Ibu Ini Keluarkan Sendiri Bayinya Sewaktu Caesar Karena Tak Sabar Menunggu Dokter Cuci Tangan

Menantikan buah hati yang sebentar lagi akan segera lahir kedunia tentu menjadi hal yang amat menegangkan, sekaligus begitu ditunggu untuk setiap pasangan yang telah menantikan hadirnya buah hati dalam keluarga. Menjadi orang pertama yang menyentuh tangan mungil dan kulit yang halus bayi baru lahir, tentu menjadi hal yang begitu ditunggu para ibu. Betapa tidak, bayi kecil yang sudah dikandungnya selama sembilan bulan lamanya, tentu membuat hati para ibu tak sabar dan ingin segera menimangnya.

Kehamilan memang menjadi periode yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Banyak para calon ibu yang tidak sabar menantika hadirnya buah hati dalam pelukan. Kasih sayang yang semakin hari semakin bertambah, membuat para ibu hamil begitu menyayangi dan menjaga dengan betul kehamilannya, sebab pada proses kelahiran nanti tentu saja mereka mendambakan kelahiran yang lancar dengan sibuah hati yang sehat.

Kehadiran buah hati pada pasangan yang baru saja menikah tentu menjadi hal yang begitu ditunggu. Dengan hadirnya buah hati dalam sebuah keluarga, tentu akan menambah lengkap dan merasa keluarga kita telah sempurna. Tawa riang dan tangis kecil si buah hati ditengah-tengah keluarga kecil, tentu akan semakin menyemarakan hangatnya hubungan keluarga tersebut.

Untuk itulah banyak calon ibu atau ibu yang hendak melahirkan seringkali dibuat tak sabar ingin segera mengendong anaknya. Apalagi menjadi orang pertama yang menyentuh anaknya sewaktu ia pertama kali lahir kedunia. Banyak wanita yang bermimpi untuk menjadi orang pertama kali menyentuh bayi mereka yang baru lahir. Berperan aktif sewaktu kelahiran bayi anda tentu menjadi hal yang menantang. Dan inilah yang Dilakukan oleh Seorang ibu di Australia.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Menjalani Kelahiran Bayi Kembar Dengan Prosedur yang Tak Lazim

Adalah seorang ibu berusia 41 tahun bernama Gerri Wolfe, seorang wanita asal Australia yang melakukan prosedur kelahiran bayi kembarnya dengan cara yang tidak lazim.

Karena terlalu antusias dan tak sabar ingin segera menimang bayi kecilnya, Gerri dengan sengaja mengeluarkan sendiri bayinya sewaktu di operasi caesar. Pada awalnya, dokter tidak memperbolehkan Gerri melakukan kelahiran normal. Namun, Gerri tidak ingin menjadi orang yang hanya berdiam diri dan pasif di meja operasi dan tak melakukan apa-apa.

Sebelumnya, dirinya telah membaca tentang maternal assisted caesarean yang ia dapatkan dari internet. Maternal assisted caesarean adalah proses kelahiran, dimana sang ibu yang tangannya steril, bisa memegang bayinya yang pertama kali.

Proses kelahiran ini dilakukan beberapa hari sebelum digelar hari Natal pada tahun lalu, proses kelahiran yang dijalaninya ini bukanlah kali pertama. Bayi kembar yang akan dilahirkan saat ini adalah kelahiran yang ke 10 dan 11 yang dilakukan di rumah sakit John Hunter, New South Wales, Australia.

Pada saat itu, operasi kelahiran caesar akan mulai dilakukan padanya. Sebuah tirai bedah ditempatkan dibagian dadanya. Setelah dilakukan bius lokal pada tubuhnya, tangan Gerri lantas di cuci dengan menggunakan sabun desinfektan berkali-kali. Kemudian ia dipakaian sarung tangan oleh dokter.

Membantu melakuka operasi caesar dengan sendiri sudah diambil Gerri sebagai keputusan paling mantapnya. Dengan alasan dirinya ingin menjadi orang pertama yang memegang anak kembarnya, maka hal ini lantas dilakukannya.

Gerri diberitahu, jika ia boleh melakukan hal setelah mendapatkan aba-aba dari dokter, termasuk ketika mengeluarkan bayi, aba-aba ini akan diberitahukan jika dokter telah mengeluarkan bayinya. Nah, karena terlalu antusias dan begitu sabar, Gerri pun dengan tidak segan mendongak ke arah perutnya yang sedang dibedah. Seolah tak merasakan apa-apa, dan tidak merasa takut dengan kondisinya pada saat itu Gerri tak sabar melihat dokter yang bolak-balik mencuci tangan.

Ketika melihat kepala bayinya sudah terlihat dibagian luar perut, Gerri lantas mengjangkau dan meraih bayinya. Dokter yang masih mengurusi perut dan sang bayi pun kaget, karena ia belum memberi aba-aba apapun pada Gerri.  (Artikel menarik lainnya: Nama Bayi Perempuan)

Untuk menghindari terjadinya infeksi dan trauma pada perut Gerri, dokter lantas mengeluarkan bayi Gerri yang satunya lagi. Untungnya, kedua bayi kebar Gerri tidak apa-apa. Mereka langsung diletakan di dada Gerri. Mendapati kedua bayi kembarnya telah lahir dan menjadi orang pertama yang menyentuh bayinya, tergambar raut wajah yang bahagia dan begitu antusias di wajah Gerri. Hanya saja dokter yang melihat kondisi ini masih dibuat tak habis pikir, mengapa Gerri begitu berani melakukan hal ini. Jarang sekali dijumpai pasien seberani Gerri yang sampai berani tersadar dan mengeluarkan sendiri bayi kembarnya dari perutnya yang sedang dibedah.

Bayi kembar yang dilahirkan Gerri berjenis perempuan dan kemudian diberi nama Matilda (lahir dengan berat 3.04 kg) dan Violet (lahir dengan berat 2.54 kg). Bagi Gerri sendiri, ini bukanlah proses operasi caesar kali pertama, sebab ia telah melakukan 5 kali operasi caesar yang sama. Namun, melakukan hal seberani ini adalah kali pertama untuk dirinya, dengan pengetahuan Maternal assisted caesarean yang ia baca dari internet, Gerri merasa percaya diri untuk melakukan hal tersebut.

Dikarenakan telah melakukan operasi bedah caesar secara alami yang begitu mencengangkan, dokter harus memantau kondisi Gerri, karena dikhawatirkan beresiko infeksi dan trauma pada perutnya. Proses kelahiran ini sekaligus menjadi proses terakhir untuknya, karena resiko jahitan pada perut Gerri, yang telah berkali-kali melahirkan secara caesar.

Operasi caesar yang dilakukan secara berulang-ulang pun dapat menimbulkan resiko seperti misalkan histerektomi (pengangkatan rahim) hingga hampir 5 kali lebih tinggi pada perempuan, serta resiko tranfusi darah lebih tinggi jika sudah berkali-kali melakukan operasi caesar.

Sebenarnya, sebagian dokter tidak menyerankan perempuan untuk melakukan operasi caesar sebanyak lebih dari 3 kali. Sebuah situs kesehatan menjelaskan, operasi caesar yang dilakukan secara berulang-ulang dapat memungkinkan terjadinya komplikasi. Komplikasi tersebut lebih mungkin adalah placentation abnormal atau placenta accreta. Kondisi placantation abnormal ini terjadi pada 1 dari 2.500 kehamilan.

Bahkan beberapa resiko berbahaya lain yang mungkin terjadi dengan melakukan operasi bedah caesar dengan berulang-ulang diantara rahim pecah, adhesi dan jaringan parut serta plasenta previa.

Sementara itu, tidak semua rumah sakit di Australia yang setuju dengan metode maternal assisted caesarean ini. Metode kelahiran serupa sempat pula dilakukan oleh seorang ibu di Inggris bernama Hannah Bragg. Namun wanita ini melakukan maternal assisted caesarean dengan menunggu aba-aba serta petunjuk dari dokter.

Sungguh sebuah aksi yang begitu mencengangkan bagi sebuah proses kelahiran ya bunda. Meskipun terlalu bersemangat menantikan kehadiran buah hati kita, namun hendaknya tidak melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran yang seakan-akan menggantikan tugas dokter, selain berbahaya hal ini juga beresiko. Nah, bagi bunda yang hendak menjalani proses kelahiran yang tinggal menghitung hari. Selamat menantikan dan semoga kelahirannya berjalan normal dan lancar ya bunda.