Penyakit Lupus dan Kehamilan

4.67/5 (6)

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai kehamilan yang seringkali memunculkan keluhan dan masalah bawaan dari kesehatan ibu hamil. Masalah kesehatan seperti munculnya penyakit ketika hamil harus memerlukan perawatan ekstra untuk tetap menjaga kesehatan ibu dan janin. Lupus merupakan penyakit yang membahayakan sehingga selain memerlukan pemeriksaan secara rutin pada ibu hamil diperlukan perawataan yang khusus untuk menjaga kehamilan.

Penyakit Lupus

Penyakit lupus adalah penyakit yang membahayakan karena dapat menyerang sistem imun(kekebalan), sistem imun yang seharusnya melindungi dari benda asing (kuman dan bakteri). Sistem imun pada penderita penyakit lupus akan menyerang balik pada tubuh. Penelitian yang ditemukan bahwa 90% penderita lupus adalah wanita bahkan ditemukan berdasarkan riset yang dilakukan American Autouimmune Related Disease Association bahwa 75% penderita pertama penderita lupus adalah ketika hamil.

Penyakit lupus merupakan penyakit yang membahayakan sama halnya dengan penyakit kanker atau AIDS. Penyakit lupus baru ditemukan pada penderita ketika sudah memasuki tingkat yang parah sehingga telah terjadi peradangan pada organ tubuh.

Bahkan penyakit lupus sulit dikenali gejalanya.Inilah yang menyebabkan penyakit lupus seringkali disebut dengan penyakit seribu wajah. Gejalanya menyerupai dengan penyakit organ yang diserang oleh imun pada tubuh. Salah satu gejala khususnya adalah ruam warna merah yang membekas di muka menyerupai butterfly.

Penyebab penyakit lupus bukan karena mikroorganisme sehingga penyakit lupus tidak ditularkan oleh kuman atau bakteri. Penyakit lupus berhubungan dengan genetik. Sehingga anda tidak perlu khawatir tertular penyakit lupus dari penderita lupus.

Persiapan Kehamilan Pada Wanita Penderita Lupus

Sebelum merencanakan kehamilan dapat berkonsultasi dengan dokter sehingga dibawah kontrol yang baik. Dengan kata lain dapat segera diatasi apabila mengalami keluhan, risiko dan pengobatan yang tepat. Dalam memilih dokter anda dapat memilik dokter kehamilan yang tepat yang dapat membantu anda dalam menangani penyakit lupus. Selain itu konsultasikan dengan dokter kegiatan dan jadwal anda sehingga tidak mengganggu kehamilan.

Ketika berkonsultasi dengan dokter kebanyakan ibu segan padahal dengan berkonsultasi terhadap keluhan dini yang dialami oleh ibu hamil apalagi gejala yang berhubungan dengan pengembangan dari penyakit lupus akan membantu mengurangi resiko penyakit lupus semakin berat diderita oleh ibu hamil.

Dengan istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang akan menjaga kesehatan selama ibu hamil. Bahkan dengan merencanakan bantuan dari lingkungan selama kehamilan akan membantu mengurangi masalah psikis yang dialami oleh ibu hamil. Meskipun pada umumnya penderita lupus dapat melakukan kehamilan dengan aman.

Penyakit Lupus Pada Ibu Hamil

Wanita yang mengidap penyakit lupus dapat hamil dengan aman asalkan memeriksakan kesehatan secara rutin untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Lupus yang seringkali menyerang usia kehamilan 20-30 tahun merupakan usia yang umum wanita hamil sehingga terkadang memunculkan masalah ketika memasuki masa kehamilan.

Ibu hamil yang mengidap lupus harus memerlukan perawatan ekstra. Penelitian yang dilakukan oleh American College Rheumatology menemukan adanya komplikasi kehamilan pada ibu hamil yang menderita lupus akan tetapi kebanyakan wanita yang menderita lupus akan stabil dan aman selama kehamilan.

Dengan perawatan yang tepat untuk ibu hamil yang menderita lupus akan melahirkan bayi yang sehat. Meskipun demikian kemungkinan menghadapi masalah selama kehamilan pada ibu hamil yang menderita lupus sangat besar.

Masalah kehamilan pada wanita yang menderita lupus mengalami suar yang berkembang pada trimester pertama ataupun kedua. Walaupun demikian suar ringan dapat diobati. Selain itu masalah yang membahayakan dari perkembangan penyakit lupus pada ibu hamil adalah preeklamsia sehingga memerlukan perawatan segera.

Pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia dari perkembangan penyakit lupus 10% kambuh pada minggu ke 20, 8% kambuh pada minggu ke 32. Sedangkan 3% mengalami kambuh pada minggu ke 20. Selain itu para peneliti menemukan 20% wanita mengalami masalah kehamilan karena memiliki faktor resiko sehingga level lupus menjadi tinggi dan juga aktif. Pada Antibodi yang tinggi dapat menyebabkan peluang lebih besar untuk mengalami pengumpalan darah kemudian meningkatkan penyakit lupus di minggu ke 20-32 minggu kehamilan.

Meskipun demikian ibu hamil yang menderita lupus tidak berkecil hati dikarenakan pasien memiliki peluang mempunyai anak dan yang mengembiran lagi bahwa lupus bukan merupakan penyakit turunan yang dapat diwariskan pada anak. Hal ini berdasarkan fakta yang ditemukan hanya 7% kasus anak yang menderita lupus dari ibu hamil menderita penyakit lupus.

Penyakit Lupus Terhadap Janin

Penyakit lupus bukan penyakit keturunan sehingga meskipun ibu menderita lupus anak masih memiliki kemungkinan terhindar dari penyakit lupus. Selama kehamilan untuk menjaga janin tetap sehat diperlukan pemeriksaan yang rutin. Pemeriksaan dilakukan dari dengan dokter penyakit dalam dan dokter kandungan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dan juga dapat menangani kondisi kehamilan. Pemeriksaan yang rutin akan melihat perkembangan janin dan juga memperhatikan obat-obatan yang tidak memiliki pengaruh buruk pada janin.

Pada saat hamil pemeriksaan yang dilakukan dokter akan memeriksa detak jantung bayi dan juga memperhatikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil yang menderita lupus akan mengalami kehamilan yang aman apabila mendapatkan penanganan hingga terhindar dari keguguran,prematur, atau janin lahir mati. Bahkan dapat memperkecil bayi lahir mengalami lupus neonatal ruam yang umumnya akan hilang pada usia bayi 3-6 bulan.

Ibu Menyusui Penderita Lupus

Pada bayi yang dilahirkan dengan lupus memiliki kemungkinan cacat lahir atau mengalami keterbelakangan mental. Pemeriksaan berlanjut setelah bayi dilahirkan sangat penting untuk mengurangi dan mendeteksi penyakit lupus. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita lupus dapat dengan aman untuk diberikan ASI. Sedangkan apabila ibu yang sedang menyusui mengkonsumsi obat-obatan maka ibu menyusui dapat berkonsultasi dengan dokter. 

Setelah bayi lahir maka anda harus lebih percaya diri. Dokter akan membantu anda dalam mengenali perubahan fisik dan psikis pasca melahirkan. Ibu menyusui yang menderita lupus harus tetap percaya diri dan berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mendukung pemberian ASI ekslusif.

Dengan demikian wanita yang menderita lupus dapat hamil dengan aman. Bahkan dapat menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan asalkan mendapatkan konsultasi dari ahli medis sehingga dipantau perkembangan kehamilan. Ibu hamil yang menderita lupus harus mendapatkan dari lingkungan dan perawatan ekstra sehingga mengurangi masalah kehamilan dari pengembangan penyakit lupus.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel