Waspadai Malaria Pada Ibu Hamil

5/5 (2)

Di beberapa daerah di Indonesia kesadaran akan pentingnya pencegahan malaria masih relatif rendah. Padahal korban yang disebabkan oleh malaria cukup banyak bahkan hingga pada ibu hamil. Ini disebabkan karena jenis parasit yang dapat menumpang pada tubuh ibu hamil yang dapat sangat membahayakan yaitu jenis plasmodium falsiparum.

Bahaya malaria dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil meskipun tingkat bahaya pada ibu hamil akan semakin meningkat dikarenakan pada ibu hamil seringkali mengalami perubahan secara fisiologi, perubahan hormon bahkan perubahan-perubahan  pada jumlah cairan tubuh.Faktor faktor tersebut yang dapat menambah resiko pada ibu hamil yang sedang di derita bahkan dapat menyerang anda dan janin.

Kondisi yang membuat semakin berat ketika pada trimester pertama dan kedua dikarenakan bagian yang disenangi parasit malaria yaitu plasenta dimana menjadi salah satu sumber pertumbuhan janin yaitu makanan janin. Bahkan bagian kosong akan dipenuhi oleh parasit parasit malaria sehingga parasit ini akan mengganggu saluran makanan janin sehingga saluran makan janin menjadi mengecil dan juga rusak sebagian. Akibatnya jatah makanan menuju janin akan terbagi dan terganggu berimbas pada perkembangan janin menjadi terhambat.

Taukah anda, bahaya apa saja yang diakibatkan oleh ibu hamil yang terkena malaria? Ibu hamil yang terserang malaria maka akan mengakibatkan pertumbuhan janin menjadi terhambat. Bahkan pada kondisi yang parah dapat menyakibatkan keguguran dikarenakan parasit plasmodium falsiparum yang sering mengakibatkan kontraksi pada rahim. Adapun apabila kondisi perkembangan janin dapat bertahan di dalam kandungan akan mengakibatkan gangguan pada berat badan ketika bayi dilahirkan. Tak hanya itu bahaya malaria pada ibu hamil, bayi dapat menjadi media yang membawa infeksi malaria di dalam tubuhnya.

Oleh karena itu ada baiknya anda mengenali terlebih dahulu gejala yang muncul apabila terserang malaria. Meskipun gejala yang terjadi sulit untuk dideteksi dikarenakan baru terasa apabila korban yang terserang malaria telah menginjak demam yang tidak berhenti selama dua minggu bahkan malaria dapat jangka satu bulan baru dapat terdeteksi dapat menyimpan parasit malaria pada organ hati penderita. Inilah kondisi yang dapat mengakibatkan penderita menjadi lemah dan gejala secara terlihat akan dialami oleh penderita. Penyakit malaria selain dapat menggangu kesehatan penderita akan menularkan ke orang sekitarnya melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang dapat menular secara berkepanjangan, bahkan dapat menginfeksi calon penderita lebih cepat.

Sehingga penanganan harus cepat dan tepat dilakukan pada penderita malaria. Hal ini terkait dengan dampak resiko yang ditularkan dengan cepat pada ibu hamil. Bagi ibu hamil yang merasakan gejala malaria yang ditandai dengan cepat lelah, pucat, kuning disertai dengan kenaikan suhu tubuh maka ibu hamil segera disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang dilakukan melalui pemeriksaan darah. Hal ini untuk dapat menemukan kepastian sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan darah 12 jam sekali di labolatorium.

Bagi ibu hamil yang menderita malaria akan kesulitan dalam penanganannya diakibatkan karena obat malaria pada ibu hamil akan membahayakan bagi janin. Harus ada kiat khusus dalam pemberian obat untuk dikonsumsi ibu hamil. Dengan demikian bagi ibu hamil yang menderita gejala malaria sebaiknya periksa segera ke dokter. Pemberian obat-obatan dengan dosis yang tepat dan penanganan untuk mengurangi cairan di dalam tubuh ibu hamil harus dilakukan segera. Konsultasikan pula tambahan nilai gizi sehingga kalori yang dibutuhkan harus dapat mencukupi dengan begitu resiko pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dikurangi.

Pengetahuan Kehamilan : Waspadai Malaria Pada Ibu Hamil

Malaria, jenis penyakit yang berhubungan dengan penyebaran melalui hewan yaitu nyamuk masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Bahkan di Indonesia tingginya angka kesakitan dan kematiaan pada usia produktif masih terbilang tinggi. Penyakit ini dapat menyerang dan menjadi ancaman yang berbahaya bagi ibu hamil.

Di beberapa daerah di Indonesia kesadaran akan pentingnya pencegahan malaria masih relatif rendah. Padahal korban yang disebabkan oleh malaria cukup banyak bahkan hingga pada ibu hamil. Ini disebabkan karena jenis parasit yang dapat menumpang pada tubuh ibu hamil yang dapat sangat membahayakan yaitu jenis plasmodium falsiparum.

Bahaya malaria dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil meskipun tingkat bahaya pada ibu hamil akan semakin meningkat dikarenakan pada ibu hamil seringkali mengalami perubahan secara fisiologi, perubahan hormon bahkan perubahan-perubahan  pada jumlah cairan tubuh.Faktor faktor tersebut yang dapat menambah resiko pada ibu hamil yang sedang di derita bahkan dapat menyerang anda dan janin.

Kondisi yang membuat semakin berat ketika pada trimester pertama dan kedua dikarenakan bagian yang disenangi parasit malaria yaitu plasenta dimana menjadi salah satu sumber pertumbuhan janin yaitu makanan janin. Bahkan bagian kosong  akan dipenuhi oleh parasit parasit malaria sehingga parasit ini akan menggangu saluran makanan janin sehingga saluran makan janin menjadi mengecil dan juga rusak sebagian. Akibatnya jatah makanan menuju janin akan terbagi dan terganggu berimbas pada perkembangan janin menjadi terhambat.

Taukah anda, bahaya apa saja yang diakibatkan oleh ibu hamil yang terkena malaria ? Ibu hamil yang terserang malaria maka akan mengakibatkan pertumbuhan janin menjadi terhambat. Bahkan pada kondisi yang parah dapat menyakibatkan keguguran dikarenakan parasit plasmodium falsiparum yang sering mengakibatkan kontraksi pada rahim. Adapun apabila kondisi perkembangan janin dapat bertahan di dalam kandungan akan mengakibatkan gangguan pada berat badan ketika bayi dilahirkan. Tak hanya itu bahaya malaria pada ibu hamil , bayi dapat menjadi media yang membawa infeksi malaria di dalam tubuhnya.

Oleh karena itu ada baiknya anda mengenali terlebih dahulu gejala yang muncul apabila terserang malaria. Meskipun gejala yang terjadi sulit untuk dideteksi dikarenakan baru terasa apabila korban yang terserang malaria telah menginjak demam yang tidak berhenti selama dua minggu bahkan malaria dapat jangka satu bulan baru dapat terdeteksi dapat menyimpan parasit malaria pada organ hati penderita. Inilah kondisi yang dapat mengakibatkan penderita menjadi lemah dan gejala secara terlihat akan dialami oleh penderita.

Penyakit malaria selain dapat menggangu kesehatan penderita akan menularkan ke orang sekitarnya melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang dapat menular secara berkepanjangan , bahkan dapat menginfeksi calon penderita lebih cepat.

Sehingga penanganan harus cepat dan tepat dilakukan pada penderita malaria. Hal ini terkait dengan dampak resiko yang ditularkan dengan cepat pada ibu hamil. Bagi ibu hamil yang merasakan gejala malaria yang ditandai dengan cepat lelah, pucat, kuning disertai dengan kenaikan suhu tubuh maka ibu hamil segera disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang dilakukan melalui pemeriksaan darah. Hal ini untuk dapat menemukan kepastian sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan darah 12 jam sekali di labolatorium.

Bagi ibu hamil yang menderita malaria akan kesulitan dalam penanganannya diakibatkan karena obat malaria pada ibu hamil akan membahayakan bagi janin. Harus ada kiat khusus dalam pemberian obat untuk dikonsumsi ibu hamil.

Dengan demikian bagi ibu hamil yang menderita gejala malaria sebaiknya periksa segera ke dokter. Pemberian obat-obatan dengan dosis yang tepat dan penanganan untuk mengurangi cairan di dalam tubuh ibu hamil harus dilakukan segera. KOnsultasikan pula tambahan nilai gizi sehingga kalori yang dibutuhkan harus dapat mencukupi dengan begitu resiko pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dikurangi.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply