data-ad-format="auto"

Tips Terapkan Aturan Memberikan Uang Saku Pada Anak

Pada dasarnya pelajaran mengenal keuangan dan menghabiskan uang untuk jajan sudah seringkali dipahami oleh anak-anak terlebih dahulu.

Meskipun orangtua mereka mengklaim bahwa mereka tidak pernah mengajarkan anak-anaknya untuk jajan dan mengenal uang, namun pada kenyataannya di usia mereka yang masih begitu balita, anak-anak sudah mengenal jajan dan pergi ke warung untuk berbelanja. Nah, jika sudah begini terkadang orangtua dibuat bingung bagaimana harus menghadapi anak-anaknya. Dan pertanyaan yang paling sering muncul dalam benak para orangtua adalah berapakah besarnya jumlah uang saku yang harus diberikan?

Memberikan uang saku pada anak seharusnya menjadi sarana manajeman keuangan yang baik yang bisa diterapkan oleh anak-anak. Dan tentunya, anak-anak yang masih balita tidak akan mempu menerapkan konsep ini mengingat mereka masih terlalu kecil. Untuk itulah, sewaktu orangtua menghadapi anak-anak balita mereka yang sudah mulai mengenal jajan dan menghabiskan uang, maka sebaiknya hal ini dikembalikan pada orangtua. Tidak sebaiknya, anak-anak yang masih balita senang dengan jajan dan menghabiskan uang. Dengan demikian bagi orangtua yang memiliki anak balita, sebaiknya orangtua mampu mengontol dan mengupayakan agar kebiasaan ini tidak berkembang menjadi kebiasaan buruk.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Nah, lantas bagaimana dengan anak-anak yang sudah mulai masuk sekolah tanpa ditemani dengan orangtuanya? Lain lagi kasusnya dengan hal ini. Jika sebelumnya anak-anak balita sebaiknya tidak diperkenalkan dengan jajan dan menghabiskan uang. Mungkin lain lagi dengan anak-anak yang sudah mulai masuk sekolah. Anak-anak diusia sekolah sepertinya perlu diberikan uang saku agar ketika mereka beristirahat, mereka tidak kepalaran karena tidak bisa membeli makanan disekolahnya.

Namun sebenarnya ibu, tahukah anda. Memberikan uang saku pada anak-anak yang sekolah tidak difungsikan agar anak-anak bisa jajan disekolah dan mengganjal perut mereka agar tidak kelaparan. Kebanyakan para pakar keuangan menyebutkan bahwa memberikan uang saku pada anak bisa dijadikan media untuk anak bisa mengelola keuangannya sejak dini. Dengan memberikan mereka uang saku, bukan berarti orangtua bisa menghambur-hamburkan uang untuk mereka. Sebaliknya, ketika uang itu diberikan kepada anak, mereka akan dapat membuat keputusan-keputusan pembelian yang lebih tepat. Selain itu, tanggung jawab anak untuk bisa mengelola dan mengalokasikannya dengan baik akan secara tidak langsung membuat anak belajar manajemen keuangannya sejak dini.

Lantas, bagaimana sih agar pemberian uang saku pada anak ini bisa dimanfaatkan oleh mereka dengan maksimal? Jawabannya tentu saja berbeda, karena tentunya setiap anak memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Namun demikian, beberapa hal ini bisa dijadikan rambu-rambu untuk orangtua bisa menerapkan aturan pada anak sewaktu memberikan uang saku.

Kapankah Waktu yang Tepat Memberikan Uang Saku Pada Anak?

Seringkali pertanyaan yang banyak tersimpan dalam benak para orangtua saat hendak memberikan anak mereka uang jajan adalah kapankah waktu yang diperbolehkan untuk memberikan uang tersebut pada anak. Hanya saja, hingga saat ini jawabannya tetap sama, tidak ada ukuran yang menjelaskan secara resmi kapan waktu yang tepat memberikan anak uang jajan karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Akan tetapi, sewaktu anak mampu mengekspresikan keingannya dalam hal-hal yang bersifat materi, itulah saat anda perlu memberikan mereka uang saku. Uang dapat diberikan pada anak-anak pada saat usia anak sekitar 3-5 tahun, namun ini pun tergantung pada kondisinya.

Sebagaimana dijelaskan oleh seorang pakar Parenting ternama bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan banyak orangtua adalah terlambat memulai dan mengawali kebiasaan ini. Sebagian besar orangtua pada umumnya lebih mengulur waktu hingga anak mereka remaja dikisaran usai anak 8 hingga 10 tahun, sehingga hal inilah yang membuat anda melewatkan kesempatan untuk dapat membahas masalah keuangan dengan anak yang masih mau mendengarkan orangtuanya.

Ketika anak mulai beranjak remaja, mereka akan mulai mendapatkan banyak pengaruh dari luar, seperti hal teman-teman dan lingkungannya, sehingga pada akhirnya mereka akan menghabiskan uang sakunya untuk hal-hal yang mereka sukai daripada menuruti arahan anda orangtuanya.

Jangan Berikan Terlalu Sedikit

Setiap orangtua tentunya berhati-hati dalam memberikan uang saku pada anaknya. Mereka akan menjaga agar jumlah uang yang diberikan pada anak tidak terlalu besar. Hal ini tentunya dilakukan dalam rangka untuk mengajarkan anak lebih menghargai jerih payah orangtua mereka dan mereka khawatir jika nantinya anak tumbuh menjadi pribadi yang berfoya-foya karena terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Berapa jumlah uang saku yang harus diberikan, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan usia anak. Anda juga tak perlu mengambil patokan berapa jumlah orangtua lain memberikan uang saku untuk anaknya. Hanya saja, betapapun pengasilan setiap orangtua berbed-beda, begitupun dengan kebutuhnya setiap anak.

Berikan jumlah uang saku berdasarkan apa yang anda harapkan dilakukan oleh anak anda bersama dengan uangnya. Apakah uang tersebut dipergunakannya untuk membeli makanan selama di sekolahnya atau uang tersebut bisa mereka alokasikan untuk hal-hal kecil yang menuntut mereka membayarnya tanpa meminta pada orangtua. Semisal, seperti anda meminta mereka untuk bisa menyisihkan sedikit uang jajan mereka barangkali di sekolah mereka harus membayar sendiri iuran photocopy untuk tugasnya. Ketika anda memberikan mereka terlalu sedikit uang jajan, maka hal ini tentunya akan sulit bagi mereka melakukannya. Untuk itulah, sesuaikan jumlah pemberian uang saku anda dengan kebutuhan anak-anak anda.

Jangan Pernah Menjadikan Uang Saku Sebagai Imbalan Untuk Kewajibannya

Seringkali orangtua memberikan embel-embel pada anak mereka dengan menambah jumlah pemberian uang saku saat mereka mau mengerjakan pekerjaan rumah dan PR dari sekolahnya. Akan tetapi, hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Bagaimanpun, tugas tersebut adalah tanggung jawab anak sebagai pelajar. Jika anda memberlakukan embel-embel atas kewajiban yang sudah seharusnya dilakukan anak-anak, maka dikhawatirkan hal ini malah akan membuat mereka menjadi pemalas dan tidak mau melakukan hal tersebut tanpa diberikan imbalan.

Memberikan uang saku pada anak memang menjadi hal yang seringkali membuat orangtua kebingungan. Di satu sisi hal ini menjadi begitu penting untuk membekali mereka disekolah dan mengajarkan anak bagaimana mengelola keuangannya sejak dini. Di sisi yang lain, seringkali kita khawatir jika kita memberikan jumlah yang tidak tepat. Untuk itulah, mengetahui beberapa aturan diatas adalah hal yang penting sebelum memberikan uang saku pada anak.

Loading...

Follow us