Ibu Menyusui Lebih Agresif dan Sensitif?

Proses menyusui dilakukan di awal kelahiran hingga minimal 6 bulan pertama kelahirannya. Pemberian ASI selama 6 bulan pertama atau ASI ekslusif sangat baik untuk tumbuh-kembang bayi yang optimal. Proses ini melibatkan peranan ibu dan bayi sehingga keduanya saling berhubungan.

Sebagai seorang ibu yang baru saja melewati masa kehamilan dengan perubahan hormon di dalam tubuh, kini anda harus dapat beradaptasi secara fisik dan psikis selama menyusui. Dukungan dari orang terdekat termasuk suami dan keluarga sangat dibutuhkan sehingga dapat mengurangi risiko depresi ketika merawat bayi. Hal ini berhubungan dengan perubahan perilaku ibu menyusui yang berbeda dengan keadaan normal. Ibu menyusui lebih sering mengalami perubahan suasana hati, cepat marah, mudah tersinggung atau lebih protektif.

Nah, membahas perubahan perilaku ibu menyusui. Betulkah ibu menyusui lebih mudah agresif dan sensitif? Penelitian yang dilakukan Psychological Science mengungkapkan bahwa ibu menyusui anaknya lebih cenderung bersikap agresif dibandingkan ibu yang memberikan susu botol. Hal ini berkaitan dengan sifat keibuan sehingga ingin selalu melindungi bayinya dari ancaman.

Penelitian dilakukan pada 18 wanita yang menyusui, kemudian 17 wanita yang tidak menyusui secara alami dan 20 wanita yang tidak memiliki anak. Dalam percobaan dilakukan permainan komputer untuk melawan asisten peneliti yang akan bersikap kasar dan juga agresif.

Pada satu putaran masing-masing akan memilih berapa keras dan lama dalam menyerang. Hasil dari percobaan ini menyatakan bahwa ibu yang sedang menyusui menyerang lawannya lebih keras dibanding ibu yang menyusui dengan botol.
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ibu yang menyusui dapat meningkatkan pertahanan keibuaan. Ibu yang menyusui memiliki tekanan darah yang lebih rendah sehingga dapat mengurangi rasa takut dan juga stress. Inilah alasan ibu yang sedang menyusui lebih berani dalam melindungi bayinya.

Dengan kata lain ibu yang menyusui dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak, dapat mengurangi stress, menghilangkan rasa takut atau memberikan keberanian ekstra pada ibu. Sedangkan kemampuan ibu bersikap berani dan ingin melindungi anak dapat muncul dari sikap agresif yang terkendalikan.Sehingga ibu yang menyusui akan mengambil sikap berani ketika sedang terancam, perilaku agresif muncul dan menimbulkan reaksi yang dikenal dengan lactation aggression atau maternal defence.

Meskipun demikian bagi anda yang mengalami perubahan sikap menjadi lebih agresif atau galak. Faktor pemicu yang menyebabkan anda agresif dikesampingkan. Tidak selamanya anda akan bersikap agresif, pada beberapa tindakan yang dapat anda cegah, sikap agressif atau galak pada ibu yang sedang menyusui berhubungan dengan ancaman. Sehingga mengurangi ancaman dapat membuat anda tetap tenang. Hal ini yang akan membantu anda dalam menjaga emosi agar tidak bersikap agresif atau galak.

Nah, kini anda mengetahui mengapa ibu yang sedang menyusui cenderung lebih agresif atau galak. Hal ini lumrah terjadi pada ibu yang sedang menyusui dan tidak akan menggangu anda dan bayi.

loading...