Menjalani Operasi Caesar lagi, Amankah?

5/5 (2)

Bagi ibu hamil sebaiknya anda sangat mempertimbangkan kelahiran pertama bayi anda, salah satunya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya operasi caesar. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk menjalani persalinan normal pada kehamilan kedua usai operasi caesar disesuaikan dengan kondisi kesehatan anda dan janin akan tetapi memiliki resiko yang tinggi hingga membutuhkan saran dokter dalam menentukan persalinan normal setelah operasi caesar. Lantas bagaimana dengan operasi caesar yang dilakukan berulang ulang? Berapa kali batas maksimal melakukan operasi caesar pada ibu hamil. Mengingat operasi caesar adalah metode pembedahan yang dilakukan pada perut dan untuk mengurangi resiko sayatan yang dialami oleh wanita yang telah melahirkan caesar maka sebaiknya anda membatasi persalinan caesar. Beberapa ahli medis menyarankan bahwa operasi caesar sebaiknya dibatasi, ibu hamil disarankan tidak melakukan operasi caesar lebih dari tiga kali, hal ini untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pengaruh buruk dari operasi caesar. Operasi caesar yang berulang-ulang hingga mencapai 4 kali opeasi caesar pada ibu hamil akan meningkatkan resiko pengangkatan rahim atau dikenal dengan istilah histerektomi, sedangkan bagi ibu hamil yang melakukan persalinan mencapai 5-6 kali akan meningkatan  resiko transfusi darah. Selain itu operasi caesar yang dilakukan berulang-ulang akan memungkinkan timbulnya beberapa komplikasi.

Berikut adalah beberapa resiko operasi caesar yang berulang ulang :

1.  Gangguan pada bagian perut

Sama halnya dengan operasi pembedahan yang dilakukan pada bagian perut, operasi caesar yang berulang ulang akan menimbulkan adhesi, yaitu timbulnya ketidaknyamanan sampai rasa sakit pada bagian perut.

2.  Kondisi pecah rahim

Kondisi pecah rahim berhubungan dengan bekas luka di dalam rahim yang masih rentan robek. Sehingga meningkatkan resiko kematian bayi hingga 10 kali lebih besar.

3.  Plasenta previa

Dengan melakukan operasi caesar yang berulang ulang, maka membuat plasenta yang dekat dengan rahim sehingga meninggalkan resiko keguguran dan pendarahan yang mengakibatkan wanita memerlukan transfusi darah.

4.  Placenta accrete

Pada bekas luka caesar yang terjadi maka dapat meningkatkan resiko terjadinya plasenta yang menempel di dinding rahim. Sehingga kemungkinan akan terjadi kerusakan rahim atau pendarahan.

Dengan demikian bagi anda sebaiknya sangat menjaga kehamilan agar dapat mengurangi resiko terjadinya operasi caesar, apalagi dikehamilan pertama anda. Operasi caesar yang berulang ulang hingga mencapai 4-6 kali akan meningkatkan resiko kesehatan yang buruk untuk wanita yang melakukan operasi caesar.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply