Dosis Potasium Kelewat Batas, Willow Meninggal

Tumbuh kembang anak menjadi fokus utama orang tua, apalagi bila anak sudah dapat bergerak aktif. Pada usia anak 20 bulan yang sudah dapat bereksplorasi dengan ligkungan berbeda dengan Willow Kemp yang hanya bisa berbaring dan tidak menikmati proses belajar berjalan atau mengenal lingkungan sekitarnya.

Kondisi yang dialami oleh bayi lucu ini merupakan kondisi yang berhubungan dengan gangguan jantung dan paru-paru sehingga membuat Willow harus dirawat di rumah sakit. Rumah sakit tempat Willow di rawat, Royal Manchester Children's Hospital melakukan perawatan dengan prosedur bernama gastrostomy secara terjadwal.

Gastrostomy umumnya digunakan sebagai prosedur sementara sehingga dapat terhindar dari ketidaknyamanan hisap nosogastrik yang berkepanjangan dengan mengikuti prosedur perut utama sebagai subtotal dan gastrektomi vagotomy, kolektomi dan juga sebagainya. Gastrostomy dianggap sebagai alasan untuk membantu pasien yang berisiko terhadap kesulitan paru-paru atau kesulitan nutrisi pasxa operasi.

Dengan menggunakan prosedur gastrostomy, Willow dapat bertahan hidup akan tetapi mengalami gangguan yang berhubungan dengan kadar potassium di tubuh Willow yang mengalami naik turun secara drastis, meskipun prosedur gastrostomy yang dialaminya lancar.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Untuk menstabilkan kadar mineral di dalam tubuh Willow maka diberikan pottasium oleh petugas farmasi untuk memberikan obat ke si kecil. Beberapa saat setelah diberikan potassium ,Ibu Willow tampak panik melihat kondisi anaknya pucat dan berusaha keras untuk bernapas.

Melihat kecemasan sang istri, Oliver Kerr sekaligus bapa dari Willow memanggil perawat untuk melakukan pemeriksaan terhadap anaknya, Willow. Perawat datang bersamaan dengan fisioterapis untuk mengecek kondisi Willow.

Beberapa saat setelah dilakukan prosedur akan tetapi kondisinya kondisi Willow tidak mendapatkan kenyamanan. Bahkan napasnya cenderung terburu-buru. Seperti yang dikatakan Oliver yang dikutip dari Mirror " Beberapa saat setelah dilakukan prosedur, harusnya Willow mengalami pulih sepenuhnya akan tetapi sekembalinya kami, Willow mengalami kondisi yang tidak biasa. Willow tampak tidur di kasur dalam keadaan yang tidak nyaman bahkan napasnya terdengar tidak seperti biasa, disusul dengan keluarnya cairan putih dari mulutnya, tubuh Willow terasa panas"

Satu jam lebih dua puluh menit setelah pemeriksaan tepatnya pada pukul 18.15 kadar potasium di dalam tubuh Willow mengalami lonjakan tajam bahkan situasi menjadi kritis. Sontaknya saja kedua orang tuanya sangat cemas, mendapati anaknya mengalami kejadian tersebut.

Beberapa saat setelah pemeriksaan dilakukan, bisa dibilang terlambat, Willow mengalami henti jantung dan meninggal dunia tidak lama kemudian. Meskipun ahli medis sudah berupaya untuk melakukan tindakan resusitasi pada Willow akan tetapi tidak kunjung merubah keadaan dan menyelamatkan nyawa bayi tersebut.

Seperti yang dituturkan oleh Oliver "Ketika ahli medis menunjuk monitor jantung putri saya, saya bertanya apakah yang terlihat itu kondisi sebenarnya? Kemudian tidak lama mengecek Willow dan mengakui bahwa Willow tidak tampak seperti biasanya. Tim dokter segera menangani kondisi tersebut dan meninggalkan ruangan dan tidak lama kemudian kami diberitahu bahwa Willow sudah meninggal "

Jelas saja ini membuat Oliver sedih dan juga berang, setidaknya dia menuntut pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab terhadap meninggal putrinya, Willow.

Di Pengadilan terkuak bahwa farmasis yang memberikan obat kepada Window bertanggung jawab terhadap resep potassium dalam dosis yang sangat besar pada Willow. Bahkan dosis sebanyak itu belum pernah ditemui dalam karirnya.

Kondisi diperburuk dengan tindakan perawat yang mengawasi Willow, setelah potassium dimasukan ke dalam tubuh pasien seharusnya mengecek kadar gas di dalam darah bayi tersebut dalam kurun waktu yang berdekatan. Bahkan baru diketahui setelah pemeriksaan pukul 16.51 waktu setempat dimana dilaporkan kadar potasium dalam darah winddow mencapai 5,7 milimol.Kondisi normalnya kadar potassium manusia 3,5-5,5 mmlo/liter. Bahkan setelah pemeriksaan pertama , kadar potasium di dalam tubuh Willow semakin buruk dan menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia.

Loading...

Follow us