data-ad-format="auto"

Bentuk Kepribadian yang Baik, Orangtua Perlu Berikan Kepercayaan Pada Anak

Setiap anak yang lahir ke dunia, diberikan kekurangan dan kelebihan oleh Tuhan.

Yang mana kedua hal ini adalah untuk disyukuri dengan cara menerima kekurangan yang telah diberikan dan mengembangkan kelebihan yang telah Tuhan anugerahkan dalam kehidupan si anak.

 

Setiap anak memiliki potensi pada dirinya masing-masing, yang tentunya potensi antara satu anak dengan anak lainnya tidak akan sama persis. Namun tahukah anda, bahwa petensi yang diberikan ini sejatinya bergantung pada bagaimana orangtua mereka mengasuh dan mendidiknya?

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia, datang dengan keadaan suci, polos dan tidak tahu apa-apa. Bak sebuah kertas putih yang bersih, anak-anak yang baru saja dilahirkan, belum dibekali kemampuan apa-apa selain kemampuan motorik untuk membuka kedua matanya dan menerima rangsangan yang diberikan oleh dunia luar, seperti sentuhan, ciuman, tiupan dan lain sebagainya.

memberikan kepercayaan pada anak

Adalah tugas seorang orangtua dalam mengenalkan anak pada banyak hal dan memberikan pendidikan baru agar anda bisa belajar dengan lebih baik sehingga mereka menjadi serba tahu. Pola pengasuhan dan didikan yag diberikan oleh orangtua juga akan mempengaruhi kualitas diri dari si anak. Segala hal yang diajarkan oleh orangtua adalah modal yang akan menentukan kepribadian dan karakter yang akan terbentuk dalam diri seorang anak.

Inilah mengapa karakter setiap anak akan berbeda dengan anak lainnya. Cara mendidik anda dengan tetangga tentu berbeda-beda yang mana anda bisa melihat hal ini dari karater dan kepribadian si anak itu sendiri.

Untuk itulah, jika ada anak bandel yang begitu sulit untuk diatur, apakah kita lantas melimpahkan kesalahan tersebut pada si anak? Tidak. Tentu saja tidak. Sebab dalam hal ini, orangtualah yang memegang kendali dan peran utama dalam pembentukan karater dan kepribadian mereka. Tentu tidak bijak, jika kita menyalahkan anak-anak yang bandel dan mencap diri mereka sulit diatur, yang namanya anak-anak, mereka akan meniru dan menyerap apa yang diajarkan oleh orangtuanya dan apa yang mereka lihat dari lingkungan sekitar. ( Baca juga: Nama Anak Laki-Laki )

Lantas apa sih sebenarnya faktor yang mempengaruhi seorang anak bisa begitu sulit untuk diatur? Nah, kita kenali terlebih dahulu beberapa faktor yang membuat pribadi seorang anak keras dan membuat mereka sulit diatur.

Faktor yang Membuat Pribadi Seorang Anak Menjadi Keras dan Sulit Diatur:

1. Orangtua Itu Sendiri

Peran orangtua dalam kehidupan seorang anak tentu mengambil kontrol yang paling besar. Dalam hal ini seorang orangtua berperan mendidik dan membimbing anaknya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya yakni dengan memberikan kepercayaan pada anak, serta selalu memberikan prasangka yang baik pada mereka. Sebab hal ini pada dasarnya kembali pada kondisi seorang anak yang lahir tanpa dosa.

Ketika anak-anak sulit diatur dan menjadi begitu keras kepala meskipun orangtua telah mengganggap pola pengasuhan yang diberikan sudahlah tepat. Maka sebaiknya tanyakan kembali pada cara mereka mendidiknya.

Orangtua yang selalu curiga, seringkali mengintrogasi anak pada saat mereka melakukan kesalahan, selalu berprasangka buruk, tentu saja akan membuat si anak menumbuhkan rasa benci dan kesal dalam dirinya. Selain itu, anak-anak juga akan merasa diperlakukan tidak adil, merasa terhina dan bahkan bukan tidak mungkin keburukan-keburukan lainnya akan tumbuh dalam diri mereka. Sehingga yang terjadi adalah anak-anak akan menjadi seorang pemberontak, pembohong dan bahkan menganggap rendah orangtua dan memandangnya sebagai musuh mereka.

2. Faktor Lingkungan Sekitar

Ketika anda sudah merasa memberikan pendidikan dan bimbingan yang baik kepada anak-anak anda, namun masih mendapati si anak sulit sekali diatur dan menjadi begitu bandel. Maka, cobalah telaah kembali seperti apa lingkungan yang dihadapi oleh si buah hati. Disadari atau tidak, lingkungan mengambil sekian persen peranan dalam membentuk pribadi seorang anak.

3. Faktor Bawaan dari Si Anak

Sejak lahir, anak-anak sudah memiliki bawaan mereka sendiri. Ada sisi negatif dalam diri anak dimana mereka cenderung memiliki tingkat egoisme yang begitu tinggi, suka menyenangkan sendiri, tidak ingin berbagi dan lain sebagainya. Nah, disinilah orangtua dan pendidik berperan besar dalam membimbing dna menghapus sifat negatif ini dalam diri anak.

Untuk itulah, penting bagi orangtua memberikan kepercayaan pada anak-anak mereka. Tanamkan kepercayaan dalam diri anda bahwa mereka adalah anak-anak yang baik dan mandiri. Tanpa disadari secara naluriah, hal ini aka menjaga dan mempertahankan apa yang anda percayai dalam diri anak-anak.

Lantas bagaimana jika kondisinya si anak seringkali berperilaku buruk? Perlukah kita memberikan kepercayaan padanya?

Setiap manusia yang memiliki hati dan pikiran, tentu tidak akan selama terjebak dalam kondisi yang sama dan sulit untuk dirubah. Begitupun dengan anak-anak, hanya karena anak anda seringkali berperilaku buruk, bukan berarti anda mencap diri mereka tidak akand apat berubah. Hanya saja, dalam hal ini peranan orangtua akan sangat dibutuhkan dalam membimbing anak dan mengarahkan mereka pada hal yang lebih positif. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua dalam menghadapi anak yang sering berperilaku buruk.

1. Introspeksi Diri

Sebelum mengajarkan anak tentang bagaimana menjadi seorang yang baik, maka penting bagi orangtua untuk menginstrospeksi dirinya sendiri apakah mereka sudah baik atau belum. Sudah benarkah cara kita mendidik anak? Dalam hal ini anda tentunya tidak bisa melibatkan perasaan pribadi anda. Untuk itu, cobalah melihat situasi dengan lebih objektif.

2. Temukan Cara Untuk Mengembalikan Keadaan

Jangan pernah takut dan mengira sudah terlambat untuk anda bisa membuat si anak berubah. Usia anak-anak yang masih muda, selalu ada waktu untuk bisa mengubah kembali keadaan seperti semula. Untuk itu, teruslah berusaha untuk dapat membawa kembali anak-anak ke jalan yang benar. Dalam menjalankan poin ini, tantangan paling besar, mungkin akan muncul dari sikap keras kepala anak-anak. Belum lagi jika lingkungan anak sudah dinilai parah dan sulit rasanya memisahkan anak dari lingkungannya, akan menjadi hal yang besar yang harus anda lalui. Akan tetapi, jangan mudah menyerah dengan kondisi dan sikap anak.

Diperlukan kesabaran dan keteguhan dalam menjalankan poin yang satu ini. Untuk itu, teruslah berupaya dan tanamkan dalam diri anda keyakinan bahwa anda akan dapat membawa anak ke jalan yang lebih baik dan mengembalikan keadaan seperti sediakala.

3. Bersinergi dengan Anak dan Lingkungan yang Didahapinya

Dalam hal mendidik anak yang seringkali sulit diatur, faktor lingkungan bisa jadi mengambil peranan paling banyak dalam membentuk pribadi mereka. Untuk itu, bentuk sinergi anda bersama dengan anak dan lingkungannya. Akan tetepi bukan berarti anda bisa melarang anak pergi bergaul dan memiliki teman, dalam hal ini anda harus bijak memberitahu anak untuk bisa memfilter lingkungannya.

Memberikan kepercayaan pada anak adalah hal yang penting guna membentuk kepribadian baik dalam diri anak. Cara diatas diharapkan mampu menjadikan referensi anda dalam mendidik buah hati.