Karena Kedua Orang Tuaku Maniak Game Online, Aku Hampir Mati Kelaparan

Orang tua adalah tempat berlindung anak-anak dari segala bahaya. Untuk itu, selama anak masih belum mandiri, anak-anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Namun bagaimana jadinya, jika orangtuanya masih saja bertingkah seperti anak-anak.  Hal tersebutlah yang terjadi pada pasangan suami istri bernama Mark Knapp dan Elizabeth Pester yang karena kecintaannya terhadap game online, hingga ia tega menelantarkan anak perempuannya yang baru saja berusia 3 tahun.

Akibat kecintaannya yang sudah berlebih hingga dikategorikan sebagai maniak, Mark dan Elizabeth sampai tak menghiraukan kebutuhan anaknya. Tak hanya itu, bahkan untuk memberinya makan, merawatnya hingga memenuhi kebutuhannya saja, tidak pernah mereka lakukan. Hingga pada akhirnya sang anak harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang begitu mengkhawatirkan. Bayangkan saja, diusianya yang sudah 3 tahun, sang anak hanya memiliki bobobot tubuh sebesar 5 kilogram. Angka tersebut jauh sekali dengan angka normal untuk balita seusianya.

Dokter yang menangani anak tersebut menyatakan, jika saja balita ini tak segera dibawa kemari (ke rumah sakit) mungkin saja nyawanya sudah tidak dapat ditolong lagi. Dan parahnya lagi, seusai menyerahkan sang anak ke rumah sakit, pasangan tersebut malah kembali kerumah mereka untuk menyelesaikan permainan mereka yang sempat terhenti karena anaknya. Dan atas perbuatannya tersebut, pasangan Mark dan Elizabeth akhirnya ditangkap polisi karena terbukti menelantarkan buah hatinya sendiri hingga kelaparan. Seorang detektif yang menangani kasus tersebut menyatakan, jika kondisi anak Mark dan Elizabeth terlihat begitu mengkhawatirkan. “Ia tidak dapat berjalan, tak dapat bergerak dan hampir tak dapat berbicara. Ia hanya terbaring lemah tak berdaya”, pungkasnya.

Setelah diusut, sebenarnya ini bukanlah kali pertama mereka bermasalah dengan pengasuh anak. Sebelumnya Mark dan Elizabeth juga pernah menelantarkan anaknya yang baru saja berusia beberapa minggu, hingga akhirnya, anak tersebut diambil untuk dipelihara oleh Negara. Namun akhirnya pasangan ini kembali mendapatkan hak asuh atas buah hatinya. Namun meski begitu hal tersebut terulang untuk ke dua kali dan ketiga kali. Hingga akhirnya sekarang Mark dan Elizabeth harus menelan pil pahit atas apa yang mereka lakukan pada puterinya. Memiliki buah hati merupakan sebuah pilihan yang harus memiliki persiapan yang matang baik secara fisik maupun mental. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa seorang anak adalah hal utama bagi setiap orang tua, apalagi saat mereka masih belum bisa mandiri.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Loading...

Follow us