Peneliti Temukan Jenis Kanker Mata Baru Pada Bayi

Kanker mata atau yang lebih dikenal dengan retinoblastoma biasanya kerap terjadi pada area mata di bagian belakang yang peka terhadap rangsangan cahaya yakni retina. Kanker ini bisa saja terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Mencengangkannya lagi, sebuah studi yang dilakukan di Kanada baru-baru ini, para peneliti menemukan kanker mata dengan jenis yang baru yang penyebabnya tidak dipengaruhi oleh serangan sel kanker. Kanker yang satu ini juga perkembangannya begitu cepat pada mata bayi yang usianya masih begitu muda, yakni 4-6 bulan.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Brenda Gallie dari Princess Margaret Cancer Center di University Health Network (UHN) yang berpusat di Toronto menemukan, retinoblastoma agresif ini penyebabnya dipicu oleh adanya sebuah gen kanker tunggal atau onkogen pada bayi, bahkan sel-sel kanker ini bisa menyerang sejak si bayi masih berada dalam rahim sang ibu. Parahnya, kanker mata jenis ini rentan menyerang dan ditemukan pada anak-anak dari keluarga yang tak punya riwayat terkena kanker mata. Dr. Brenda Gallie menyatakan, Retinoblastoma yang banyak ditemukan biasanya diawali dengan terjadinya kerusakan pada kedua salinan gen penekan tumor yakni RB1. Dan juga pada banyak kasus yang ditemukan, retinoblastoma dengan jenis ini cenderung bersifat turunan dan dapat menyerang salah satu atau bahkan kedua mata si anak, termasuk risiko yang sama yang akan dialami oleh saudara-saudaranya, terang sang dokter.

Namun berbeda dengan kanker mata baru ini, setelah mereka mengangkat sebuah tumor besar pada pasien bayi yang usianya masih begitu muda, dari sana mereka menemukan terdapat kandungan onkogen yang dapat menyebabkan munculnya jenis retinoblastoma baru tersebut. Namun anehnya mata si bayi atau anak lainnya yang berasal dari satu anggota keluarga yang sama tidak beresiko terserang retinoblastoma yang sama, tambahnya. Lagipula tumor yang disebabkan oleh onkogen ini ukurannya juga akan lebih besar daripada tumor pada anak yang mengalami retinoblastoma ‘warisan’ diusia yang sama. Sebagaimana dilansir dari zeenews Dr. Gallie menjelaskan, “Diagonisis awalnya bisa dilakukan dengan memastikan apakah pupil mata pada anak mereka berwarna putih atau malah sebaliknya berwarna hitam, jelasnya.”

Namun meski hingga saat ini meski jumlah angka penderita tumor retinoblastoma unilateral yang terjadi hanya sebesar dua persen, diprediksi sekitar 1 dari 5 bayi yang telah didiagnosis dengan kanker mata saat usianya masih dibawah enam bulan sebenarnya retinoblastoma yang menjangkit para bayi tersebut penyababnya banyak dipicu oleh onkogen. Namun untungnya seluruh bayi yang terkena tumor mata jenis baru ini sudah dapat disembuhkan dengan cara menempuh jalan operasi. Dr.Gillie beserta para peneliti terdahulu mengasumsikan tumor retinoblastoma itu pasti terjadi karena dipicu oleh hilangnya gen retinoblastoma. Namun dengan adanya studi tersebut, mengungkap fakta baru bahwa retinoblastoma jenis baru yang gen retinoblastomanya normal namun disebabkan oleh salinan ekstra yang bersumber dari gen kanker yang begitu kuat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker yang begitu cepat sebelum bayi dilahirkan. Belajar dari kasus-kasus kanker mata terdahulu, rata-rata pasien yang didiagnosis ketika usianya baru empat bulan, tutupnya.” Studi resmi ini telah dipublikasikan dalam jurnal penelitian ‘Lancet Oncology’.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Loading...

Follow us