Kenali Perilaku Orangtua yang Pengaruhi Anak Tumbuhkan Bakatnya

Akan tetapi melahirkan generasi yang cerdas dengan bakat yang hebat tentunya tidak didapat dengan mudah semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan perjuangan dan dedikasi yang tinggi dari orangtua mereka untuk mendidik dan membantu anak mengembangkan bakatnya. Adalah kesabaran dan ketekunan yang harus dimiliki oleh orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka agar tumbuh cerdas dan berbakat.

Bukan hanya mengembangkan bakat akademis dengan mengirimkan anak ke sekolah. Di sisi lain orangtua juga memegang peranan yang besar dalam membimbing dan membantu anak mengembangkan minat dan bakatnya. Sebab dikeluargalah anak-anak umumnya banyak menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Untuk itulah, orangtua harus mampu mengupayakan segala hal yang bisa mendukung dan membantu anak dalam menumbukan bakat anak.

Nah, dalam upaya menumbuhkan bakat anak, peran orangtua akan sangat menentukan. Sebab, orangtua merupakan pondasi pengembangan bakat anak-anaknya. Untuk itulah, segala bentuk sikap dan perilaku pada diri orangtua akan berpengaruh pada anak, terutama mempengaruhi anak dalam menumbuhkan bakatnya. Dalam arti lain, ketika anda menginginkan anak anda sukses, maka beberapa bagian kesuksesan pada diri anak tersebut akan ditentukan dalam lingkungannya di keluarga, apakah linkungan keluarganya mampu mendukung kesuksesannya tersebut atau tidak.

Tidak banyak orangtua yang tidak sadar jika perilaku keseharian mereka, ikut menyumbang setiap pundi-pundi yang menentukan anak dimasa depannya kelak. Untuk itulah, sudah saatnya kini orangtua merubah segala hal buruk dan kebiasaan dalam keluarga yang seringkali tak disadarinya. Hal ini tentunya semata-mata demi membantu anak mereka untuk bisa mengembangkan bakatnya.

Lantas, hal apa sajakah dari perilaku orangtua yang dapat menumbuhkan bakat pada buah hatinya? Yuk, kita simak dibawah ini.

1. Menjadi Pendengar yang Baik

Seringkali sebagai orangtua kita menganggap bahwa peraturan dan kebijakan sepenuhnya berada ditangan kita. Dan tanpa disadari, hal ini membuat kita mengabaikan anak-anak dan tidak mendengarkan apa yang mereka inginkan. Sehingga pada akhirnya, tak jarang kita terkesan terlalu mendikte anak-anak menjadi apa yang kita inginkan. Namun, jika hal ini terus-terusan dilakukan, tentunya mustahil bagi orangtua bisa mengenali dan mengetahui apa yang menjadi minat dan bakat pada anak.

Untuk itulah, belajarlah untuk membuka diri dan mendengarkan isi hati mereka. Betatapun dengan mendengarkan anak-anak tidak akan menjadikan orangtua menjadi satu langkah lebih rendah atau setara dengan anak-anak. Justru sebaliknya, orangtua yang mampu memposisikan diri menjadi teman anak untuk mencurahkan hatinya akan cenderung lebih mudah memahami anak-anaknya dan mengenali apa yang menjadi minat si anak. Nah, dari sinilah ketika orangtua memahami minat dan bakat si anak, maka akan semakin mudah untuk kita membantu mereka mengembangkan bakatnya.

2. Nikmatilah Setiap Waktunya!

Tidak semua orangtua menjalani aktivitas sehari-hari mereka dengan penuh kesadaran dan menikmatinya. Sebagian dari orangtua menganggapnya sebagai rutinitas sehari-hari yang dilakukan berulang-ulang sebagai kebiasaan, bahkan tak sedikit diantaranya yang menggangap hal tersebut sebagai sesuatu yang melelahkan dan membosankan. Akan tetapi, membangun kesadaran diri adalah hal yang bermanfaat untuk membina hubungan yang baik dan efektif bersama dengan anak-anak, serta membangun situasi yang kondusif untuk semain menumbuhkan bakat pada si anak.

Untuk itulah, jangan pernah menganggap rutintas sehari-hari anda menjadi sebuah beban yang terpaksa anda jalankan. Sebaliknya, nikmatilah setiap momennya dan jalin komunikasi lewat hubungan baik bersama dengan anak-anak untuk mengenali apa bakat dan minat yang mereka miliki.

3. Membangun Kepedulian

Tidak sedikit orangtua yang seringkali mengabaikan anak-anak mereka. Umumnya, hal ini lebih banyak menimpa orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter. Dimana orangtua menganggap harus ada batasan antara anak dan orangtuanya.

Rasa peduli yang dimiliki oleh orangtua terhadap anak-anaknya akan memudahkan anda dalam memberikan ruang dan dukungan yang tepat bagi mereka, sehingga rasa percaya diri pada anak-anak untuk mengembangkan bakatnya akan secara otomatis bisa mereka dapatkan. Untuk itu, jadilah orangtua yang mampu memberikan dukungan pada anak-anaknya agar mereka lebih mampu mengembangkan bakatnya dengan lebih mudah.

4. Hindari Memaksakan Obsesi Pada Anak

Seringkali cita-cita orangtua dimasa lampau yang belum tercapai membuat obsesi mereka ditanamkan pada anak-anaknya. Hal ini seringkali mereka lakukan dengan melakukan segala dan mengarahkan anak mereka agar mencintai dan memintati cita-cita anda. Seringkali orangtua tidak menyadari bahwa sesungguhnya hal ini dilakukan dengan mengabaikan minat anak-anaknya sendiri. Untuk itulah, jadilah orangtua yang bijak dengan memberikan anak-anaknya kebebasan untuk memilih dengan leluasa apa yang menjadi bakat dan keinginannya. Dengan begini anak-anak akan dengan senang hati menjalani dan mengembangkan hal tersebut jika itu adalah pilihan hatinya.

Daripada memaksakan kehendak anda, akan lebih baik jika anda mendukung mereka dan terus membimbing anak anda.

5. Menjadi Contoh dan Teladan yang Baik

Sudah bukan hal yang asing ditelinga kita bahwa anak-anak adalah peniru yang ulung. Segala hal yang mereka lakukan umumnya sebagian besar mereka adaptasi dari lingkungannya. Dimana hal ini juga terjadi dilingkungan keluarganya, anak-anak akan cenderung melihat dan secara otomatis meniru segala perilaku yang dilakukan oleh orangtuanya.

Untuk itulah, guna membangun dan membantu anak dalam membangun minat dan bakatnya, maka menjadi contoh dan teladan yang baik adalah hal yang penting untuk dilakukan. Usahakan dan upayakan segala cara agar sebisa mungkin segala perilaku dan sikap yang anda tunjukan pada anak adalah sesuatu hal yang positif, sehingga ketika hal ini diadaptasi oleh anak-anak akan baik pula untuk dirinya.

6. Memuji Keberhasilan Anak

Memberikan anak sebuah penghargaan atas pencapaian dan kerja keras yang telah ia lakukan adalah hal yang penting untuknya. Dengan begini, anak-anak akan lebih termotivasi untuk melakukan lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Tidak perlu memberikan mereka dengan hadiah yang mewah dan berhaga maha. Memberikan Penghargaan seperti bentuk pujian akan membuat mereka senang dan semakin termotivasi semangatnya. Selain itu, belajarlah untuk menghargai kerja keras yang anak lakukan, bukanlah hasil akhir yang mereka dapatkan.

Minat dan bakat pada diri anak sebagian besar dipengaruhi oleh perilaku dan sikap orangtua. Untuk itulah, memperhatikan dan menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak adalah hal yang harus senantiasa dimiliki oleh orangtua.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply