

Nah, apabila anda merasakan beberapa tanda dehidrasi sebaiknya segera batalkan puasa. Berikut ini beberapa tanda dehidrasi yang harus anda waspadai:

Merasa Sangat Kehausan

Salah satu tanda dehidrasi yaitu anda akan merasakan rasa haus yang parah. Dehidrasi akan menyebabkan berkurangnya produksi ASI dan akan membahayakan kesehatan ibu. Apabila anda merasakan gejala ini sebaiknya jangan paksakan berpuasa dan minum yang banyak. Untuk menjaga cairan tubuh, anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.

Urine Menjadi Berwarna Gelap dan Baunya Tajam

Tanda kurangnya cairan dalam tubuh yaitu urin berubah warna menjadi gelap dan baunya menjadi lebih tajam. Keadaan ini tentu tidak bisa diabaikan karena akan berbahaya terhadap kesehatan ibu serta produksi ASI.  Jika anda mengalami gejala ini sebaiknya segara batalkan puasa.

Merasa Lemah dan Akan Pingsan

Apabila anda mengalami tanda-tanda seperti lemah, lesu dan akan pingsan, sebaiknya segera batalkan puasa dan beristirahatlah. Gejala yang anda alami ini menandakan bahwa anda membutuhkan asupan nutrisi dan energi yang lebih banyak selama menyusui.

Sakit Kepala

Jika anda merasakan sakit pada beberapa bagian tubuh atau anda merasakan sakit kepala, itu bisa jadi sebagai tanda bahwa anda kekurangan cairan atau mengalami masalah kesehatan yang lainnya. Selain itu, minum minuman yang mengandung kafein juga akan dapat menyebabkan anda sakit kepala. Oleh karena itu, selain menjaga asupan makanan dan cairan, anda juga harus memperhatikan makanan dan minuman yang anda konsumsi. Jika anda merasakan sakit kepala dan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh semakin parah, alangkah lebih baik jika anda segera membatalkan puasa.

Eramuslim.com

Tanda-Tanda Bayi yang Tidak Mendapatkan Cukup ASI

Tanda bayi tidak cukup asi

Ketika anda menyusui, maka anda harus memperhatikan perubahan yang terjadi pada bayi anda. Apakah selama berpuasa bayi anda mengalami perubahan atau tidak. Bisa jadi si kecil tidak mendapatkan cukup ASI. Nah, adapun beberapa tanda bayi tidak mendapatkan cukup ASI di antaranya yaitu:

  • Si kecil jarang buang air kecil yang ditandai dengan popok lebih jarang basah dari biasanya
  • Bayi sering menangis dan gelisah
  • Terjadi perubahan pada fesesnya, feses berwarna kehijauan
  • Bayi mengalami penurunan berat badan atau kenaikan berat badan tidak terjadi

Nah, dengan demikian ibu menyusui boleh ikut berpuasa namun disesuaikan dengan kemampuan ibu dan bayi.  Jika ibu menyusui memutuskan untuk ikut berpuasa, disarankan untuk menjaga asupan makanan dan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Jika anda merasa sudah tidak kuat berpuasa, sebaiknya jangan paksakan diri. Anda harus memperhatikan kesehatan anda, buah hati dan produksi ASI.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel