Mengetahui Lebih Jauh Penyebab Panu, Gejala dan Penanganannya

Gangguan penyakit kulit yang menyerang seringkali menjadi masalah yang menakutkan.

Betapa tidak, keberadaannya yang menyerang bagian terluar pada tubuh ini, seringkali membuat orang yang mengalami masalah kulit tidak percaya diri untuk tampil lebih terbuka. Hadirnya penyakit pada bagian kulitnya, membuat mereka akhirnya harus terpaksa menutup bagian tubuh tersebut agar sebisa mungkin luka pada kulit tidak terlihat.

Ya, selain ancaman dari dampaknya, penyakit kulit seringkali menjadi hal yang menyeramkan karena mampu mengurangi estetika kecantikan tubuh seseorang. Belum lagi, bekas luka yang ditinggalkan umumnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa pulih, itupun kondisi pemulihan biasanya tidak sepenuhnya menghilangkan bekas luka dan mengembalikan kondisi kulit pada kondisi semula.

Hal ini tentu saja akan membuat penderita penyakit kulit akan mungkin mengalami krisis percaya diri sebab bagian kulit yang pernah dihinggapi masalah menjadi rusak dan penampilannya tak lagi mulus. Untuk itulah, penting sekali mengetahui jenis-jenis penyakit kulit agar anda menjadi lebih waspada terhadap ancaman dan resiko dari penyakit tersebut.

Ketika telah muncul gejala-gejala atau kondisi yang mengarah terhadap gangguan kulit, sebaiknya segera periksakan ke dokter dan jangan pernah mengambil keputusan sendiri dengan lantas mengobati luka yang anda alami seorang diri. Salah-salah, bukan malah mengobati, namun hal ini malah mungkin menimbulkan masalah baru dengan timbulnya infeksi.

Periksakan segala keluhan yang anda rasakan ke dokter. Dengan begini dokter akan mulai melakukan pemeriksaan dan menarik diagnosis penyakit yang anda alami berdasarkan gejala yang anda rasakan. Penangan yang dilakukan oleh dokter tentunya akan jauh lebih baik dan lebih aman dibandingkan hanya mengobatinya seorang diri.

Sebenarnya ada cukup banyak jenis penyakit kulit yang dapat mengancam seseorang. Mulai dari jenis penyakit kulit yang biasa, sampai dengan penyakit kulit berbahaya yang dampaknya bisa sampai membahayakan jiwa.

Meskipun sebagian orang menganggap bahwa penyebab paling umum timbulnya masalah kesehatan kulit adalah dipicu akibat dari kurang terjaganya kebersihan. Akan tetapi, anggapan ini tidak selamanya benar, karena tidak semua penyakit kulit disebabkan oleh kondisi yang demikian. Walaupun anda tergolong kedalam bagian orang yang selalu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, akan tetapi belum tentu anda dapat terhindar dari ancaman penyakit kulit.

Seringkali masalah penyakit kulit datang menyerang seseorang tanpa disadari. Kondisi inilah yang pada umumnya seringkali menimbulkan keterlambatan pengobatan akibat si penderita tidak menyadari sedini mungkin masalah kesehatan kulit yang dideritanya.

Nah, dari sekian banyak penyakit kesehatan kulit, penyakit panu mungkin adalah bagian dari penyakit yang umum dan sudah sering anda dengar. Sebagian orang menganggap penyakit panu adalah penyakit kulit yang tidak cukup menyenangkan dan bila menyerang seseorang, maka biasanya stigma negatif akan melekat pada diri orang tersebut. Bukan hanya itu, penderita panu kerap kali dijauhi atau mendapatkan batas membaur bersama dengan orang lain.

Dipungkiri atau tidak, penderita panu akan cenderung mendapatkan batasan untuk bisa membaur dalam sebuah kelompok. Seperti misalkan dalam satu rumah atau tempat, penderita panu akan mungkin dijauhi teman-temannya yang menganggap penyakit yang diderita akan menulari mereka sehingga batasan perlu mereka berikan.

Dengan demikian, orang-orang yang menderita panu bukan hanya akan menerima dampak dan gejala dari penyakitnya saja, melainkan timbul kesenjangan sosial dilingkungannya sendiri. Untuk itu, penting sekali melakukan cara dan mengupayakan segala hal agar ketika anda mulai menemukan gejala dari penyakit ini, maka setidaknya segera lakukan penanganan dini agar panu tidak menyebar kebagian tubuh dan menulari orang lain.

Nah, untuk lebih jauhnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini mengenai penjelasan panu.


Penyakit Panu

Penyakit panu merupakan penyakit gangguan kulit yang mungkin sudah tak asing lagi pada beberapa orang. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang masih salah atau keliru dalam mengartikan gangguan kesehatan kulit yang satu ini. Untuk itu, mari kita samakan terlebih dahulu persepsi kita mengenai penyakit yang satu ini.

Mungkin banyak diantara kita yang sudah tidak lagi asing dengan penyakit panu. Walau demikian masih banyak juga yang keliru dengan mengatakan bahwa penyakit kulit ini berupa bercak putih padahal timbulnya bercak tersebut, belum tentu merupakan penyakit panu. Sepintas mungkin terlihat mudah untuk menentukan bahwa itu panu atau bukan, namun setelah kita pelajari ternyata banyak pula jenis penyakit kulit yang berupa bercak putih selain dari indikasi penyakit panu.

Nah, apabila persepsi anda masih keliru mengenai jenis penyakit ini, maka bisa ditebak pengobatan yang dilakukan pun bisa keliru. Misalnya, timbulnya bercak putih pada kulit yang langsung diasumsikan sebagai panu lantas diobati segera dengan menggunakan salep panu. Nah bila begini maka yang terjadi bukanlah sembuh melainkan malah timbul masalah kulit yang baru seperti iritasi, pedih atau bahkan menimbulkan perasaan terbakar pada bagian kulit yang diberikan obat panu.

Lalu apa itu penyakit panu? Penyakit panu dalam bahasa kedokteran dikenal dengan tinea vesicolor atau juga disebut dengan pityriasis versicolor, yakni sebuah gangguan kesehatan kulit yang timbul sebab adanya jamur. Kondisi ini pada umumnya akan lebih sering menyerang orang yang sering berkeringat, memiliki kulit yang lembab, perubahan hormon, kulit yang berminyak dan daya tahan tubuh yang lemah.

Pada penderita penyakit panu akan timbul bercak-bercak kecil pada bagian kulit. Warna bercak ini bisa lebih terang atau lebih gelap dibandingkan dengan warna asli kulit, bahkan pada beberapa kasus ada pula penyakit panu yang muncul dengan timbulnya bercak berwarna merah atau merah muda.

Seiring dengan berjalannya waktu bercak tersebut akan mulai berkembang dan berjumlah lebih banyak atau bahkan melebar. Selain menyebabkan kulit tampak berubah warna, panu juga dapat pula menyebabkan kulit si penderitanya menjadi kasar atau bahkan bersisik.

Adapun bagian tubuh yang paling sering terkena dengan panu adalah bagian lengan, perut, dada, leher dan juga punggung. Penyakit panu memang bukanlah ancaman penyakit yang berbahaya. Akan tetapi, kondisi gangguan kulit yang satu ini bisa sangat menganggu penampilan dan menyebabkan timbulnya perasaan yang tidak nyaman akibat gejala gatal yang menyerang.

Untuk mengatasi masalah ini, seorang penderita panu bisa segera mengobati masalah yang dialaminya dengan menggunakan obat-obatan anti panu yang saat ini banyak dijual dengan bebas di apotek tanpa harus menggunakan resep dokter. Akan tetapi, bila gejala dari penyakit ini sudah menyebar dan malah memburuk, sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganannya bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Selain itu, penyakit panu akan dapat dialami oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Bukan hanya itu, anak-anak dan remaja pun akan dapat beresiko mengalami penyakit yang satu ini. Dengan demikian, sebaiknya waspada agar jangan sampai masalah gangguan kesehatan kulit ini tidak menyerang si buah hati.


Penyebab Panu

Seperti yang disebutkan diatas jenis penyakit ini dipicu oleh adanya jamur yang menginfeksi bagian kulit dan membuat gatal dan bercak timbul pada bagian tersebut. Adapun jenis jamur yang menyebabkan kondisi ini terjadi diantaranya adalah Malassezia. Pada umumnya, jamur ini tidak menyebabkan masalah pada kulit dan umum ditemukan pada bagian kulit manusa, terutama pada orang dewasa.

Jamur jenis ini diduga hidup dan terdapat pada kulit 9 dari 10 orang dewasa. Lantas demikian, mengapa Malassezia dapat menimbulkan panu? Diduga kulit mulai teriritasi ketika jamur ini mulai berkembang biak dengan cukup pesat.

Banyak orang menganggap bahwa orang-orang yang menderita panu seringkali dianggap kurang piawai dalam menjaga kebersihan tubuhnya sehingga masalah jamur bisa menyerang dengan mudah. Akan tetapi, sadari anggapan ini tidaklah benar. Penyakit panu tidaklah terkait dengan tingkat kebersihan yang buruk dan bukanlah sebagai penyakit yang menular.

Untuk itu, sampai saat ini belum bisa dijelaskan dengan pasti mengapa Malassezia dapat berkembang biak dengan pesat pada beberapa orang, sementara pada sebagian orang tidak terjadi. Namun ada beberapa faktor yang diduga mendukung terjadinya perkembangbiakan jamur secara pesat tersebut, diantaranya kulit berminyak, keringat yang diproduksi berlebihan, usia remaja atau orang-orang yang tinggal di daerah lembab dan bersuhu hangat.


Gejala Penyakit Panu

Sebelum timbul bercak pada bagian kulit yang mengindikasikan adanya penyakit panu akan timbul beberapa hal yang datang atau menyerang si penderita dimana hal-hal tersebut adalah gejala yang menandai penyakit panu bisa menyerang. Ketika anda mengalami gejala ini, maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini untuk segera diobati.

Perhatikan dengan cermat setiap gejala yang dirasakan agar demikian kemungkinan terburuk dari kondisi gangguan kesehatan ini akan bisa anda atasi. Nah, berikut ini adalah beberpa ciri atau gejala yang dapat menandai adanya penyakit panu pada seseorang:

Timbulnya bercak pada bagian kulit yan berwarna lebih gelap atau lebih terang dibandingkan dengan warna kulit aslinya. Selain itu, pada beberapa kasus yang dijumpai, bercak yang timbul juga bisa berwarna cokelat, cokelat gelap, putih atau bahkan merah muda.

Pertumbuhan bercak ini terhitung cukup lambat dan disertai dengan gatal ringan dan bersisik yang cukup khas. Pada saat menggaruk bagian yang terkena panu, umumnya bagian tersebut akan terasa lebih kering dibandingkan dengan bagian kulit yang normal.

Kondisi bercak panu umumnya akan dapat terlihat setelah terkena dengan paparan sinar matahari. Itulah mengapa orang-orang yang menderita panu akan terlihat lebih kontras dari bercak yang dimilikinya pada saat berjemur di cuaca yang terik.

Meskipun kemunculan panu bisa dibagian tubuh mana saja dan menyerang seluruh bagian kulit, akan tetapi bagain yang paling sering terkena dengan masalah kesehatan kulit yang satu ini adalah bagian dada, leher, lengan bagian atas dan juga pada bagian punggung. Dimana ketika bagian punggung yang terserang umumnya si penderita tidak akan terlalu menyadari kondisi ini akibat bagian ini tidak bisa terlihat dengan mudah.

Demikianlah beberapa ciri dan gejala yang bisa menyeratai serangan dari penyakit panu. Dengan mengetahui gejala-gejala diatas, maka akan lebih mudah untuk anda untuk dadap menghilangkan panu agar penyakit ini bisa segera disembuhkan dengan tuntas.


Cara Menghilangkan Penyakit Panu

Untuk menghilangkan penyakit yang satu ini sebenarnya cukup mudah, sebab saat ini sudah banyak obat-obatan panu yang dijual diapotek meski tanpa menggunakan resep dokter. Nah, dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat anda simak guna menghilangkan penyakit panu yang dialami.

Menghilangkan Panu Ringan

Penyakit panu yang menyerang seseorang umumya beragam, ada panu yang ringan atau panu yang baru menyerang sedikit bagian pada tubuh dan ada pula yang sudah parah atau daerah serangan panu pada tubuh sudah menyebar. Nah, untuk panu yang masih ringan, anda bisa mengobatinya dengan cukup mengoleskan salep atau krim anti-jamur kebagian yang terkena panu dan 3 cm dari bagian sekitarnya.

Cukup banyaknya jenis dan ragam obat panu yang dijual dipasaran, mungkin sedikit membuat anda kebingungan memilih salah satunya. Sebenarnya anda bisa menentukan pilihan anda sendiri pada jenis obat yang akan dipilih atau bila tidak minta pendapat apoteker obat mana yang lebih baik. Akan tetapi sebaiknya pilihlah obat yang memiliki kandungan akti sebagaimana dibawah ini (pilihlah salah satu)

  • Obat klotrimazol, obat ini biasanya dalam bentuk krim
  • Obat Miconazole, sama halnya dengan jenis obat diatas, obat ini dibuat dalam bentuk krim
  • Terbinafine (lamisil), obat ini beragam ada yang berbentuk gel dan apula yang dibuat dalam bentuk krim yang mana anda bisa menentukan pilihan anda pada salah satu jenis obat ini.
  • Selenium sulfida, obat jenis ini berbeda dengan obat lainnya, yakni dengan bentuk sampo yang dapat diaplikasikan dengan keramas. Obat jenis ini bisa digunakan untuk mengatasi panu yang menyerang bagian kepala.

Adapun cara mengaplikasikan obat panu diatas adalah dengan mencuci terlebih dahulu bagian yang terkena panu. Setelah itu keringkan dengan menggunakan handuk atau tisu sampai bagian tersebut tidak terasa lembab. Lalu, oleskan dengan tipis obat krim pada bagian panu tersebut sebanyak dua kali satu hari dan dilakukan setidaknya secara rutin selama dua minggu. Pada saat mengaplikasikan krim sebaiknya aplikasikan juga sejauh 3 cm dari area yang terkena panu agar jamur tidak menyebar kebagian lainnya.

Akan tetapi, bila anda tidak mendapatkan hasil yang maik selama 4 minggu, maka segeralah memeriksakan kondisi ini kedokter. Anda mungkin membutuhkan obat panu yang lebih ampuh, seperti krim dengan kandungan ketoconazole, Ciclopirox atau yang dikombinasikan dengan obat panu tablet dan juga kapsul. Untuk jenis obat yang satu ini sebaiknya harus disertai dengan resep dokter.

Panu yang Berat

Untuk jenis penyakit panu yang sudah menyebar atau meluas, selain obat panu yang dioleskan seperti diatas, diperlukan obat panu jenis tablet dan kapsul dimana pemakaian obat ini akan digunakan dengan cara diminum. Adapun jenis obat tersebut haruslah memiliki kandungan aktif seperti dibawah ini.

  • Flukonazol, obat ini dibuat dalam bentuk tablet
  • Ketooconazole, obat jenis ini pun dibuat dalam bentuk tablet.

Untuk mendapatkan obat-obatan jenis ini guna menyembuhkan panu berat yang anda alami sebaiknya haruslah mendapatkan resep dokter. Sekali lagi, obat jenis ini tidak boleh dikonsumsi dengan sembarang tanpa mendapatkan resep dari dokter.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan panu dengan obat diatas adalah dengan mengkonsumsinya secara rutin berdasarkan anjuran dari dokter. Obat diatas akan sangat efektif menghilangkan panu sebab jenis obat tersebut akan membunuh jamur penyebab dalam kurun waktu rata-rata satu hingga dua minggu.

Akan tetapi, warna kulit yang terkena dengan panu tetap tidak akan merata selama beberapa minggu, atau bahkan beberapa bulan. Untuk itu, sebaiknya bersabar karena pengobatan tidak bisa dilakukan dengan instan.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengatasi penyakit panu yang dialami. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk anda dan kita semua.

Follow us