data-ad-format="auto"

Tips Agar Buah Hati Memiliki Pribadi yang Baik dan Prilaku Terpuji

Kita dan semua orangtua tentunya sudah tahu betul bahwa sebuah kepribadian seseorang akan menentukan sikap dan perbuatannya, begitupun yang terjadi pada diri anak-anak.

Inilah sebabnya mengapa orang yang pemalu tidak akan banyak berbicara sewaktu bertemu dengan orang yang baru. Hal ini pula lah yang menjadikan orang yang percaya diri tidak akan memiliki masalah untuk mengekspresikan diri mereka dan bergaul dengan mudah bersama dengan lingkungannya.

Untuk itulah, penting sekali bagi semua orangtua dalam mendidik dan menumbuhkan karakter yang berkualitas pada diri anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi seseorang yang memiliki kepribadian yang baik dan perilaku yang terpuji, baik terhadap lingkungannya maupun terhadap dirinya sendiri.

Dengan begini tentu saja bukan hanya membuat anak akan mudah diterima oleh teman-teman dan masyarakat saja, namun juga membuat mereka akan dengan mudah menjalin koneksi dengan lingkungannya yang baru. Selain itu, tentunya semua orangtua mendamba memiliki anak yang seperti demikian, pasalnya bukan hanya citra sang anak yang akan baik dimasyarakat namun juga penilaian yang baik akan ikut melibatkan kita orangtuanya yang dianggap berhasil dan beruntung memiliki anak yang baik dan berperilaku terpuji.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

agar buah hati menjadi pribadi yang baik

Sebaliknya, anak yang tidak memiliki kepribadian yang baik dan berperilaku sembrono akan pula membawa dampak yang buruk terhadap diri sang anak dan juga penilaian masyarakat terhadap diri kita. Anda tentu tidak ingin jika setiap kali menghadiri rapat orangtua, nama anak anda seringkali disebut sebagai si tukang buat onar bukan? Untuk itulah mendidik dan membangun kepribadian yang baik penting sekali diajarkan pada anak sejak mereka usia dini.

Mendidik dan membentuk kepribadian anak tentu akan menjadi perjalanan yang panjang dan melelahkan untuk ibu dan ayah, namun ini adalah kewajiban yang harus senantiasa ditunaikan. Akan ada banyak rintangan dan cobaan yang mungkin ibu hadapi yang mana salah satunya banyak datang dari diri si anak sendiri dan dari lingkungannya. Apalagi saat anak sudah mulai tumbuh besar dan memiliki pendapat sendiri. Kesulitan untuk mengarahkan anak seperti yang ibu inginkan adalah hal yang paling sering dihadapi. Namun dengan kesabaran dan telaten akan membuat mereka perlahan mengerti dan menerima nasihat serta didikan diberikan. Nah, untuk membantu ibu mendidik anak dan menumbuhkan pribadi yang baik dalam diri anak agar mereka bisa berperilaku terpuji dilingkungannya, maka simaklah poin-poin berikut ini.

1. Tanamkan Nilai-Nilai Agama Sewaktu Mereka Masih Kecil

Begitu pentingnya penanaman nilai keagaaman dalam diri anak, sehingga hal ini perlu sekali diberikan sejak anak masih berusia dini. Bahkan penanaman nilai-nilai ini harus dilakukan sejak anak masih bayi bahkan saat mereka masih berada dalam kandungan. Anak harus diajarkan untuk mengenal Tuhan mereka lewat beberapa kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya dirumah.

Berikan anak pengenalan dan pemahaman keagamaan sejak mereka berusia dini bahkan sejak baru saja lahir. Jika anak sudah dibiasakan menjalankan kegiatannya sesuai dengan nilai-nilai agama yang mereka anut, maka orangtua pun akan mampu menemukan kemudahan dalam mendidiknya. Hal ini dikarenakan anak sudah memeiliki pondasi dasar yang baik dengan nilai-nilai keimanan dari dalam dirinya. Dengan dasar keagamaan yang baik anak akan senantiasa melakukan hal-hal yang positif dan berperilaku terpuji dengan tidak merugikan orang lain.

2. Memahami Perasaan Anak dengan Baik

Sebelum mengarahkan anak dengan lebih spesifik dan memberikan larangan dan nasihat tentang segala hal yang terjadi dalam kehidupannya, maka penting sekali memahami dan menyentuh perasaan anak dengan baik. Ketika perasaan mereka sudah kita pahami, maka orangtua akan lebih mudah mengatur dan mengarahkan anak-anak mereka. Dalam hal ini orangtua harus mampu bersikap empati dan simpati kepada anak-anak mereka. Yang mana hal ini bisa dilakukan dengan memahami sinyal atau tanda-tanda yang disampaikan oleh anak.

Misalkan, ketika sepulang sekolah, anak-anak pulang dengan wajah yang cemberut atau bahkan sedih. Sebagai orangtua tidak semestinya jika kita memberikan beban pekerjaan atau meminta anak melakukan kewajiban belajar mereka yang lainnya. Akan lebih baik jika kita menghampiri mereka setelah mereka berganti pakaian, buatlah komunikasi yang lembut dan tanyakan pada mereka mengapa mereka cemberut.

Atau tanyakan bagaimana kegiatannya disekolah, buatlah mereka berbagi kesedihan dan kekesalannya sehingga membuat mereka kesal dan cemberut. Dengan begini anak-anak akan merasa dihargai dan diberikan perhatian. Ketika anak diberikan simpati dan empati akan lebih sulit bagi mereka membangkang dan menolak anda, dengan begini anda akan lebih mudah mendidik dan mengarahkan mereka.

3. Menerapkan Disiplin Pada Diri Anak-Anak

Membiasakan kedisiplinan pada diri anak adalah yang amat penting yang mana hal ini juga perlu diterapkan pada mereka saat mereka masih kecil. Baik perilaku disiplin dilingkungan keluarga, masyarakat maupun lingkungan sekolah.

Hal penting yang bisa dilakukan untuk menerapkan kedisiplinan pada anak-anak adalah dengan melakukan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan anak, tingkat kematangan dan keselarasan sikap antara guru dan orangtuanya dalam mendidik mereka. Dengan tumbuhnya sikap disiplin pada diri anak akan membuat mereka mampu menghargai waktu danbelajar mengelola waktu menjadi hal-hal yang berguna dimana hal ini tentunya akan terbawa hingga anak-anak dewasa kelak.

4. Berikan Waktu Untuk Anak

Kurangnya pendidikan karakter yang tumbuh dalam diri anak bisa jadi dipengaruhi oleh faktor orangtua itu sendiri. Seperti yang diketahui bahwa peran orangtua adalah sebagai seorang pengasuh dan sekaligus pendidik yang akan menentukan perilaku dan pribadi seorang anak. Pekerjaan orangtua dan kesibukannya ditempat kerja membuat mereka tak mampu menyisakan dan meluangkan waktu untuk bisa mendidik anak-anak mereka dengan baik.

Untuk itulah, sesibuk apapun ayah dan ibu sebaiknya sisakan waktu dan luangkan momen untuk mengawasi dan mengetahui perkembangan anak-anak. Seperti mengetahui bagiamana lingkungan pergaulannya, bagaimana perilaku mereka diluar dan mengetahui siapa saja teman-teman anak. Apalagi alangkah lebih baik jika anda mampu meluangkan waktu berkualitas bersama dengan anak seperti bermain bersama dengan mereka, dan memberikan mereka perhatian. Dengan begini anak akan merasa senang dan membuat mereka menghargai anda.

5. Jadilah Contoh yang Baik

Menumbuhkan kepribadian dan perilaku yang baik pada diri anak tidak hanya terbatas pada teori dan semua nasihat saja. Salah satu pendidikan yang paling jitu diberikan pada anak-anak adalah apa yang mereka alami dan mereka lihat dengan jelas. Jadi sewaktu anda mengharapkan anak-anak menjadi pribadi yang baik dengan perilaku yang terpuji, maka hal yang serupa harus mampu anda miliki dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana bisa seorang anak menjadi baik dan berperilaku terpuji jika orangtua mereka saja tak mampu menjadi contoh dan tauladan yang baik. Untuk itulah, berikan contoh yang baik pada anak-anak, dengan begini perlahan namun pasti mereka akan mulai meniru dan melakukan hal baik yang anda lakukan. Sehingga anda tak perlu repot-repot selalu mengajarkan anak dan mendikte mereka menjadi sosok anak yang anda harapkan setiap waktunya.

Anak-anak yang memiliki kepribadian yang baik akan secara otomatis mampu menjaga tindakan dan perbuatannya agar selalu baik dan terpuji dengan demikian pendidikan karakter dan kepribadian yang baik adalah hal penting yang harus senantiasa diajarkan pada mereka sejak dini.

Loading...

Follow us