data-ad-format="auto"

Cara Pulihkan Trauma Usai Keguguran

Wanita mana yang tidak hancur hatinya ketika buah hati yang mereka nantikan selama ini pada akhirnya berujung dengan kehilangan yang membawa kepedihan yang begitu mendalam. Ya, keguguran adalah sebuah pilu yang besar untuk seorang wanita. Hati yang hancur, perasaan yang kecewa hingga trauma yang mendalam bisa jadi menghinggapi mereka yang mengalami keguguran.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan kondisi pasca keguguran dan kehilangan seorang bayi. Akan tetapi, sebaiknya anda tidak larut dalam kepedihan yang mendalam. Sebab bagaimana pun kehidupan ini terus berlanjut dan anda pun harus mampu mengatasi kepedihan yang dirasakan.

Memang tidak mudah merelakan kepergian seseorang dalam kehidupan kita. Apalagi bila orang tersebut adalah buah cinta yang telah kita nantikan. Namun untuk membantu anda memulihkan trauma usai keguguran. Mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini. Baca juga: Yuk Kenali Hipnoterapi Untuk Terapi Kesuburan

 

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Cara Pulihkan Trauma Usai Keguguran

Keguguran memang seringkali menuai luka yang mendalam. Meskipun waktu berlalu, bukan berarti hal ini akan dapat meredakan keadaan pada kondisi semula. Sebagian wanita mungkin mengalami trauma yang mendalam dan seringkali dirundung dengan kekhawatiran yang besar.

Untuk itu, mari kita simak cara pulihkan trauma usia keguguran yang penting untuk disimak dibawah ini. Ingin tahu seperti apa? Simak informasinya.

Bersikap Ikhlas

Sadarilah bahwa keguguran anda sudah terjadi. Merasakan kesedihan memang menjadi hal yang wajar, apalagi selama ini anda sudah berjuang mati-matian dan melakukan penantian yang tidak sebentar untuk bisa menyambut kehadiran si buah hati dalam keluarga. Namun demikian, hal ini tidak seyoganya membuat anda tetap bersedih dan berada dalam suasana duka mendalam terus-terusan.

Bagaimana pun Tuhan punya rencana lain dalam kehidupan anda. Yakini bahwa rencana Tuhan lebih indah dari apa yang telah kita rencanakan. Untuk itu, bersikaplah ikhlas dan cobalah untuk bisa merelakan. Maafkan diri anda sendiri dan mulailah melanjutkan hidup anda.

Saling Mendukung dengan Pasangan

Peran suami dalam mengembalikan perasaan trauma akibat keguguran akan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan kekuatan dukungan dari orang terdekat anda terutama pasangan akan sangat dibutuhkan. Saat mengalami keguguran, perhatikan bukan hanya diri anda yang merasa terpukul. Suami anda pun akan ikut sedih dengan hal ini.

Jadi demikian, jangan terfokus pada bagaimana sakitnya penderitaan anda. Namun jadilah untuk saling mendukung satu sama lain. Dan butuhkanlah satu sama lain. Dengan begini maka beban anda akan lebih ringan bila dipikul bersama.

Jangan Malu dan Berbagilah dengan Keluarga

Beberapa wanita terkadang lebih cenderung merasa malu pasca keguguran. Ini karena anggapan negatif terhadap diri sendiri bahwa anda merasa gagal menjadi seorang wanita. Kemudian, perasaan ini akan berubah menjadi perasaan yang besar. Anda pun akan cenderung menutup diri anda karena takut mendapatkan komentar yang buruk.

Namun, bagaimanapun hal ini bukanlah solusi yang bijak untuk anda. Bahkan sebaliknya hal ini malah akan berbalik menjadi bumerang yang akan menghancurkan anda. Dan perlahan mungkin membuat anda semakin terpuruk.

Untuk itu, jangan memendamnya seorang diri. Berbagilah dengan keluarga dan jangan menutup diri anda. Karena tidak ada yang harus disalahkan dalam hal ini. Semua terjadi karena semata rencana dari Sang Kuasa.

Keguguran memang menjadi kehilangan yang memilukan. Belum sempat kita melihat rupa dari calon buah hati kita namun Tuhan sudah lebih dulu memanggilnya. Tak heran bila kesedihan mendalam akan dirasakan begitu berat. Namun bukan berarti hal ini akan membuat anda menjadi pribadi yang murung dan terjebak dalam duka yang mendalam.

Loading...

Follow us