data-ad-format="auto"

Makan Sebelum dan Setelah Olahraga Diperlukan, Mengapa?

Salah satu cara menerapkan pola hidup yang sehat, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan rutin berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat untuk tubuh, diantaranya adalah mampu membakar lemak yang menumpuk pada tubuh, yang mana penimbunan lemak tersebut kerap menjadi salah satu penyebab kegemukan hingga obesitas pada seseorang. Selain itu olahraga juga mampu meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Aktivitas dan pergerakan yang dilakukan selama berolahraga dipercaya mampu membuat tubuh terasa lebih bugar dan ringan. Namun meski demikian, asupan energi untuk melakukan gerakan-gerakan yang dilakukan dalam olahraga tentu tak boleh dilewatkan.

Saat melakukan olahraga, tubuh membutuhkan energi, apalagi saat jenis olahraga yang anda lakukan adalah olahraga yang berat. Dan untuk memenuhi kebutuhan energi yang optimal anda butuh makan sebelumnya. Dengan makan maka asupan energi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga anda siap dan bersemangat melakukan olahraga. Namun sebenarnya, energi tak hanya berupa makanan saja. Tubuh pun memiliki cadangan energi yang disebut dengan glikogen. Saat dibutuhkan oleh tubuh, zat glikogen ini akan dicerna tubuh menjadi energi. Untuk itulah, mengapa sebagian orang tetap bisa melakukan olahraga meskipun tanpa melahap makanan sebelumnya.

Makan sebelum melakukan olahraga adalah sebuah usaha untuk mendapatkan tambahan energi sehingga mampu berolahraga dengan baik. Akan tetapi, tidak semua makanan baik untuk dikonsumsi saat hendak melakukan olahraga. Untuk itu, sebaiknya pilihlah makanan yang rendah lemak dan tinggi akan protein. Dan santaplah makanan dua atau tiga jam sebelum melakukan olahraga. Dan jangan langsung melakukan olahraga ketika anda baru saja menyantap makanan, hal seperti ini bisa memicu rasa sakit pada perut terutama saat anda melakukan olahraga lari. Rasa sakit ini dipicu karena setelah makan, lambung akan mencerna dan memproses makanan, proses inilah yang akan menyebabkan rasa sakit.

Setelah berolahragapun bukan berarti tubuh anda tidak lagi memerlukan energi. Aktivitas berolahraga anda telah membakar glikogen yang merupakan “isi” dari otot. Ketika glikogen habis terbakar, itu artinya isi dari otot anda telah kosong. Sehingga setelahnya anda harus kembali mengisinya dengan asupan makanan yang tepat. Menurut seorang pakar nutrisi dan fitness asal Amerika Serikat yakni, JJ Virgin mengungkapkan bahwa makan setelah olahraga amat penting untuk sebuah proses yang disebut pemulihan otot pada keadaan yang semula atau sistetis kembali protein otot. Selain itu, tubuh pun membutuhkan asupan karbohidrat untuk kembali mengisi energi otot dan protein untuk kembali membangun otot-otot saat melakukan olahraga. JJ Virgin juga menambahkan bahwa satu jam pertama sehabis melakukan olahraga adalah periode emas pembentukan otot-otot, sehingga saat tersebut adalah waktu terbaik untuk mengasup nutrisi yang dibutuhkan dalam proses pembangunan otot.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Namun, meski karohidrat direkomendasikan, sebaiknya hindari fruktosa sebagai sumber karbohidrat yang anda konsumsi. Karena fruktosa dapat memperlambat pembakaran lemak pasca olahraga. Untuk itu, sebaiknya hindari konsumsi jus buah atau minuman-minuman sirup setelah berolahraga. Sebaliknya, pilihlah karbohidrat kompleks dengan kombinasi protein, lemak sehat dan makanan yang kaya akan serat.

Loading...

Follow us