Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Diare

Diare atau yang sering dikenal dengan mencret merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pencernaan seseorang yang mana pada umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri.

Diare akan membuat penderitanya terus menerus buang air besar, minimal 3 kali dalam sehari. Selain itu, feses juga berbentuk cair yang disebabkan karena penyerapan air pada usus mengalami gangguan.

Diare pada umumnya sering terjadi di negara-negara berkembang, bahkan penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada balita. Menurut laporan, angka kematiannya mencapai 2,6 Juta pertahun.

Diare merupakan ganguan kesehatan terbesar yang dialami oleh negara kita. Diketahui, pada tahun 2003 silam diare yang diakibatkan karena terkontaminasi oleh bakteri merenggut nyawa sampai 100.000 jiwa, serta menjadi alasan utama dalam perawatan inap di rumah sakit.

Gejala Apa Saja yang Ditunjukan Ketika Seseorang Mengalami Diare?

Gejala diare yang timbul bisa dilihat tergantung pada penyebab dan siapa yang mengalaminya, seperti orang dewasa atau anak-anak. Gejala pada setiap orang biasanya berbeda-beda, dimana penderita diare bisa saja hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang sedikit encer, atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare yang sudah parah, kemungkinan besar penderitanya akan mengalami demam yang diiringi dengan kram perut hebat.

Apa Saja Faktor Penyebab Diare?

Secara umum diare disebabkan karena adanya infeksi usus. Infeksi usus itu sendiri terjadi karena penderitanya mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh virus, bakteri, parasit dan lain sebagainya.

Virus dan bakteri

Salah satu virus yang dapat menyebabkan diare yaitu influenza perut. Virus yang satu ini biasanya melekat pada sel-sel mukosa usus, sehingga dengan begitu kapasitas absorpsi akan mengalami penurunan, serta akan mengganggu proses sekresi air dan elektrolit. Diare yang disebabkan oleh virus biasanya akan hilang dengan sendirinya bersama dengan virus penyebab diare tersebut.

Sedangkan untuk diare yang disebabkan oleh bakteri, biasanya dipicu karena kualitas sanitasi masyarakat buruk. Bakteri penyebab diare ini akan masuk ke dalam makanan, sehingga makanan akan dengan tidak sengaja terkonsumsi. Ada beberapa jenis bakteri penyebab diare, seperti Sigella, Salmonella, Campylobacter dan jenis Coli tertentu.

Parasit

Sebenarnya tidak semua parasit akan menyebabkan diare. Ada beberapa jenis parasit yang dapat menyebabkan diare seperti, protozoa Entamoeba histolytica dan Giardia lambia, Cyptosporidium. Biasanya keadaan ini akan terjadi terutama pada daerah-daerah sub tropis maupun tropis. Ada pun ciri-ciri diare yang disebabkan oleh parasit seperti, nyeri perut, demam, muntah-muntah, anorexia, dan letih atau malaise.

Penyakit

Beberapa penyakit tertentu ternyata dapat menyebabkan diare bagi penderitanya. Seperti misalkan kanker usu besar, serta beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh cacing.

Makanan dan obat-obatan

Seperti yang sudah kita ketahui, ada beberapa makanan tertentu yang menjadi salah satu penyebab diare. Bagi mereka yang tidak tahan dengan makanan yang bercita rasa pedas, maka ketika mereka mengkonsumsinya maka akan mengakibatkan diare. 
Diare yang disebabkan oleh obat, biasanya diakibatkan karena efek samping dari pemakaian obat itu sendiri. 

Psikis dan Penyebab Lainnya

Apakah anda pernah merasa sakit perut ketika dalam keadaan grogi? Seperti halnya sakit perut, diare juga bisa diakibatkan karena kondisi jiwa, seperti misalkan sedang stress, tertekan, serta lain sebagainya. Ketika seseorang hidup dengan tidak nyaman, maka akan membuat gaya hidupnya menjadi tidak teratur. Misalkan makan tidak sehat dan tidak teratur, tidur tidak tenang dan lain sebagainya. Ketika dalam keadaan seperti ini, maka akan terjadi rangsangan yang berlebihan pada saraf, terlebih lagi pada daerah hipotalamus sehingga pada akhirnya akan menyebabkan hiperperistaltik. Ketika gerakan peristaltik meningkat, maka akan mengakibatkan gangguan absorpsi air dan elektrolit, sehingga dengan begitu terjadilah diare.

Selain penyebab di atas, konsumsi alkohol secara berlebihan pun dapat menyebabkan terjadinya diare.

Bagaimana Mengobati Diare?

Ketika keadaan diare sudah semakin parah, maka akan berujung pada dehidrasi. Dehidrasi memiliki akibat yang sangat fatal, bahkan akan berpotensi merenggut nyawa penderitanya terlebih lagi jika menimpa anak-anak. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena ketahanan dari tubuh anak-anak akan lebih kecil terhadap dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, para orang tua diharapkan untuk waspada akan tanda-tanda dehidrasi pada anak-anak, serta penderita disarankan untuk meminum banyak cairan saat diare masih berlangsung. Salah satu cairan yang bisa diminum ketika mengalami dehidrasi yaitu oralit, namun hal yang harus diperhatikan yaitu anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama apabila anda menderita riwayat penyakit tertentu seperti penyakit jantung.

Obat anti-diare bisanya tidak terlalu dibutuhkan, terkecuali bagi mereka yang akan berpergian jauh atau mereka yang memiliki aktivitas cukup padat.

Sebagian besar, diare akan sembuh pada penderitanya setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan apapun. Pada orang dewasa, biasanya diare akan sembuh setelah dua sampai empat hari. Sedangkan pada anak-anak, diare akan berlangsung lebih lama dari itu, yakni sekitar lima sampai tujuh hari.

Kapan Harus Memeriksa Diri ke Dokter?

Jika diare yang menyerang anak anda semakin parah atau berkelanjutan, atau jika anak anda sudah menunjukan tanda-tanda dehidrasi, maka anda harus segera membawa anak anda tersebut ke dokter. Segeralah berkonsultasi ke dokter jika mengalami diare sebanyak 6 kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. 

Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan ke dokter harus segera dilakukan jika penderitnya mengalami keadaan seperti di bawah:

  • Diare yang disertai dengan muntah-muntah
  • Pendarahan pada anus
  • Adanya darah pada tinja
  • Mencret yang beresiko pada dehidrasi
  • Diare pada malam hari sehingga akan mengganggu tidur
  • Diare terjadi selama seminggu
  • Diare setelah menjalani perawatan di rumah sakit
  • Berat badan turun dengan drastis

Diare yang menimpa orang dewasa dan berlangsung beberapa minggu biasanya diakibatkan oleh kanker usus, sindrom irtasi usus, atau penyakit Crohn.

Bagaimana Cara Mencegah Diare?

Diare bukan saja akan berdampak pada penderita, tetapi diare juga akan menyebar pada orang-orang yang ada di sekitarnya terlebih lagi anggota keluarganya. Oleh sebab itu, diare harus dicegah sedini mungkin. Berikut langkah-langkah mencegah diare:

  • Biasakan untuk mencuci tangan sesudah dan sebelum makan
  • Hindari makanan yang tidak higenis atau kebersihannya diragukan, serta hindari minum air keran
  • Biasakan untuk memisahkan makanan yang mentah dengan makanan yang matang
  • Konsumsi makanan yang terbuat dari bahan makanan yang masih segar
  • Usahakan selalu menyimpan makanan di dalam kulkas, serta jangan simpan makanan di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan

Jika anda sudah terlanjur mengalami diare, maka anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegah diare menyebar pada orang-orang yang ada di sekitar anda.

  • Pastikan orang-orang yang ada di sekitar atau keluarga tidak memakai handuk atau peralatan yang sama dengan penderita
  • Setiap setelah buang air besar, bersihkan toilet dengan menggunakan disinfektan
  • Tetap berada di rumah, setidaknya selama 48 jam setelah periode diare terakhir
  • Cuci tangan setelah dari toilet, ketika menyiapkan makanan atau sebelum dan sesudah makan

Penyakit diare tidak bisa didiamkan dengan begitu saja. Setelah anda mengetahui gejala, penyebab dan cara mencegahnya, kini anda bisa berhati-hati lagi agar diare tidak dialami oleh anda atau orang-orang yang anda sayangi. Semoga bermanfaat.

 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply