data-ad-format="auto"

Kenali 5 Tanda Bahwa Anda Menderita Migren

Banyak diantara anda yang mengeluhkan menderita sakit kepala. Ada beberapa klasifikasi sakit kepala yang harus anda ketahui. Salah satunya adalah sakit kepala migren. Sakit kepala jenis ini banyak menimpa banyak orang didunia. Bahkan, National Headache Foundation memperkirakan ada sekitar 28 juta orang Amerika yang menderita migren dan dari persentasi berikut penderitanya didominasi oleh para wanita. Bahkan seperempat dari jumlah wanita tersebut sebanyak 35 % mengeluhkan menderita serangan migren setiap bulannya dan diantaranya 1 sampai 4 serangan migren terparah datang dalam fase satu bulan tersebut.

Serangan migren bisa berlangsung mulai dari empat jam hingga 3 hari lamanya. Sakit kepala ini juga kerap datang dengan disertai mual, muntah dan kepekaan terhadap cahaya. Penyebabnya sendiri belum ditemukan hingga saat ini, meskipun sakit kepala ini terkait dengan perubahan pada otak dan penyebab genetic. Para penderita migren mungkin saja mewarisi kecenderungan untuk terpengaruh pemicu migren tertentu seperti kelelahan, perubahan cuaca, cahaya yang terlalu terang atau hal lainnya. Untuk mengetahui apakah anda menderita sakit kepala jenis ini atau tidak? Sebaiknya kenali 6 tanda ini :

1.    Aura

Meskipun tidak semua penderita mengeluhkannya, namun beberapa penderita migren mengaku mengalami semacam penampakan aura pada saat awal kemunculan sakit kepala migren. Penampakan visual dari aura ini biasanya hanya terjadi pada satu sisi kepala yakni kepala yang merasakan migren. Sumber lain mengatakan, sebagian penderitanya, seperti mengalami kabur penglihatan saat diawal sakit migren terjadi.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

2.    Gejala Fisik

Beberapa gejala fisik akan dialami oleh para penderita migren, seperti salah satunya mengalami pusing, lemas atau mati rasa pada ujung jari. Namun yang patut anda waspadai adalah, gejala-gejala berikut bisa juga terjadi saat seseorang mengalami stroke. Dan untuk itu, jika gejala-gejala tersebut anda rasakan, sebaiknya segera mendapatkan perhatian medis atau menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk memastikan penyakit yang anda derita.

3.    Perbedaan Rasa Sakit Pada Bagian Kepala

Terkadang sulit sekali membedakan antara sakit kepala biasa dengan sakit kepala migren. Namun para penderita migren rasa nyeri hanya menyerang satu sisi kepala saja, meskipun terkadang bisa juga terjadi pada dua sisi kepala saat bersamaan. Rasa sakit akibat migren biasanya hanya teralokasi disekitar daerah tertentu seperti pelipis, belakang mata seperti tertekan benda keras atau bagian telinga yang dirasa begitu berat. Rasa sakit akibat migren biasanya cukup intens dan berdenyut.

4.    Penderitanya Akan Mengalami Beberapa Hal Ini

Selain reasa nyeri yang begitu kuat, para penderita migren juga akan mengalami hal-hal berikut seperti sakit kepala yang disertai dengan rasa mual bahkan muntah dan mereka akan lebih peka terhadap cahaya. Sehingga tak aneh, jika banyak orang yang mengalami migren lebih memilih mengurung diri sendiri dikamarnya dengan suasana yang lebih gelap dan tenang.

5.    Depresi dan Perubahan Mood Bisa Jadi Pemicu Migren

Perubahan suasana hati atau mood bisa jadi pemicu sakit kepala migren. Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Calhon seorang ahli medis asal Belanda bahwa seseorang yang  secara tiba-tiba merasa begitu senang dan kembali bersedih akan mengalami perubahan fungsi diotak yang menyebabkan otak arus bekerja begitu keras dan menimbulkan sakit pada kepala. Dan baru-baru ini ia melaporkan, hubungan genetik yang terjadi bisa menjadi pemicu antara depresi dan migrain, terutama migrain dengan aura.

Data di American Academy of Neurology 2010 pada pertemuan tahunan menjelaskan bahwa depresi pada tingkat sedang atau berat mampu meningkatkan risiko migrain episodik menjadi kronis.

Loading...

Follow us