Jeda Waktu Kehamilan Setelah Operasi Caesar

4.5/5 (6)

keturunan yang banyak. Pasangan suami istri seperti tidak sabar agar mereka dapat segera memiliki anak lagi selepas kelahiran anak pertamanya yang ditempuh melalui operasi caesar. Mengingat operasi caesar merupakan operasi besar, maka seorang ibu yang telah menempuh operasi tersebut dan kembali mengidamkan sebuah kehamilan, maka ia haruslah menunggu beberapa waktu agar tubuhnya siap kembali mengandung dan hal yang paling penting adalah menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Operasi caesar adalah proses persalinan bayi yang ditempuh melalui insisi atau potongan pada perut serta rahim ibu hamil. Pada sebagian besar kasus, ibu yang menjalani operasi caesar dapat tetap sadar selama proses persalinan dan dapat bersama bayi yang baru dilahirkannya sesegera mungkin.

Untuk itulah, jeda atau rentan waktu bagi ibu yang sudah pernah menempuh operasi caesar harus benar-benar diperhatikan. Para ahli menyarankan seorang ibu yang pada kehamilan sebelumnya telah melakukan operasi caesar dan menginginkan untuk dapat kembali hamil harus menunggu kira-kira selama kurang lebih 18 hingga 24 bulan dari masa persalinannya.

Dalam kurun waktu ini diharapkan luka bekas operasi pada ibu telah sembuh benar, serta keadaan fisik ibu yang telah pulih sepenuhnya begitu pula dengan kondisi fisiologisnya. Nah, apabila ibu hamil lagi dengan waktu lebih cepat daripada waktu yang telah dianjurkan, maka dikhawatirkan akan berimbas fatal terhadap kesehatan ibu dan si calon bayi. Sementara itu, perlu diketahui bahwa ibu yang menempuh persalinan dengan cara operasi caesar akan kehilangan 2 kali volume darah lebih besar dibandingkan dengan ibu yang menempuh persalinan secara normal.

Adapun dampak yang akan mungkin dihadapi oleh ibu yang hamil lagi dari kurun waktu kurang dari 6 bulan setelah menempuh operasi caesar, diantaranya seperti dikemukakan para ahli yakni kemungkinan kelahiran prematur, komplikasi hingga kelahiran bayi dengan bobot yang lebih rendah. Untuk itulah pemberian jeda atau jarak antara kehamilan pertama dengan proses persalinan caesar dengan kehamilan selanjutnya sangatlah wajar. Bahkan, adapula dokter yang menyatakan bahwa jarak antar kehamilan tidak hanya berlaku untuk ibu yang menempuh persalinan caesar, hal ini juga penting untuk ibu yang menempuh persalinan normal.

Panduan jarak kehamilan minimal 18 bulan ini tentunya telah didesain oleh para ahli dengan penuh perhitungan sehingga jangka waktu tersebut mampu mengurangi resiko terjadinya keluhan atau komplikasi. Namun meski demikian, ada saja ibu yang hamil lebih cepat dari jarak waktu yang ditetapkan namun tetap dalam kondisi baik-baik saja dan tanpa masalah. Selain itu usia juga mempengaruhi lamanya jarak antar-kehamilan, semakin tua usia perempuan maka kehamilannya akan semakin beresiko, juga semakin sulit terjadinya pembuahan.

Nah, bagi anda yang telah siap untuk kembali memiliki kehamilan, maka pastikan jika anda telah mempersiapkan fisik, mental dan segalanya dengan baik.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel