Pertolongan Pertama yang Aman Batuk Pilek Pada Bayi

Ancaman penyakit dan masalah kesehatan rentan sekali terjadi pada bayi.

Hal ini dikarenakan sistem imunitas pada bayi umumnya tidak seperti orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh atau imun pada bayi belumlah terbentuk dengan sempurna, sehingga hal ini memicu gangguan kesehatan dapat muncul dengan mudah, terutama masalah kesehatan seperti batuk dan pilek.

Batuk dan pilek pada bayi merupakan masalah gangguan kesehatan yang sangat sering terjadi dan seperti hampir semua bayi di dunia pernah terserang dengan penyakit yang satu ini. Bahkan data statistik kesehatan menunjukan bahwa seorang bayi dapat terkena batuk dan pilek sampai 9 kali berulang dalam satu tahunnya.

Bukan hanya berdampak pada si bayi itu sendiri, kondisi batuk pilek yang menyerang seorang bayi akan tentu saja berpengaruh terhadap angka produktivitas ibu dan ayah sebab mereka harus senantiasa memperhatikan kesehatan buah hatinya dengan lebih ketat.

Kondisi batuk dan pilek yang menyerang anak bayi pun tak jarang membuat ibu dan ayah dibuat panik sebab hal ini. Betapa tidak, terutama untuk orangtua yang baru memiliki anak, hal ini akan tentu saja membuat mereka cemas dan tidak tahu bagaimana menghadapi kondisi ini. Selain itu, orangtua mana yang tega melihat buah hati tercintanya harus dibuat kepayahan menahan dampak dari penyakit yang dialaminya.

Untuk itulah, tidak heran bila banyak orangtua akan melakukan banyak hal guna segera menyembuhkan masalah batuk pilek yang dialami oleh putra-putri mereka yang masih bayi, termasuk dengan bolos bekerja untuk mengobati buah hatinya.

Ada cukup banyak ragam penyakit yang dapat menimbulkan kondisi batuk dan pilek menyerang pada bayi, mulai dari penyakit yang tidak membutuhkan pertolongan dokter sampai dengan penyakit mutlak yang membuat si bayi membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Nah, untuk mengenali lebih dalam seperti apa penyakit batuk dan pilek dan pengaruhnya terhadap si buah hati yang masih bayi, maka mari kita bahas lebih dalam dibawah ini.

Penyebab Paling Sering Kondisi Batuk dan Pilek

Bukan hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa dampak dari batuk dan pilek pun bisa dialami oleh si buah hati yang masih bayi. Apalagi dampaknya bisa dialami secara berulang-ulang. Perlu diketahui bahwa kondisi penyakit ini sebenarnya dapat dipicu oleh banyak hal.

Adapun hal yang paling umum yang dapat memicu kondisi batuk dan pilek yang menyerang bayi diantaranya adalah infeksi, diikuti oleh alergi, asma dan penyebab lain yang dikategorikan jarang terjadi adalah masuknya suatu zat asing kedalam bagian saluran pernafasan bayi yang membuat bagian tersebut tersumbat.

Akibatnya, produksi lendir menumpuk dibagian saluran pernapasan dan timbulah pilek. Sementara itu, batuk merupakan bagian dari pertahanan tubuh untuk mengeluarkan tumpukan lendir yang terjebak dibagian saluran pernapasan.

Penyebab yang berbeda dari batuk pilek yang menyerang bayi tentu akan membuat penanganan yang diberikannya pun berbeda tergantung pada apa yang memicunya.

Infeksi merupakan peyebab yang paling sering memicu timbulnya batuk pilek pada bayi. Infeksi merupakan kondisi dimana masuknya suatu mikroorganisme atau kuman dalam bentuk virus, jamur atau bakteri kedalam tubuh bayi, baik melalui hidung, mulut ataupun bagian lainnya.

Penyakit batuk pilek paling umum disebabkan oleh infeksi virus setelah itu barulah diikuti dengan bakteri. Proses infeksi dapat melibatkan semua bagian saluran pernapasan bayi, mulai dari bagian hidung, tenggorokan sampai dengan ke bagian paru-parunya.

Tak jarang, kondisi infeksi akibat virus pun tidak membutuhkan penanganan medis yang terlalu serius, akan tetapi infeksi yang mengenai bagian paru-paru dan infeksi dari jenis paparan virus tertentu, umumny akan membuat si bayi membutuhkan pertolongan intens dari tim medis.

Penyebab nomor dua timbulnya batuk pilek pada bayi adalah disebabkan oleh alergi. Beberapa benda asing atau alergen yang masuk kedalam tubuh bayi akan membuat batuk dan pilek muncul. Beberapa benda yang mampu memicu timbulnya alergi batuk dan pilek diantaranya adalah bulu binatang, debu rumah, serbuk sari, penggunaan deterjen, shampo, sabun dan lain sebagainya. Untuk mengatasi kondisi batuk pilek akibat hal ini adalah dengan menghindarkan si bayi dari penggunaan atau sumber alergen tersebut.

Pertolongan Pertama Batuk Pilek Pada Bayi

Tidak sedikit orangtua yang mendapati anaknya menderita batuk pilek seringkali dibuat panik dan cemas serta bertanya-tanya bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kondisi tersebut. Nah, dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama pada batuk pilek bayi.

1. Upayakan Bayi Mendapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Tenaga dan energi adalah hal yang amat essensial guna melawan infeksi yang terjadi dalam tubuh kita. Beristirahat yang cukup akan dapat membantu tubuh mengembalikan energi yang hilang sekaligus menghemat energi yang dimiliki. Tubuh yang berenergi akan lebih mudah untuk melawan kuman dan virus yang masuk kedalam tubuh.

Dengan demikian saat si kecil menderita batuk dan pilek yang masih baru maka ibu bisa menangani kondisi ini dengan memastikan si kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara memanfaatkan waktu istirahat yang baik untuk tubuh adalah dengan membiarkan si kecil tidur sebanyak yang mereka inginkan.

Jangan ajak bayi untuk bermain aktif atau banyak berinteraksi. Hindari pula meletakkan mainan seperti boneka atau mainan plastik lainnya dekat dengan jangkauan si kecil. Sebab hal ini akan membuat mereka terus terjaga.

2. Pastikan Si Kecil Banyak Konsumsi Air Putih

Dehindrasi merupakan masalah kesehatan yang dampaknya paling buruk bila menimpa anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Penggunaan energi oleh tubuh ketika sakit akan mungkin menguras jumlah cairan lebih banyak dari tubuh bayi, sehingga memberikan sejumlah cairan yang cukup pada bayi merupakan tugas wajib para orangtua untuk menghindari kondisi terburuk dari batuk pilek yang dialami.

Selain itu, manfaat lain dari memberikan cairan yang cukup untuk bayi adalah berfungsi untuk mengencerkan lendir yang menyumbat hidung dan tenggorokan si kecil sehingga dahak dan lendir akan lebih mudah untuk dikeluarkan, yang mana ini pun artinya proses penyembuhan akan dapat lebih cepat dilakukan. Hanya saja, satu hal yang perlu diingat dengan baik disini adalah anda tidak diperkenankan memberikan air putih kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan

3. Berikan Vapor Rubs

Mengoleskan vaporubs atau vapor rubs atau sejenis minyak kayu putih dan balsam pada bayi berguna untuk melegakan pernafasannya, terutama pada saat hidungnya tersumbat akibat dari batuk pilek yang dialaminya.

Cara yang dapat dilakukan sewaktu memberikan vaporubs pada bayi pun cukup mudah, anda hanya perlu mengoleskannya pada bagian dada dan bagian punggung bayi secara merata.

Hanya saja, perhatikan pula keamanan produk yang anda pakai. Dalam hal ini anda disarankan untuk menggunakan produk yang khusus dibuat untuk bayi. Selain itu, sebaiknya tidak mengaplikasikan produk ini terlalu banyak sebab mungkin kulit tubuh si bayi bisa saja kepanasan dan malah semakin membuatnya tidak meras nyaman.

4. Saline Drops & Bulb Syringe (Penyedot Ingus)

Adakalanya saat bayi sudah tahan dengan dahak dan lendir yang menumpuk dibagian saluran pernapasannya. Hal ini akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan pada akhirnya kondisi ini akan membuat mereka menjadi rewel.

Nah, untuk mengatasi hal ini maka mungkin anda akan membutuhkan alat pengeluar lendir dari hidung. Alat yang satu ini mungkin belum terlalu umum dikalangan masyarakat Indonesia. Meski begitu, saline drops dan bulb syringe merupakan alat yang cukup berguna untuk membantu anda mengeluarkan lendir dan ingus yang terjebak disaluran pernapasan si kecil. Alat ini bisa anda dapatkan di apotek atau toko kesehatan lainnya.  Atau alat inipun dikenal dengan istilah larutan NaCl.

Untuk menggunakan alat yang satu ini cukup mudah, anda hanya perlu meneteskannya sebanyak 2-3 tetes saline drops di lubang hidung si kecil dengan kepala menengadah ke atas, lalu ambil menggunakan bulb syringe setelah dibiarkan selama kurang lebih 30 detik.

Hanya saja, sewaktu anda melakukan hal ini sebaiknya perhatikan beberapa hal. Lakukan hal ini pada saat bayi lebih tenang, agar tetesan saline drops tidak menetes kebagian area lain sebab si kecil mengamuk saat diberikan cairan ini.

5. Lembapkan Udara

Melembapkan udara akan dapat membantu meringankan gejala batuk pilek yang menyerang bayi. Udara sekitar yang lembap akan membantu memecah atau mengencerkan lendir kental yang menyumbat bagian hidung dan tenggorokan pada bayi sehingga membantu nafasnya menjadi lebih mudah.

Nah, untuk dapat melembapkan udara sekitar si bayi ada dua metode yang dapat dilakukan dirumah, yakni dengan menggunakan humidifer (alat pelembap udara) serta dengan air panas.

Apabila anda menggunakan alat pelembap udara atau humidifier, anda bisa menggunakan alat ini dengan menyalakannya di kamar si kecil ketika ia tengah terlelap tidur atau pada saat bermain.

Sementara itu, bila anda memanfaatkan air panas untuk melembapkan udara sekitar, maka hal ini dapat dilakukan dengan memandikan si kecil menggunakan air panas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan 1 baskom atau 1 ember air panas, lalu biarkan uapnya agar mengepul dan memenuhi seluruh ruangan. Pastikan pula bila pintu ruangan yang terdapat baskom air panas tertutup dengan rapat agar uap tak berhamburan kemana saja.

Nah, bila ruangan sudah dipenuhi dengan uap, maka bawa bayi ke ruangan tersebut untuk kemudian diamkan agar ia bisa menghirupnya dengan baik. Anda bisa mengajaknya mengobrol atau bermain sambil si kecil menghirup uap tersebut.

6. Memberikan Sup Ayam

Makanan dengan kuah yang hangat akan dapat bekerja dalam melegakan saluran pernapasan si kecil. Bukan hanya itu, kaldu ayam terbukti dapat membantu meringankan gejala dari flu yang menganggu seperti halnya nyeri bada, hidung tersumbat, demam dan juga kelelahan.

Akan tetapi, perlu diingat pemberian sop hangat hanya diperkenankan diberikan pada bayi berusia diatas 6 bulan. Sebab usia ini sudah memungkinkan pencernaan bayi siap memproses makanan yang masuk dalam mulutnya. Sementara untuk bayi dibawah usia 6 bulan, selain ASI, asupan lain tidak diperbolehkan diberikan pada mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama saat anak mengalami batuk dan pilek yang menyiksa.