Tips Melepas Kebiasaan ngempeng Pada Anak

Pertanyaan

Hallo Bu Bidan, saya Susan mempunyai anak laki-laki bulan maret ini usianya 2 tahun. Anak saya tidak bisa lepas dari empeng ( dot ), saya ingin anak saya tidak ketergantungan ama dotnya lagi. Dotnya ini pernah saya cemplungkan ke jamu hitam yang pahit tapi tidak mempan, saya cemplungkan ke air belimbing wuluh juga gak mempan.. saya bingung mesti gimana, kalo saya kasih sambel takutnya sakit perut.. Gimana baiknya yah bu.. karena Juli ini saya masukan ke play group. Waktu free trial untuk sekolah, dia nangis minta empengnya. Saya gak kasih malah ngamuk jadinya terpaksa saya kasih baru diam. Tolong bantuannya.. Terus anak saya tidak suka susu, kalo tidur saja saya kasih baru mau. Jadi sehari cuma 2 kali minum susunya. Berat badan anak saya 11 kilo ( kurus yah bu ).
Terima kasih atas perhatiannya.

Susan

 

Tanggapan Bidanku.com

Salam kenal Bu Susan…
Sebelumnya kami kaget juga baca trik-triknya, hati-hati Bu Susan jangan sembarang mencelup empeng bayi ke sembarang hal, bagaimana kalo jamu hitam tsb terisap dan dapat menyebabkan keracunan pada anak? apalagi ada rencana dicelupin ke sambal segala, jangankan sistem pencernaan anak yang masih “pure”, pencernaan orang dewasa pun bisa keder olehnya..Hati-hati Bu yah…
Sebetulnya menghilangkan kebiasaan anak ini memang sudah lazim susah untuk menghentikannya, tidak ada prosedur standar baku dalam hal menghentikannya, hanya berdasar pengalaman serta kecocokan cara terhadap si anak tsb. Oleh karena itu, bagi ibu-ibu pengunjung Bidanku.com yang telah memiliki pengalaman akan hal ini silahkan share pengalamannya disini…..
Ada orang tua yang setelah si anak ngempeng dia gunting sedikit empengnya, ketika anaknya bertanya dia mengatakan bahwa empeng yang telah disedot kotor dan harus dibuang, lama kelamaan empengnya habis digunting sehingga tidak ada empeng yang tersisa.
Ada lagi yang mengalihkan dengan cara mengganti empeng dengan biskuit atau buah-buahan, ini menurut saya cara yang lebih baik.
Namun hal terpenting dari semunya adalah ketegasan dari orang tua itu sendiri. Kadang orang tua tidak tega atau tidak kuat menahan rengekan anaknya ketika ingin ngempeng, sehingga orangtua mengalah dan kembali memberikan empengnya. Sampai kapan mengalah? ingat Bu, suatu peraturan akan berjalan dgn baik salah satunya jika si pembuat peraturan konsisten akan aturan yang dibuatnya dan orang tua mutlak menentukan peraturan dalam sebuah keluarga bukan anak. siapa yang punya pemikiran lebih jernih dan lebih dewasa? jelas orang tua bukan anak. Jika orangtua menetapkan bahwa kebiasaan empeng harus dihentikan, maka lakukanlah dengan disiplin. Tapi memang hal tsb susah dilakukan dalam seketika, perlu dilakukan secara bertahap dan kesabaran dari orang tuanya sendiri.
Kadang memang kita tidak tega dan kasihan melihatnya, tapi “penderitaan” anak yang merengek justeru akan memberikan hal yang baik bagi dirinya di kemudian hari dan “kesenangan” anak ketika mendapat empengnya kembali justeru memberikan hal yang tidak baik di kemudian hari. Apakah soal ini anak 2 tahun tahu? pasti tidaklah, jelas orangtuanya yang tahu akan hal ini.
Jadi kuncinya disiplin dan kesabaran. Selamat mencoba

Terima kasih Bu Susan atas konsulnya
Semoga bisa membantu

Salam hangat
Bidanku.com

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply