data-ad-format="auto"

Demam Saat Hamil Muda | Penyebab, Gejala, Resiko & Pengobatan

Deman merupakan sebuah kondisi dimana tubuh megalami peningkatan suhu yang cukup tinggi. Suhu badan yang meningkat melebihi 37o C merupakan ciri bahwa seseorang terkena demam. Demam merupakan sebuah penyakit yang umumnya disebabkan oleh sebuah peradangan. Peradangan ini menjadi ciri bahwa tubuh sedang melawan suatu virus yang masuk kedalam tubuh manusia.

Tentunya, demam dapat menyerang siapa saja baik orangtua maupun anak-anak bahkan seorang wanita yang tengah hamil. Suatu penyakit demam tidak dianggap berbahaya jika tidak berlanjut lbih dari 3 hari. Pasalnya, demam dengan waktu yang sangat lama akan menimbulkan suatu kondisi tubuh yang lebih parah seperti malaria, demam berdarah atau penyakit lainnya.

Bagaimana jika demam menyerang ibu saat hamil muda? Apakah hal ini sangat berbahaya? dan juga Apa sebenarnya penyebab demam saat hamil muda?

Itulah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh seorang wanita yang tengah hamil dan mengalami demam saat hamil muda. Untuk menjawab rasa penasaran Anda akan hal ini, berikut kami sajikan beberapa poin terkait demam saat hamil muda mulai dari penyebab, bahaya dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Demam Saat Hamil Muda

Kehamilan tentunya diharapkan oleh setiap wanita yang sudah menikah. Mereka akan melakukan apa saja agar mereka bisa  mendapatkan kehamilan milau dari program sampai terapi kehamilan. Tentu akna menjadi sebuah kabar yang menggembirakan bagi seorang wanita jika ia mendapati gejala-gejala kehamilan yang biasanya ditunjukan oleh seoranng ibu hamil. Gejala-gejala tersebut tenttu berbeda pada setiap wanita. Hal ini disebabkan hormon dan sistem imunitas tubuh yang berbeda pula. Terdapat beberapa gejala yang ditunjukan oleh seorang ibu hamil baik bersifat aman atau bahkan berbahaya.

Untuk itu kami akan menyajikan sebuah topik mengenai demam saat hamil muda yang rentan terjadi pada ibu hamil.

Penyebab Demam Saat Hamil Muda

Demam saat hamil muda atau pada masa kehamilan dapat dikatakan sebagai tanda bahaya pada kehamilan. Pasalnya, kondisi ini membuat tubuh seorang ibu hamil mengalami peningkatan suhu yang melebihi angka 38o C. Ketika ibu hamil diserang penyakit demam, ini tanda adanya infeksi dalam kehamilan Anda. Jika Anda terserang demam saat hamil muda, Anda harus menanganinya dengan baik agar tidak timbul gejala lain yang lebih berbahaya. Untuk itu, Anda harus mengetahui penyebab-penyebab ibu hamil terserang demam.

  1. Adanya Infeksi Virus

Ketika ibu hamil mengalami demam dengan suhu badan yang sangat tinggi, kondisi ini jangan dibiarkan begitu saja. Terjadinya demam pada ibu hamil dapat disebabkan oleh infeksi virus yang rentan menyerang ibu hamil. Virus yang terkenal rentang menyerang ibu hamil yaitu virus TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes). Virus ini ketika menyerang tubuh manusia akan memberikan gejala seperti demam. Virus ini ketika masuk kedalam tubuh ibu hamil sangatlah berbahaya. Selain menyebabkan kelainan pada organ janin seperti otak, penglihatan, kelainan struktur tubuh dan kelainna jantung bawaan, virus ini dapat menyebabkan kematian pada janin. Maka, Anda harus berhati-hati ketika mendapati tubuh Anda demam saat hamil muda.

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Penyebab ibu demam saat hami muda adalah adanya infeksi pada saluran kemih yang dikenal dengan sebutan ISK. Infeksi saluran kemih ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan kumam pada saluran kemih. Infeksi ini dapat menyebabkan perubahan hormonal selama hamil sehingga fungsi ginjal mengalami perubahan. Akibatnya bakteri dan kuman tetap ada pada saluran ini sampai waktu persalinan. Jika Anda mengalami demam yang disertai dengan kencing yang sakit atau lebih sering kencing pada malam hari pada saat hamil muda, dimungkinkan Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Pada beberapa ibu hamil mungkin tidak ditemukan gejala demam, bahkan kadang-kadang tanpa gejala. Terjadinya infeksi saluran kemih dapat mengakibatkan resiko persalinan prematur dan kelainan pada janin.

  1. Adanya Infeksi Malaria

Penyakit malaria dalam kehamilan biasanya disebabkan oleh protozoa yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit malaria melalui protozoa merupakan genus plasmodium yang dapat menyerang manusia maupun serangga. Gejala ibu hamil yang terserang protozoa dalam genus ini berbeda-beda setiap ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sistem imunitas tubuh dan intensitas transmisi pada setiap ibu hamil. Selain demam, terdapat pula gejala lain jika seorang ibu hamil terkena infeksi malaria diantaranya anemia dan splenomegali (pembesaran limpa).

  1. Kurang Mengonsumsi Asam Folat

Selain infeksi virus atau ISK, ibu hamil yang terserang demam merupakan ciri bahwa ibu hamil kekurangan asupan asam folat. Kita tahu bahwa asam folat merupakan zat yang sangat diperlukan tubuh terutama ibu hamil dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. JIka ibu hamil kekurangan asam folat, maka akan sangat berakibat buruk pada janin Anda. Seperti kasus yang terjadi pada bayi lahir dengan tengkorak yang tidak menutup sempurna yang ditemukan meninggal ini disebabkan oleh kurangnya konsumsi asam folat.

  1. Perubahan Suhu Tubuh

Penyebab yang paling sering terjadi pada ibu demam saat hamil muda adalah perubahan suhu pada tubuh ibu. Sebuah penelitian membuktikan bahwa suhu tubuh ibu hamil yang sering berubah dan tidak stabil pada awal kehamilan akan menyebabkan bayi lahir cacat atau tulang belakang yang lambat berkembang serta perkembangan otak bayi yang tidak maksimal. Kasus ini sering terjadi pada bayi dengan kolum tulang belakang yang tidak menutup dengan sempurna. 

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Selain infeksi saluran kemih, demam saat hamil muda pun disebabkan oleh infeksi menular seksual yang secara langsung menyebar kedalam kandungan ataupun melalui peredaran darah. Jika infeksi pada virus menular seksual ini tidak ditangani, maka akan menyebabkan bayi lahir prematur dan keguguran. Infeksi Menular Seksual (ISM) disebabkan oleh bakteri Gardnerella vaginalis, Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis.

Resiko Demam Saat Hamil Muda

Tentunya, setiap segala sesuatu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh seseorang. Seperti halnya demam saat hamil muda yang kerap menyerang siapa saja. Ketika seorang ibu hamil terjangkit demam yang disebabkan oleh beberapa penyebab, tentu inilah resiko yang harus diambil bagi dirinya dan juga janin yang dikandungnya. Berikut ini beberapa resiko yang harus diterima jika Anda mengalami demam saat hamil muda, diantaranya:

  1. Autisme Pada Anak

Pasalnya, demam saat hamil muda kerap dikaitkan dengan resiko autisme pada janin Anda. Penelitian tersebut tidaklah salah, seperti studi yang dilakukan oleh Journal of Autism and Development Disorner menyatakan adanya hubungan deman dengan autisme. Resiko autisme pada janin 2,5 kali keterlambatan perkembangan dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami demam saat hamil muda. Demam saat hamil muda juga dapat berakibat pada perkembangan otak bayi yang terlambat serta penglihatan yang terganggu.

  1. Kelainan Jantung Bawaan

Selain resiko autisme pada bayi yang akan terjadi seiring perkembangan usianya. Demam yang sangat hebat pun memiliki resiko lain yang tidak kalah berbahayanya. Seperti yang telah dijelaskan diatas, jika seorang ibu hamil terserang demam karena terjangkitnya virus TORCH, tentu ini jangan dibiarkan. Kelainan jantung bawaan saat janin berada dalam kandungan adalah kasus yang biasa terjadi yang diakibatkan oleh virus TORCH ini. Kelainan jantung bawaan atau kelainan jantung bocor pada bayi dapat terjadi dengan gejala demam yang timbul pada ibu.

  1. Bayi Lahir Prematur

Demam pada ibu hamil yang disebabkan oleh Infeksi Menular Seksula (IMS) atau infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat mengakibatkan bayi lahir prematur. Hal ini disebabkan oleh bakteri dan kuman yang menempel pada saluran dan vagina Anda yang menyebar masuk kedalam rahim Anda. Jika bakteri dan kuman sudah masuk pada rahim Anda, maka kehamilan Anda akan terganggu dan menyebabkan bayi lahir belum pada waktu yang tepat. Biasanya, bayi lahir prematur ketika kandungan berusia 7 bulan.

  1. Cacat Fisik Pada Bayi

Selain kelainan organ penting pada bayi, demam saat hamil muda juga dapat mengakibatkan cacat pada fisik bayi seperti tengkorak yang tidak menutup sempurna dan tulang belakang yang masih terbuka. Hal ini tentu sangat tidak Anda harapkan, bukan? Pada umumnya, demam yang diakibatkan oleh kekurangan asam folat dapat dihindari untuk mencegah resiko-resiko yang tidak kita inginkan.

 

Gejala-Gejala Yang Timbul Jika Demam Anda Berbahaya

Tentunya, seorang ibu hamil sangat rentan terkena penyakit dan infeksi dari bakteri dan kuman-kuman yang berbahaya. Untuk itu, jika Anda mendapati gejala-gejala lain yang menyertai demam, Anda jangan mengabaikannya terlebih bagi seorang ibu hamil. Karena, hal ini akan mengakibatkan resiko-resiko lain yang tentu tidak kita inginkan. Berikut gejala-gejala yang biasanya menyertai ketika Anda terserang demam:

  1. Mual & muntah yang parah
  2. Sakit ketika buang air kecil dan vagina terasa panas dan perih
  3. Pendarahan pada vagina
  4. Perut nyeri sangat hebat dan terkadang disertai dengan kontraksi uterus yang menyakitkan
  5. Sakit kepala yang intens
  6. Badan terasa lemas
  7. Asam lambung meningkat dan perih pada perut saat Anda makan

Tentu, jika Anda mendapati gejala tersebut, jangan didiamkan, segeralah untuk diperiksa ke dokter kandungan Anda dan sebutkan semua gejala-gejala lain yang sedang alami ketika demam.

Pengobatan Demam Saat Hamil Muda

Pengobatan adalah hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda terserang demam tinggi. Pengobatan dapat Anda lakukan dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan dan ceritakan gejala-gejala yang timbul pada saat itu.Tentunya, dokter akan memberikan dosis penurun panas dan obat untuk menangani gejala lain yang tentu aman bagi ibu hamil. Jika Anda belumdapat pergi ke dokter karena berbagai hal, pengobatan manual yang bisa Anda lakukan adalah memberikan kompres dengan air hangat.

Pencegahan Demam Saat Hamil Muda

Jika Anda tidak ingin terserang demam saat hamil muda, beberapa pencegahan berikut ini bisa Anda lakukan, diantaranya:

  1. Menjaga asupan makanan dan minuman
  2. Menjaga daya tahan tubuh
  3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  4. Istirahat yang cukup saat hamil muda
  5. Rutin memeriksakan kehamilan Anda pada bidan atau dokter

Perlu Anda tahu bahwa demam saat hamil muda tidak selalu menimbulkan resiko-resiko yang telah kami sebutkan diatas. tentu, demam dalam kondisi normal dengan pengobatan yang cukup tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan bagi kehamilan Anda. Untuk itulah, menjaga asupan makanan dan gizi yang cukup terutama pada saat hamil muda akan membantu Anda untuk mendapatkan sistem imunitas tubuh yang baik. Dengan imunitas yang baik, tubuh Anda dapat melawan virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Semoga bermanfaat!

 

Loading...

Follow us