Penyakit Diabetes, Penyebab, Gejala dan Penanganan

Salah satu penyakit pembunuh yang paling banyak terjadi dan menyerang masyarakat Indonesia saat ini adalah penyakit diabetes. Banyak orang merasa khawatir dan takut bila kondisi penyakit yang menyerang akan mempengaruhi tubuhnya dan membuat ia tidak dapat melakukan aktivitas seperti sediakala. Penyakit yang lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan yang kurang baik ini memang cukup menjadi salah satu pemicu kematian yang paling menakutkan. Umumnya, penyakit diabetes lebih banyak menyerang orang-orang pada usia yang lebih lanjut. Akan tetapi, saat ini tidak sedikit pula mereka yang masih dalam usia produktif mengalami kondisi penyakit yang serupa.

Awalnya banyak orang yang tidak sadar bahwa ternyata mereka menderita diabetes. Dibeberapa negara maju seperti Amerika misalnya, dari sebanyak 16 juta sekitar 7 juta orang diantaranya baru mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes dan mulai mengalami komplikasi diberbagai organ tubuhnya. Sementara itu, di negara-negara Asia, lebih dari 50% bahkan lebih penderita diabetes mengalami hal yang serupa.

Usia 40 tahun keatas, adanya riwayat penyakit turunan dan badan yang terlalu gemuk menjadi segelintir faktor utama seorang mengidap penyakit dengan sebutan lain kencing manis ini. Lantas apa sebenarnya penyakit diabetes itu? Untuk lebih lanjutnya mari simak pembahasan dibawah ini.

Apa Itu Diabetes

Diabetes (diabetes melitus) adalah sebuah kondisi penyakit jangka panjang atau kronis yang terjadi dengan ditandai adanya kadar gula darah (glukosa) yang jauh diatas normal. Dalam tubuh keberadaan glukosa memang memainkan peranan yang amat penting untuk kesehatan kita sebab glukosa berperan sebagai sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan yang ada dalam tubuh kita.

Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Indonesia sendiri termasuk kedalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013 sendiri, pengidap penyakit diabetes di Indonesia diperkirakan telah mencapai telah mencapai 8,5 juta orang dengan kurun usia pada orang dewasa dan orang lanjut usia yakni dari 20 sampai dengan 79 tahun. Data ini dikutip dari Federasi Diabetes Internasional. Akan tetapi, kurang dari 50% dari mereka belum menyadarinya.

Gejala Penyakit Diabetes

Amat penting untuk setiap individu dapat mengetahui gejala awal dari setiap penyakit yang menyerang kedalam tubuh, termasuk dengan penyakit diabetes. Hal ini dikarenakan pendeteksian lebih dini tentu akan dapat menyelamatkan anda dari kondisi terburuk penyakit yang menyerang anda. Baik bagi yang beresiko tinggi ataupun mereka yang merasa sehat ataupun tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit serupa.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan lebih cepat hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. bahkan dalam beberapa hari saja. Sementara banyak penderita diabetes tipe 2 tidak menyadari bahwa sebenarnya penyakit ini sudah mereka derita selama bertahun-tahun lamanya. Hal ini terjadi karena pada umumnya gejala dari penyakit diabetes sendiri tidaklah terlalu spesifik. Adapun beberapa gejala diabeter tipe 1 dan 2 dapat meliputi:

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Seringkali merasa haus
  • Rasa lapar yang ekstrem
  • Berkurangnya massa otot
  • Turunnya berat badan yang terjadi secara berlebihan namun dengan alasan yang tidak jelas.
  • Terdapat keton didalam air seni. Keton adalah produk lain dari metabolisme yakni berupa otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin dalam tubuh tidak mencukupi kebutuhan
  • Mudahnya merasakan lelah atau kelelahan yang seringkali terjadi
  • Luka yang lama sembuh
  • Seringkali mengalami infeksi, misalnya infeksi pada bagian gusi, vagia, saluran kemih atau pada bagian kulit.

Apabila anda atau orang terdekat anda menujukan gejala-gejala diatas maka segera periksakan kondisi ini ke dokter. Pendeteksian lebih dini akan penyakit ini akan dapat memungkinkan si penderita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes yang sedang dialami.

Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Didalam tubuh semua sel dalam tubuh manusia akan memerlukan zat glukosa untuk dapat melakukan keseharian dan menjalankan aktivitasnya dengan normal. Kadar zat gula didalam darah pada umumnya dapat dikendalikan oleh hormon yang dinamakan dengan hormon insulin dimana hormon ini diproduksi oleh pankreas, yakni organ yang terletak pada bagian belakang lambung. Akan tetapi, organ pankreas miliki penderita diabetes tidak lagi mampu memproduksi sejumlah insulin sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Tanpa insulin, sel-sel didalam tubuh tidak akan dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi. Jadi demikian, pada penderita diabetes umumnya mereka akan sangat dibatasi dalam mengkonsumsi sejumlah makanan dengan kandungan glukosa yang tinggi, bahkan konsumsi nasi pun akan diukur selama proses penanganan diabetes.

Resiko Diabetes Pada Ibu Hamil

Jangan salah, diabetes pun terkadang akan dapat menyerang ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilannya. Sehingga kondisi ini membuat tubuh mereka tidak dapat memproduksi cairan insulin untuk dapat menyerapnya dengan baik. Diabetes dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 sampai dengan 18 orang dari sebanyak 100 wanita hamil.

Ibu hamil yang menderita diabetes tipe 1 juga akan memiliki resiko yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi ini akan dapat berdampak terhadap kesehatan si ibu dan janin didalam kandungannya. Untuk itu, amatlah penting bagi para penderita diabetes yang tengah hamil untuk dapat menjaga keseimbangan gula dalam darahnya dengan baik. Mengingat kondisi ini, ibu hamil perlu menjalankan pola diet yang sehat dan seimbang.

Ibu yang tengah hamil sebaiknya lebih bijak dan cermat dalam memantau kadar gula didalam darahnya, terutama pada trimester kedua kehamilannya yakni pada sekitar udia minggu ke 14 sampai dengan 26. Sebab pada masa inilah diabetes kehamilan umumnya akan dapat berkembang dan kemudian menghilang setelah ibu melahirkan.

Akan tetapi demikian, pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami diabetes kehamilan umumnya akan sekitar 3 kali lebih tinggi meingkatkan kemungkinan resiko diabetes dibandingkan populasi pada umumnya. Untuk itulah ibu hamil perlu benar-benar memberikan perhatian penuh agar kondisi penyakit ini bisa dihindari dengan baik.

Untuk itu, hindari mengkonsumsi makanan dengan kandungan glukosa yang tinggi. Sebab kondisi ini akan sangat mempengaruhi gula darah dalam tubuh anda. Menerapkan pola diet yang sehat dan rendah gula adalah langkah awal dalam mendukung kesehatan anda dan mencegah kemungkinan buruk dari kondisi penyakit ini.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari penjelasan artikel kali ini. Semoga dengan menyaksikan penjelasan kali ini dapat meningkatkan rasa waspada anda terhadap kesehatan sehingga anda dapat lebih menjaga tubuh anda agar tidak terpapar dengan penyakit. Memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang sehat tentu menjadi awal pencegahan yang bijak terhadap paparan penyakit yang akan mungkin menyerang tubuh anda.

Demikianlah semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan. Sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply