data-ad-format="auto"

Tips Aman Atasi Jerawat Selama Kehamilan

Jerawat merupakan keluhan yang umum selama kehamilan. Bahkan, lima dari sepuluh ibu hamil mengalami kondisi jerawat yang sangat parah. Inilah yang menyebabkan ibu hamil seringkali khawatir apabila jerawat semakin merusak wajah dan meninggalkan bekas jerawat. Hati-hati dengan penggunaan obat/cream jerawat saat hamil karena akan bermasalah pada tumbuh kembang janin.

Artikel kali ini akan membantu anda dalam mengatasi jerawat dengan aman dan sehat selama kehamilan sehingga anda dapat mencegah jerawat yang semakin merusak wajah. Anda tidak perlu menggunakan cream/obat oral untuk mengobati jerawat. Anda dapat mencari tahu penyebab jerawat yang terjadi selama kehamilan dan pencegahan yang aman selama anda hamil.

Jerawat dan Kehamilan

Kehamilan jerawat adalah kondisi yang terjadi secara alami, umumnya reda ketika tingkat hormon kembali normal. Sehingga anda tidak perlu khawatir dengan munculnya jerawat ketika awal kehamilan atau bahkan selama kehamilan. Anda tidak perlu menggunakan obat oral atau cream jerawat yang mengandung bahan kimia yang membahayakan tumbuh kembang janin. Umumnya obat jerawat yang digunakan dalam pengobatan untuk muka dengan masalah jerawat membahayakan janin.

Beberapa obat seperti uraian di bawah ini harus anda hindari :

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

1.    Accutane

Sekitar 25-35% dari bayi yang lahir dari ibu terkena Accutane selama trimester pertama kehamilan menunjukkan pola cacat lahir. Pola ini meliputi cacat kraniofasial, cacat jantung, dan kerusakan sistem saraf pusat. Ada juga peningkatan risiko kematian keguguran dan bayi yang terkait dengan penggunaan Accutane selama kehamilan.

2.    Retin-A

Kurang dari 10% dari Retin-A masuk ke dalam aliran darah ibu bahkan dapat mencapai bayi. Penelitian yang menyatakan bahawa Retin-A harus diwaspadai oleh ibu hamil. Dalam hal ini yang terbaik adalah untuk membahas pengobatan dengan dokter kulit Anda.

3.    Tetrasiklin

Tetrasiklin tampaknya menyebabkan beberapa penghambatan pertumbuhan tulang dan perubahan warna gigi janin. Oleh karena itu, mengambil tetrasiklin juga harus didiskusikan dengan dokter kulit Anda.

Penyebab Jerawat Selama Hamil

Muka berjerawat ketika hamil memang sangat rumit, dilain sisi anda ingin tetap tampil sehat dan cantik dan di sisi lainnya kehamilan yang sedang anda alami harus dijaga dari bahan kimia yang berbahaya yang umum terdapat pada beberapa obat jerawat. Penggunaan bahan kimia yang berbahaya akan menyebabkan risiko tinggi cacat lahir. Oleh karena itu pertimbangkan penggunaan obat atau cream jerawat selama kehamilan.

Taukah anda, penyebab utama dari jerawat ketika Anda hamil adalah kadar hormon yang meningkat pada trimester pertama. Semakin tinggi tingkat meningkatkan produksi minyak alami kulit. Bahkan sulit untuk memprediksi selama hamil ibu akan mengalami jerawat biasa atau jerawat yang lebih parah. Meskipun demikian ibu hamil yang memiliki wajah berminyak, riwayat berjerawat atau mengalami jerawat ketika siklus menstruasi memiliki risiko lebih tinggi. Sedangkan untuk sebagian ibu hamil yang tidak mengalami wajah berjerawat ketika trimester pertama tidak mungkin mengalami jerawat yang  lebih parah selama trimester kedua atau ketiga.

Bahan kimia yang tidak aman untuk ibu hamil yang berjerawat

Ketika anda hamil anda harus menghindari beberapa obat jerawat berikut ini diantaranya adalah :

1.    Isotretinoin

Pengobatan jerawat yang umum berbentuk obat oral akan tetapi hal ini sangat berbahaya ketika Anda sedang hamil dikarenakan obat ini dapat mempengaruhi janin dan menyebabkan cacat lahir yang serius.

2.    Hindari terapi hormon

Terapi hormone yang berhubungan dengan hormon estrogen dan anti-androgen flutamide dan spironolactone karena berdampak pada tumbuh kembang janin.

3.    Hindari menggunakan beberapa jenis antibiotic

Termasuk antibiotik seperti tetrasiklin, doksisiklin dan minocycline, yang dapat menghambat pertumbuhan tulang dan menghitamkan gigi permanen. Bahkan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius.

4.    Retinoid topikal seperti adapalene (Differin), tazarotene (Tazorac) dan tretinoin (Retin-A).

Produk-produk ini mirip dengan isotretinoin dan harus dihindari selama kehamilan. Meskipun studi menunjukkan bahwa jumlah obat-obat ini diserap melalui kulit rendah, ada kekhawatiran bahwa obat ini bisa menimbulkan peningkatan risiko cacat lahir.

Bahkan untuk alasan yang sama, beberapa ahli juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan pengobatan topikal yang mengandung asam salisilat. Ini adalah bahan yang ditemukan dalam banyak produk kosmetik.

Tips Aman Atasi Jerawat Selama Kehamilan

Kehamilan jerawat adalah kondisi alam yang biasanya sembuh setelah melahirkan. Jadi, tindakan paling aman adalah perawatan kulit yang baik. Berikut adalah beberapa metode untuk mengatasi kehamilan jerawat tanpa menggunakan obat.

  1. Batasi cuci muka yaitu dua kali sehari dan juga setelah berkeringat berat.Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran jerawat. Usahakan tangan atau kapas yang anda gunakan benar benar bersih terhindar dari bakteri yang akan membuat jerawat semakin parah.
  2. Apabila Anda mencuci muka yang berjerawat, maka gunakan pencuci muka yang bebas minyak dan bebas alkohol serta juga pastikan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kehamilan.
  3. Gunakan kapas, tisu atau kain yang lembut dan hanya digunakan satu kali pakai ketika bersentuhan dengan bagian jerawat sehingga tidak memperparah pengembangan jerawat.
  4. Ketika mencuci muka anda dapat bilas kulit anda yang berjerawat dengan menggunakan air hangat kemudian menepuk lembut hingga kering. Jangan menggosok pada bagian yang berjerawat karena akan membuat jerawat semakin parah.
  5. Untuk mencegah wajah yang berjerawat dapat keramas setiap hari yaitu dengan menggunakan Shampoo yang tepat secara teratur. Jika Anda memiliki kulit berminyak, yang terbaik untuk keramas setiap hari. Hindari kulit kepala yang berminyak karena akan memicu muka berjerawat.
  6. Anda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung B6 karena dapat membantu sistem imun di dalam tubuh dan juga produksi antibodi. Bahkan kandungan Piridoxine dapat berperan dalam asam lemak, protein dan metabolisme. Ibu hamil yang kekurangan vitamin B6 akan menghambat proses penyembuhan jerawat bahkan jerawat cenderung meningkat.
  7. Ibu hamil dapat mengatur jadwal olahraga secara teratur sehingga dapat terhindar dari jerawat yang semakin parah. Dengan olahraga khusus ibu hamil maka dapat membantu untuk meningkatkan sirkulasi aliran darah ke seluruh tubuh yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
  8. Hindari juga mengeluarkan isi jerawat ataupun menggaruk yang akan menyebabkan bekas jerawat yang sulit hilang. Bahkan sering menyentuk muka yang berjerawat akan membuat area muka semakin parah karena bakteri yang menempel di tangan.
  9. Anda dapat menggunakan oil absorbing micro-fiber cloth yang dapat membantu mengurangi keluhan muka berminyak saat anda hamil. Dengan demikian anda dapat mencegah dari jerawat yang semakin parah.
  10. Apabila kondisi jerawat sudah semakin parah maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter sehingga tidak semakin membuat wajah semakin rusak dan meninggalkan bekas bekas jerawat yang sulit hilang.

Loading...

Follow us