data-ad-format="auto"

Mencegah dan Mengatasi Kekerasan Terhadap Anak

Anak adalah buah cinta yang sudah seharusnya mendapatkan kasih sayang dari orangtua serta orang-orang disekitarnya. Masa kecil anak seharusnya diisi dengan kegembiraan, kebahagian dan gelak tawa senang dari sang anak. Namun ada kalanya terjadi kekerasan pada anak yang tidak sepantasnya terjadi.

Tanpa disadari, orangtua seringkali memberikan bentakan bahkan hingga siksaan fisik terhadap anaknya baik yang dilakukan dengan sengaja maupun yang tidak sengaja. Selain itu, kekerasan juga terkadang didapat anak dari teman-teman serta orang-orang disekitarnya baik yang dikenalnya maupun yang tidak dikenal.

Sungguh tragis apa yang terjadi belakangan ini, banyak kasus kekerasan yang dijumpai pada anak. Anak yang masih murni dan tidak berdosa harus rela menderita karena menerima perlakuan kasar dari orangtua maupun oranglain. Pengalaman pahit seperti ini tentunya akan membekas sepanjang hidup anak dan akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Kekerasan pada anak umumnya dipicu karena kurangnya pengertian ataupun kelalaian orangtua atau orang dewasa yang memiliki emosi yang tidak dapat terkontrol. Kekerasan pada anak sekecil apapun adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam hukum di negara ini.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Lantas Hal Apa Saja yang Digolongkan Sebagai Kekerasan Anak

Apabila seorang anak mengalami kekerasan secara fisik dan psikis, kekerasan tersebut dapat berbentuk :

  1. Kekerasan fisik diartikan dimana orangtua/orang dewasa menyebabkan anak mengalami cedera fisik. Termasuk ke dalam kekerasan fisik pula jika orangtua tidak dapat memenuhi kebutuhan sandang pangan, termasuk gizi, obat-obatan serta pendidikan mendasar untuk anaknya. Juga apabila orangtua menelantarkan anak-anaknya dalam jangka waktu yang lama.
  2. Kekerasan psikis adalah bila orangtua tidak memberikan support, dorongan serta bimbingan pada anak. Selain itu, tindakan orangtua yang selalu mencari-cari kesalahan anak dan kerapkali meremehkannya juga digolongkan sebagai kekerasa psikis.
  3. Kekerasa seksual adalah bila seorang anak dilecehkan secara seksual oleh orang dewasa berapapun usianya. Para pelakunya bisa saja orang, dewasa, remaja ataupun anak seusianya.

Kekerasan bukan saja dilakukan oleh orangtua si anak saja, namun bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang ada dilingkungannya. Nah, untuk itu anda perlu mengupayakan agar kekerasan tersebut sebisa mungkin dicegah dan diatasi dengan cara berikut :

1. Membantu Anak Melindungi Diri

Maraknya kejahatan seksual yang terjadi belakangan ini tentunya membuat anda semakin khawatir dengan keselamatan anak anda. Nah, inilah saatnya menjelaskan pada anak bahwa tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya dengan tidak wajar. Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak segala perbuatan yang tidak senonoh dengan segera meninggalkan dimana sentuhan tersebut terjadi. Ingatkan anak untuk tidak gampang mempercayai orang asing dan buat anak untuk selalu menceritakan jika terjadi sesuatu dengan dirinya.

2. Laporkan Pada Pihak Berwajib

Bila terjadi kekerasan fisik, psikis ataupun seksual ada baiknya segera laporkan pada pihak yang berwajib. Hal ini bertujuan agar segera diambil tindakan lebih lanjut terhadap tersangka dan mengurangi angka kejahatan yang sama terjadi. Sementara untuk korbannya harus segera mendapatkan bantuan ahli medis serta dukungan dari keluarganya.

Demikian upaya dalam mencegah dan mengetasi kekerasan pada anak.

Loading...

Follow us