Perawatan Bayi Baru Lahir

Berapa kali sehari, sih, bayi harus dimandikan? Kenapa pula bokongnya kerap berwarna merah? Perlukah kita membersihkan lidah si kecil? Nah, simak jawaban ahli mengenai pertanyaan yang kerap Anda lontarkan.

Menjadi orangtua memang menyenangkan. Sayangnya, untuk anda ibu baru yang belum memiliki pengalaman, kegiatan mengurus anak akan dapat cukup merepotkan dan membuat anda panik. Akan tetapi, sebagai orangtua yang memiliki bayi baru lahir anda dituntut untuk yidak melakukan kesalahan sedikit saja.

Nah, selama melakukan kegiatan mengurus bayi baru lahir mungkin ada beberapa hal yang sering anda lakukan. Baik disengaja maupun tidak, ternyata beberpa kegiatan ini akan dapat berdampak bahaya untuk kesehatan si kecil.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Bayi Baru Lahir

Ada cukup banyak hal yang dianggap sepele namun memiliki dampak yang cukup besar untuk bayi baru lahir. Beberapa hal dibawah ini sebaiknya tidak anda lakukan pada bayi baru lahir.

Menghilangkan Kotoran Mata Pada Bayi dengan Ludah

Terkadang mungkin pada waktu tertentu anda akan dibuat gemas melihat kotoran yang menempel pada bagian sudut atau mata si kecil. Sehingga demikian, hal ini membuat anda ingin segera melepaskannya. Bahkan pada saat tidak terdapat tisu atau kain anda akan mungkin menghilangkan kotoran ini denga menggunaka ludah anda. Akan tetapi, disadari atau tidak kegaitan yang satu ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan sebab akan berdampak bahaya untuk buah hati anda.

Meskipun sumbernya dari air liur ibu yang tertutupi dengan mulut. Namun tetap saja, hal ini akan dapat berdampak bahaya untuk buah hati anda. Meskipun air liur tertutup dengan mulut, namun tetap saja kuman dan kotoran akan mungkin bersarang didalamnya. Apalagi jika anda kurang cermat dalam menjaga kebersihan didalam rongga mulut. Salah-salah, air liur yang anda oleskan pada mata bayi akan membuat kuman memapari bagian wajahnya.

Kandungan kuman dan bakteri inilah yang disebut dengan bahaya yang tidak kita sadari. Ketika anda mengoleskan ludah pada mata bayi sewaktu hendak melepaskan kotoran dai matanya hal ini akan membuat matab bayi rentan terkena dengan bahaya.

Oleh karenanya, jangan biasakan mengoles bagian mata atau tubuh bayi dengan menggunakan air liur anda. Sebaliknya, ketika anda mendapati ada kotoran pada bagian mata bayi dan pada saat yang sama tidak ada kain bersih untuk memebersihkannya maka sebaiknya urungkan dan tahan terlebih dahulu keinginan tersebut.

Tidak Memandikan Bayi yang Sedang Sakit

Banyak orangtua merasa khawatir jika buah hatinya yang baru lahir dan tengah menderita sakit lantas dimandikan akan membuat kondisi ini semakin buruk. Seperti misalkan ketika si kecil menderita demam, kondisi tubuh yang panas pada bayi membuat orangtua akan khawatir bila memandikan buah hatinya. Hal ini membuat mereka takut jika demam yang menyerang si kecil malah akan menjadi buruk. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk membiarkan si kecil tidak dimandikan sampai kondisinya menjadi lebih baik.

Akan tetapi, rupanya kondisi ini keliru. Tidak memandikan bayi yang tengah sakit bukanlah tindakan yang bijak. Malah sebaliknya hal ini akan berdampak kurang baik untuk si kecil. Kondisi tidak mandi pada bayi aka tentu membuat kuman dan bakteri menumpuk pada tubuhnya. Hal ini dikhawatirkan membuat pekembangan kuman menyebar didalam tubuh si kecil. Bisa dibayangkan ketika kondisi ini menyerang buah hati anda.

Untuk itulah sebaiknya upayakan untuk tetap membersihkan tubuh si kecil bahkan ketika ia tengah demam. Sementara itu, ketika anda memandikan si kecil maka penting sekali untuk anda memperhatikan penggunaan air yang akan anda berikan pada si kecil. Karena si kecil tengah demam maka gunakan air hangat untuk mandinya. Setelah itu, untuk menghindari tubuh mungilnya dari kedinginan maka segera balut tubuhnya dengan menggunakan handuk. Selepas itu, anda bisa segera memberikan baju dan pakaian yang hangat untuk menjaga tubuh si kecil.

Selain itu, hal penting yang perlu diperhatikan adalah hindari memandikan bayi baru lahir yang tengah demam dengan menggunakan air dingin. Sebab ini malah akan membuat kondisinya semakin buruk. Cukup usapkan lap dengan menggunakan air hangat pada tubuhnya dengan perlahan. Hal ini dilaukan agar kuman dan bakteri bisa dibersihkan dari tubuhnya dengan baik. Sehingga tubuh si kecil tetap bersih dan terhindar dari kotoran.

Membuang ASI Pertama

Kebanyakan orangtua zaman dulu akan melakukan ahl ini. Mereka meyakini bahwa keluarnya ASI pertama dari payudara seorang ibu sudah seharusnya dibuang. Hal ini dikarenakan ASI pertama kali yang keluar kualitasnya sudah tidak baik dan tidak layak diberikan pada si kecil. Sehingga demikian mereka menganggap ASI pertama dibuang saja. Padahal kondisi ini tentu saja keliru dan tidak sebaiknya dilakukan.

Justru ASI yang pertama kali keluar pada seorang ibu adalah jenis ASI yang baik dan bermanfaat diberikan pada bayi. Hal ini dikarenakan ASI ini memiliki kandungan protein dan kandungan lainnya yang baik dan dibutuhkan oleh bayi baru lahir.

Kandungan protein, vitamin, mineral dan air adalah sebagian besar nutirisi yang dibutuhkan oleh si kecil ketika mereka pertama kali dilahirkan ke dunia. Jadi demikian, tidak sebaiknya anda membuang ASI pertama anda. Daripada membuangnya segera susukan pada si kecil agar manfaat yang baik dan besar yang terdapat dalam cairan ASI ini bisa mereka rasakan.

Membiarkan Bayi Menangis Terlalu Lama

Banyak orang yang beranggapan bahwa tangisan bayi sewaktu mereka baru saja dilahirkan adalah hal yang baik untuk dirinya. Sehingga demikian, tak sedikit orang yang dengan sengaja membuat buah hatinya sendiri menangis. Banyak yang percaya bahwa tangisan yang dikeluarkan oleh bayi pada saat mereka baru saja dilahirkan akan baik untuk melatih kemampuan mengeluarkan suaranya. Hal ini pu penting dilakukanguan melatih dan mempersiapkan kemampuan untuk berbicaranya. Akan tetapi, membiarkan bayi baru lahir menangis terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatannya. Meski hal ini memberikan manfaat yang baik, namun membiarkan si kecil menangis dalam waktu yang terlalu lama akan berbahaya untuk kesehatanya.

Tangisan bayi yang dibiarkan berlebihan dan terus menerus akan berpengaruh buruk dan membahayakan kesehatannya. Tangisan bayi yang terus meronta terlalu lama akan membuat ia lelah sehingga pada kondisi tertentu saat tubuhnya tidak mampu lagi maka bagian paru-paru akan tertekan dan ini tidak baik untuk kesehatannya.

Untuk itu, maka ketika anda mendengar tangisan si kecil maka segera lakukan sesuatu dan cari cara untuk menenangkan si kecil agar tangisannya cepat mereda. Anda bisa segera memberikannya ASI atau mengajaknya bermain. Yang terpenting lakukan segala hal untuk membuatnya kembali tenang dan tangisannya segera mereda.

Jangan Biarkan Si Kecil Lapar

Seringkali seorang ibu merasa kebingungan menghadapi si kecil, termasuk dalam hal memberikan nutrisi lewat pemberian ASI. Mereka cenderung ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Sehingga setiap pendapat orang lain akan didengarkan. Apalagi nasihat dari dokter yang menyatakan pemberian ASI baiknya diberikan setiap 4 jam sekali. Tentu saja mereka akan menurut mendengar saran ini.

Hanya saja, tentunya tidak semua bayi memiliki jadwal meng-ASI pada ibunya yang sama. Anak teman anda mungkin akan cepat kenyang bila diberikan ASI setiap 4 jam sekali. Namun mungkin bayi anda bisa cepat lapar dan jeda waktu ini terlalu lama untuk mereka. Sehingga demikian, jangan biarkan si kecil merasa kelaparan hanya karena anda mendengarkan saran dari orang lain.

Bagaimanapun satu-satunya asupan nutrisi dan makanan yang masuk kedalam tubuh si kecil hanyalah lewat konsumsi ASI. Jadi demikian, wajar bila si kecil akan mudah rewel saat terlambat diberikan ASI. Untuk itu, pastikan bila anda memberikan ASI pada si kecil sesuka hati mereka pada saat mereka lapar dan menginginkannya.

Merawat bayi memang bukan pekerjaan mudah. Padahal jika tak dirawat dengan benar dan kebersihannya tak dijaga, tubuhnya bakal rentan terhadap banyak penyakit. Bagian tubuh mana saja yang penting dirawat dan dijaga kebersihannya?

Perawatan Bayi Baru Lahir

TALI PUSAT

Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir harus diperhatikan betul, sebab daerah ini mudah sekali terkena infeksi. Jika tali pusat yang belum putus tak sengaja terkena air saat bayi dimandikan, keringkan dengan cotton buds atau kasa steril. Jangan bubuhi ramuan apa pun pada pangkal tali pusat. Umumnya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga terjadi lebih dini atau lebih lambat.

Perawatan menggunakan alkohol dan penutupan tali pusar sudah tidak dianjurkan lagi, perawatan cukup menggunakan air matang dan biarkan tali pusar tetap terbuka. Usahakan tali pusar tetap kering, untuk mengelap bisa menggunakan tissue atau kain kasa steril. Tetap amati terhadap tanda-tanda infeksi

MATA

Di sini terdapat sumber air mata yang terletak di atas mata. Setiap 3 detik, sumber air mata mengeluarkan air mata, yang lalu mengalir ke saluran di ujung tengah mata dekat hidung. Pada bayi baru lahir, karena di kandungan belum pernah menangis, maka sumber air mata belum berproduksi. Jadi, salurannya masih tertutup. Bisa juga, kadang terbuka tapi lalu menutup lagi, sehingga airmata yang seharusnya sudah mengalir jadi tergenang.

"Air mata ini 'aneh'. Dia membunuh kuman untuk beberapa menit, tapi setelah lewat beberapa menit, dia tak membunuh lagi, malah menjadi makanan kuman. Jadi, bila air mata tergenang atau tak mengalir, tumbuhlah kuman-kuman yang lalu menimbulkan tahi mata. Itu dapat membahayakan kornea," terang dokter spesialis anak yang juga praktek di RS International Bintaro ini.

Karena itu perlu dilakukan pemijatan di area sudut mata dengan menggunakan jari yang tak berkuku panjang atau cotton buds yang dibasahi air matang. Pijat lembut dari sudut mata ke bawah dan ke arah hidung, selama 5-10 kali. Lakukan lebih kurang 2 minggu, karena setelah itu, umumnya saluran air mata telah terbuka tetap dan berfungsi. Untuk membersihkan tahi mata, gunakan kapas steril yang dibasahi air matang. Selalu gunakan satu kapas steril untuk tiap mata.

KULIT

Kulit manusia harus dibersihkan, karena merupakan "makanan empuk" bagi kuman-kuman kulit. Bayi baru lahir minimal dimandikan sehari sekali karena ia belum tahan dingin. Entah dengan cara berendam di bak mandi atau dilap dengan waslap basah yang sudah diberi sabun bayi. "Pilih yang mengandung Pro Vitamin B5. Ini berguna untuk merawat kesehatan kulit, memberi rasa nyaman, dan menjaga kulit tetap halus," kata Rini Budiyanti, Senior Brand Manager PT Cussons Indonesia,

Agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, Rini menganjurkan pemakaian baby oil yang mengandung Vitamin E. "Vitamin ini juga bermanfaat untuk membuat kulit tetap halus, lembut, dan terhindar dari lecet," terangnya dalam acara Ibu, Bayi & Balita di SCTV, kerjasama nakita dengan PT Endrass Perdana.

Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan. Jika tak punya AC, ventilasi kamar harus baik.

Untuk mengatasi biang keringat, cukup diberi bedak khusus bayi. "Gunakan bedak bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, agar kulit si kecil tetap halus dan lembut," saran Rini pula.

Lalu, pada jam-jam yang banyak mengeluarkan keringat seperti siang hari, lap bagian tubuh yang banyak keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu basah non-alkohol. Lakukan sesering mungkin pada bayi yang banyak biang keringat, terutama di daerah-daerah lipatan.

KULIT KEPALA

Yang paling menjengkelkan tapi tak berbahaya ialah cradle crap atau kerak di kulit kepala. Antara lain disebabkan kulit kepala terpolusi udara dan debu. Bersihkan dengan air matang setelah diberi obat dari dokter. Tapi jangan keras-keras karena setelah diberi obat, sebenarnya nanti akan ngelotok sendiri.

Boleh juga menggunakan baby oil, diamkan kira-kira 10-15 menit, lalu pijat secara lembut, dilanjutkan dengan pencucian. Tapi ingat, jangan lakukan pijatan atau pembersihan dengan keras. Jika kulit kepala sampai berdarah dan infeksi, bisa berbahaya. Sebab, ada satu peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.

Usahakan kulit kepala tetap sejuk dan kering, karena kerak ini akan makin parah jika kulit kepala berkeringat. Jangan kenakan topi pada bayi kecuali jika sangat diperlukan dan lepaskan topi itu setelah bayi Anda berada di dalam rumah atau kendaraan.

RAMBUT

Kata Adi Tagor, untuk menumbuhkan rambut bayi sebenarnya tak perlu sampo. Ia lebih menganjurkan pemakaian daun seledri sebagai perangsang. Tapi, boleh-boleh saja menggunakan sampo khusus bayi dan cukup dua kali seminggu.

Rini menyarankan pemakaian sampo bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, agar rambut tetap sehat, mudah diatur, dan lebih bercahaya. "Untuk membantu pertumbuhan rambut, bisa digunakan hair lotion yang juga mengandung Pro Vitamin B5 dan Vitamin E yang memberikan kelembaban ekstra pada kulit bayi yang sensitif," katanya.

Untuk bayi kecil, basahi rambutnya dengan semprotan halus atau dengan menuangkan secangkir air. Tambahkan satu-dua tetes sampo dan gosok lembut sampai berbusa. Hindari jangan sampai sampo mengenai mata. Basuh sampai bersih dengan semprotan lembut atau beberapa cangkir air.

Untuk bayi yang sudah dapat berdiri sendiri, gunakan alat khusus yang dapat melindungi mata dari aliran air dan sampo saat rambutnya dikeramasi.

HIDUNG

Bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri dan tak perlu perawatan khusus. Jika ada cairan atau kotoran yang keluar, bersihkan bagian luarnya. Jangan gunakan cotton buds, tisu yang digulung kecil atau jari Anda untuk mengeluarkan kotoran dari dalam hidung. Anda hanya akan mendorong kotoran itu lebih jauh ke dalam atau bahkan menggores membran pembatas hidung yang peka.

Jika bayi punya banyak lendir karena pilek sehingga menghambat pernapasan, sedot keluar dengan cara mengisapnya oleh ibu secara lembut atau dengan aspirator hidung bayi. Tutup sebelah lubang hidung dengan jari, lalu isap sebelahnya. Begitu bergantian. Jangan sekali-sekali mengisap kedua lubang sekaligus, karena berbahaya. Lendir dapat naik ke telinga tengah, sehingga menimbulkan infeksi telinga tengah.

TELINGA

Seperti hidung, bagian dalam telinga juga tak boleh dibersihkan. Anda boleh membersihkan jika kotoran itu sudah mencapai "pintu" keluar atau setelah melewati "tikungan" di dalam liang telinga luar. Gunakan cotton buds yang diberi air hangat agar kotoran jadi lebih lunak, sehingga mudah dikeluarkan. Minta pertolongan dokter untuk membersihkan kotoran yang berada di dalam telinga dan keras.

Sementara daun telinga dapat dibersihkan tiap kali memandikan bayi. Gunakan cotton buds atau kapas yang dibasahi air hangat. Lakukan secara lembut.

MULUT

Sebenarnya mulut bayi tak perlu perawatan khusus. Apalagi sampai menggunakan kasa steril yang dibasahi air matang untuk membersihkan endapan susu di permukaan lidah. Salah-salah malah bikin lidah lecet. "Endapan susu tak perlu dibersihkan. Setelah usia 3 bulan, endapan susu tak ada lagi, karena bayi sudah mulai makan makanan padat. Jadi, cukup diberi air putih saja untuk membersihkan mulutnya," jelas Adi Tagor. Setelah bayi tumbuh gigi, sekitar usia 6 bulan, boleh gusi dan gigi dibersihkan sekali sehari dengan kasa steril yang dibasahi air matang.

Penting diketahui, lanjut Adi Tagor, sampai usia sebulan, mulut dan bibir bayi mudah sekali ditumbuhi jamur candida. Jamur ini berasal dari orang dewasa, terdapat di selaput lendir dan lebih sering dijumpai di vagina. Jika tangan ibu tak bersih setelah memegang vagina, lalu memegang tangan bayi dan bayi memasukkan tangannya ke mulutnya, maka "hinggap"lah jamur candida di mulutnya. Gejalanya tampak dari munculnya busa-busa putih di area bibir dan mulut. Jamur candida bisa diobati dengan obat dari dokter.

KUKU

Sejak bayi baru lahir, kuku-kukunya boleh digunting. (Ada yang percaya harus menunggu 40 hari.)Tapi lakukan secara hati-hati, jangan sampai kulitnya ikut tergunting. Setelah digunting, kuku-kuku itu harus pula dikikir. Bila tidak, kuku-kukunya akan tetap tajam dan ini bisa berbahaya jika sampai mengenai kornea mata. Ingat, bayi selalu menggunakan tangannya untuk menyentuh apa saja, termasuk bagian-bagian wajahnya.

Untuk mencegah kuku-kuku bayi menggores bagian-bagian yang membahayakan, tutuplah dengan sarung tangan saat bayi sedang tak diawasi. Selama ia dalam pengawasan, tangannya tak usah diberi sarung. Sebab, tangan merupakan bagian dari pancaindera yang harus dikembangkan, yaitu indera peraba yang justru merupakan indera utama pada bayi. Apalagi bayi baru lahir mulai mengenal dunianya lewat sentuhan. Pegang saja tangannya dengan lembut saat mau mencakar atau menyentuh sesuatu yang berbahaya.

Pengguntingan kuku bayi dapat dilakukan saat ia tidur atau kala terbangun. Minta bantuan seseorang untuk memeganginya selama Anda menggunting kuku-kukunya. Gunakan selalu gunting kuku bayi yang berujung membulat/tumpul. Untuk menghindari kulit ikut tergunting, tekan "bantalan" jari ke bawah menjauh dari gunting. Jika terjadi "kecelakaan kecil", tekan bagian yang tergunting dengan pembalut steril sampai darah berhenti dan berikan obat antiseptik.

BOKONG

Area ini mudah terkena masalah, karena sering berkontak dengan popok basah dan terkena macam-macam iritasi dari bahan kimia serta mikroorganisme penyebab infeksi air kemih/tinja, maupun gesekan dengan popok atau baju. Biasanya akan timbul gatal-gatal dan merah di sekitar bokong.

Meski tak semua bayi mengalaminya, tapi pada beberapa bayi, gatal-gatal dan merah di bokong cenderung berulang timbul. Tindak pencegahan yang penting ialah mempertahankan area ini tetap kering dan bersih. Jika usaha pencegahan tak berhasil, yang dapat Anda lakukan ialah:

  • Jangan gunakan diapers sepanjang hari. Cukup saat tidur malam atau bepergian.
  • Jangan ganti-ganti merek diapers. Gunakan hanya satu merek yang cocok untuk bayi Anda.
  • Lebih baik gunakan popok kain. Jika terpaksa memakai diapers, kendurkan bagian paha untuk ventilasi dan seringlah menggantinya (tiap kali ia habis buang air kecil/besar).
  • Tak ada salahnya sesekali membiarkan bokongnya terbuka. Jika perlu, biarkan ia tidur dengan bokong terbuka. Pastikan suhu ruangan cukup hangat sehingga ia tak kedinginan.
  • Jika peradangan kulit karena popok pada bayi Anda tak membaik dalam 1-2 hari atau bila timbul lecet atau bintil-bintil kecil, hubungi dokter anak Anda.
  • Penting pula diperhatikan faktor makanan. Para ibu yang menyusui bayinya dengan ASI harus menghindari makanan yang mengandung lemak, asam dan pedas karena dapat membuat bayi sering buang air besar sehingga pantatnya jadi lecet. Ini harus diobati dengan obat dari resep dokter. Sumber: Enformasi.com.

Kemudian untuk lebih memahami dan melengkapi pengetahuan mengenai merawat bayi baru lahir, bagaimana memandikan dan membersihkan bayi baru lahir, bagaimana cara penggunaan dan pengaruh penggunaan baby oil, baby lotion dan bedak bayi anda bisa mengikuti program perawatan bayi dr. Eiyta Ardinasariperawatan bayi dr. Eiyta Ardinasari.

Dibahas juga bagaimana mengetahui keadaan normal bayi di minggu-minggu awal kelahiran seperti kepala bayi, pernapasan bayi dengan suara grok-groknya termasuk tahu bagaimana memperlakukan tali pusat bayi hingga terlepas dengan aman tanpa menimbulkan infeksi. Mengetahui management menyusui yang baik, tahu cara menyusui yang benar, posisi menyusui. Tahu mengatasi problematika yang muncul terkait menyusui seperti: bayi tidak mau menyusu, bingung puting, nyeri puting, bendungan asi, payudara bengkak, infeksi puting, puting rata/terbenam, mastitis dan lain sebagainya.

Dalam program ini, selain membahas pengenalan makanan padat kepada bayi, juga di bahas lengkap mengenai perawatan bayi lainnya, seperti bagaimana meningkatkan kecerdasan bayi, Meningkatkan keterampilan fisik, kreatifitas dan kognitif bayi, cara melakukan perawatan bayi yang baik dan benar dari mulai ujung kaki hingga ujung kepala. Selain itu program ini membantu para orang tua untuk mampu mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan umum yang sering ditemui pada bayi seperti demam, diare, muntah, sembelit, kejang demam, batuk pilek, masalah ruam popok termasuk masalah di awal masa kelahiran seperti ikterus, dll. Dan yang lebih penting lagi anda bisa berkonsultasi langsung dengan dr Eiyta Ardinasari secara langsung mengenai segala hal seluk beluk perawatan bayi anda, sehigga dengan demikian makin melengkapai mengenai bagaimana cara perawatan bayi yang baik. cukup menarik bukan? untuk lengkapnya silahkan kunjungi website berikut:

PerawatanBayi.comPerawatanBayi.com

 

Masalah yang Dihadapi Ibu Saat Merawat Bayi Baru Lahir

Kegiatan merawat bayi baru lahir akan mungkin membuat energi ibu terkuras banyak. Selain itu, tak jarang pula beberapa permasalah dibawah ini akan mungkin ibu hadapi. Akan tetapi, dengan mengetahui jenis-jenis masalah dibawah ini diharakan ibu dapat mencari solusi guna menangani kondisi ini sewaktu merawat buah hatinya. Simak beberapa permasalahan yang dihadapi oleh ibu ketika merawat bayi baru lahir.

Waktu Tidur Bayi

Masalah eprtama yang mungkin dihadapi oleh ibu yang baru saja memiliki bayi adalah permasalah waktu tidur bayi. Bayi baru lahir pada umumnya dapat tidur selama kurang lebih 20 jam dalam satu hari. Akan tetapi, waktu 20 jam ini tentu bukan waktu satu ali tidur. Artinya bayi baru lahir akan dapat bangun dan tertidur kapan saja yang mereka inginkan dalam satu harinya. Yang jadi masalah disini adalah waktu tidur si kecil umumnya tidak menentu. Mereka akan tidur sesuka hati mereka.

Sebagai ibu tentunya kondisi seperti ini akan dapat mengganggu anda. Apabila anda tidak dapat tidur dengan waktu atau jam yang berubah-rubah maka mungkin ibu akan mengalami kondisi kurang beristirahat. Nah, melihat kondisi seperti ini mungkin anda akan membutuhkan bantuan orang lain.

Perlu diketahui pentingnya mendapatkan waktu istirahat yang cukup akan membuat anda merasa lebih fit sehingga kegiatan mengurus si kecil akan dapat dilalui dengan baik. Jadi demikian, bila anda rupanya kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup karena waktu tidur si kecil yang tidak menentu maka jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain. Misalkan minta bantuan suami, adik anda yang sudah dewasa, orang tua anda atau oranglain yang dapat anda percaya.

Menenangkan Bayi

Kebanyakan bayi baru lahir umumnya akan cukup rewel pada saat keinginannya tidak dapat kita pahami. Ada banyak penyebab rewel pada bayi baru lahir salah satunya adalah perubahan suasana hatinya. Kondisi ini pada umumnya menjadi bagian dari transis atau penyesuaian si kecil dengan kondisi lingkungan yang baru.

Jika sebelumnya tempat yang dihuni oleh si kecil adalah rahim ibu yang nyaman. Saat ini, tubuh mungilnya sedang berusaha menyesuaikan kondisi dengan lingkungan yang baru. Hal inilah yang pada umumnya akan membuat si kecil seringkali menangis. Selain itu, perasaan baru yang pada umumnya kurang nyaman berada diluar ruangan membuat kulitnya akan merasakan sensasi yang berbeda. Sebelum ia terbiasa maka si kecil akan mudah rewel dan menangis.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menangani masalah yang ibu hadapi sewaktu merawat bayi baru lahir yang seperti demikian adalah dengan menenangkannya. Sayangnya, seringkali tidak sedikit ibu yang merasa kesulitan dala hal menenangkan si kecil. Bahkan ada pula yang malah merasa panik saat mencoba menenangkan buah hatinya yang rewel.

Akan tetapi, tak perlu khawatir menghadapi kondisi ini. Sikap anda yang panik justru akan membuat kondisi malah menjadi runyam. Cobalah menjadi lebih tenang dan tangani kondisi ini dengan lebih santai. Setelah itu, berikan ASI si kecil sambil menggendongnya. Sikap ibu yang tenang dan pemberian ASI akan membuat kondisi rewel pada si kecil menjadi lebih tenang.

Masa Penyembuhan Setelah Melahirkan

Kebahagiaan dalam mengurus buah hati baru lahir pasca melahirkan umumnya belum dapat dirasakan sutuhnya. Pasalnya, hal ini dikarenakan bekas luka jahita setelah melhairkan akan mungkin membuat ibu masih merasa kepayahan menahan perasaan sakit dan ngilu dari kondisi ini. Jadi demikian, ketika ibu dihadapkan pada kegiatan mengurus anak maka mungkin hal ini belum bisa ibu lakukan sepenuhnya.

Nah, agar ibu dapat berfokus mengembalikan kekuatan tubuh setelah melahirkan dan mempercepat proses penyembuhan bekas luka maka sebaiknya mintalah bantuan orang lain. Tidak ada salahnya meminta bantuan kakak perempuan, tante atau orang yang bisa anda percaya untuk melakukan hal ini. Sementara itu, anda bisa lebih berfokus pada proses penyembuhan yang anda rasakan dari bekas luka setelah melahirkan.

Nah, bila anda sudah merasa lebih maik maka anda akan dapat kembali mengurus anak dan menghandle hal ini dengan lebih mandiri. Dengan begini maka proses penyembuhan akan dapat berjalan lebih cepat dan anda dapat kembali bercengkrama dengan si buah hati.

Memandikan Bayi

Memandikan bayi baru lahir bisa menjadi hal yang paling mendebarkan, terutama untuk ibu yang belum memiliki pengalaman mengurus anak. Banyak ibu belum cukup merasa percaya diri untuk melakukan hal yang satu ini. Seringkali mereka ketakutan bila melakukan kesalahan dan membuat bayinya berada dalam bahaya, seperti misalkan tenggelam, tergelincir atau terluka sewaktu melakukan hal ini. Untuk itulah seringkali kegiatan yang satu ini belum berani dilakukan seorang diri.

Adapun untuk mengatasi kondisi ini maka cobalah tenang dan lakukan dengan perlahan. Bila perlu minta bantuan orang lain untuk memandu anda. Biasanya pada saat di rumah bersalin anda akan dipandu untuk melakukan kegiatan yang satu ini. Untuk itu, sebaiknya perhatikan dengan betul agar anda perlahan bisa menerapkannya pada si kecil.

Tak perlu merasa takut yang terpenting ada kemauan dulu dari diri anda. Untuk itu, lakukan dengan peralahan dan lebih tenang. Kondisi panik saat melakukan kegiatan ini akan mungkin membuat anda semakin khawatir. Untuk itu, lakukan dengan perlahan. Gunakan spons yang lembut pada saat memandikan si buah hati. Bila anda merasa khawatir si kecil tergelincir maka hindari memandikan dengan mengangkat tubuhnya. Anda bisa membaringkan si kecil dalam baskom atau bak mandi dan tahan dengan menggunakan tangan.

Selain itu, langkah lain yang perlu diperhatikan adalah persiapkan semua peralatan mandi yang dibutuhkan oleh buah ahti anda sebelum anda memandikan si kecil. Hal ini perlu dilakukan agar nantinya anda tak perlu bersusah payah meninggalkan si kecil pada saat anda hendak mengambil peralatan yang belum anda persiapkan.

Kurang Tidur

Kurang tidur menjadi masa peralihan yang cukup sulit yang dialami oleh seorang wanita, terutama ibu yang belum memiliki pengalaman mengurus anak. Kegiatan mengurus bayi baru lahir dengan segala hal yang anda hadapi akan mungkin menguras tenaga anda. Belum lagi kewajiban mengurus rumah tangga dan melayani suami akan mungkin membuat anda mudah lelah. Terkadang beberapa wanita akan merasa kewalahan menangani kondisi ini. Tak sedikit wanita yang akan mengeluh ditahap-tahap awal.

Akan tetapi, tak perlu khawatir bila anda merasa kewalahan menyesuaikan kondisi ini. Maka cobalah lakukan diskusi dengan pasangan seputar hal ini. Dari sini anda akan dapat memutuskan apakah anda akan mengambil jasa pembantu rumah tangga atau mencari solusi lain yang akan dapat mengatasi masalah anda. Yang terpenting, lakukan hal terbaik yang akan membuat anda sedikitnya dapat mengambil waktu agar kesehatan anda diperhatikan dengan baik. Kondisi kurang istirahat akan mungkin membuat anda mudah lelah dan akan cepat sakit.