Waspadai Jenis Gangguan yang Terjadi Pada Perkembangan Anak

5/5 (3)

Tidak ada orangtua didunia ini yang bahagia melihat anak yang dicintainya dibiarkan menderita dengan berbagai gangguan kesehatan. Semua orangtua tentunya berharap jika buah hati yang dimilikinya tumbuh menjadi anak yang ceria dengan tanpa keluhan dan gangguan apapun. Betapa tidak, melihat buah hati tercinta yang masih kecil dan harus dibebani dengan gangguan kesehatan yang membuat mereka menahanya dengan sekuat tenaga tentu akan menjadi sebuah kepiluan yang akan sangat menyayat hati. Sehingga tidak heran jika banyak orangtua yang akan mengupayakan segala dan menempuh hal apapun demi untuk sang buah hati agar tumbuh sehat dan kuat menjadi seorang anak yang ceria dengan senyuman tersungging dari bibirnya.

Sayangnya, seberapa kuat dan seberapa ketat kita melindungi kesehatan buah hati kita, ancaman dan gangguan akan siap mengintai mereka kapanpun dan dimanapun. Salah satu gangguan yang rentan sekali mengancam buah hati adalah gangguan perkembangan pada anak. Hal ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya faktor dari dalam tubuhnya yang mengalami penurunan fungsi, faktor lain seperti faktor dari lingkungan menjadi salah satu pemicu terbesar timbulnya gangguan perkembangan pada anak.

Salah satu faktor penyebab gangguan pada perkembangan anak bisa dipengaruhi dengan hadirnya gadget dan peralatan canggih yang membuat dunia anak teralihkan hampir sepenuhnya. Diakui atau tidak, peranan gadget dalam kehidupan kita saat ini membuat diri kita seolah dikendalikan oleh peralatan canggih tersebut yang membuat kita ketergantungan dan sulit sekali berada jauh dari peralatan tersebut.

waspadai gangguan perkembangan pada anak

Dan hal serupa terjadi pada anak-anak masa kini yang mana perkembangan tekhnologi membawa dampak pada semakin besarnya gangguan perkembangan pada anak terjadi. Apalagi jika diperparah dengan lengahnya perhatian orangtua, dimana hal ini seringkali terjadi pada mereka para orangtua yang sibuk bekerja dikantor. Lengahnya pengawasan orangtua, membuat konsumsi gadget dan peralatan bertekhnologi mutakhir lainnya pada anak menjadi sulit terkontrol akibatnya anak mengalami berbagai gangguan pada perkembangannya.

Lantas apa sajakah gangguan perkembangan pada anak yang patut kita waspadai jika salah satunya disebabkan oleh penyebab diatas? Yuk, simak dan kenali beberapa gangguan perkembangan pada anak berikut ini.

1. Speech Delay (Gangguan Keterlambatan Berbicara)

Speech delay merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada anak yang mengganggu kemampuan anak untuk berbicara. Selain itu, gangguan ini juga menghambat segal hal yang berkaitan dengan produksi bahasa dan kata-kata pada anak semisal dengan membaca, menulis dan lain sebagainya. Hal ini dipengaruhi karena dengan semakin banyaknya konsumsi gadget pada anak membuat interaksi sosial mereka menjadi berkurang dan membentuk pribadi mereka menjadi cenderung introvert dan individualis. Dimana diusia anak seharusnya mereka bisa mengenal dunia bermain dan dunia beriteraksi dengan teman-temannya serta mengenal banyak hal baru termasuk belajar bebicara dan segala hal yang berkaitan dengan produksi bahasa dan kata-kata. Hal ini justru tidak mereka dapatkan, dengan hadirnya peralatan tersebut dan konsumsi yang tidak terkontrol membuat dunia anak teralihkan sepenuhnya pada gadget dan peralatan canggih lainnya. Sehingga kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak tidak mampu dikembangkan sebagaimana mestinya.

Untuk mengatasi hal ini tentunya, sebagai orangtua sebisa mungkin kita harus mampu mengontrol dan memberikan pengawasan yang cukup baik terhadap anak-anak. Bukan tidak boleh memberikan fasilitas gadget pada anak-anak, apalagi jika dilihat dari sisi manfaat, ini berguna dan akan memudahkan mereka dalam hal berkomunikasi. Namun demikian, membatasi dan mengawasi penggunaannya adalah hal yang akan lebih bijak dilakukan demi kebaikan mereka pula.

2. Motoric Delay (Gangguang Keterlambatan Pekembangan Motorik)

Secara normal, proses perkembangan berlangsung secara berkelanjutan dan bertahap dari satu tahapan ke tahapan lainnya meskipun kecepatan perkembangan ini bervariasi dan berbeda-beda masing-masing anak. Namun demikian, proses perkembangan motorik ini telah terancang secara genetika, sedangkan faktor lingkungan mengambil pengaruh yang sedikit.

Proses perkembangan motorik umumnya memerlukan perkembangan otak yang optimal. Pola perkembangan ini biasanya bertahap dari mulai perkembangan motirk kasar dan berlanjut pada perkembangan motorik halus. Dimana jika keterampilan motorik kasar sudah dikuasai akan berlanjut pada perkembangan motorik halus yang akan berfungsi dengan semakin baik. Gerakan yang bersifat umum dan tidak teratur akan berkembang menjadi grakan spesifik yang teratur dan bertujuan. Hanya saja, jika perkembangan otak pada anak tidak berkembang dengan optimal karena gangguan tertentu maka hal ini akan juga berpengaruh pada keterlambatan motorik mereka.

3. Gangguan Kebiasaan

Gangguan kebiasaan mungkin menjadi suatu usaha anak yang dilakukan dalam rangka untuk mengalahkan atau meredam stres yang menyerangnya. Beberapa gangguan kebiasaan yang seringkali dijumpai pada anak diantaraya adalah menggikit uku, memukul diriya sendiri, membenturkan kepala ke tembok, menggoyangkan tubuh menggigit dan usaha menyakit dirinya sendiri.

Semua anak yang mengalami gangguan kebiasaan umumnya akan menunjukan perilaku yang repetitif, namun hal ini tergantung pada frekuensi dari kebiasaan tersebut. Contohnya, anak yang mengisap jempol bisa jadi bagian dari pertumbuhannya, namun jika kebiasaan ini terbawa hingga anak berusia 8 tahun keatas, hal ini patut diwaspadai.

4. Gangguan Psikologis

Gangguan psikologis paa anak bisa meliputi perubahan emosinya, perilaku, kinerja mental dan fungsi fisiknya. Permasalahan gangguan psikologs ini dapat dilatarbelakangi oleh faktor-faktor seperti pola pengasuhan yang diberikan orangtua, masalah keluarga, trauma mendalam, penyakit kronis atau perpisahan yang membuat anak tidak mampu menahan beban tersebut dan tidak mampu menyalurkannya dengan baik.

5. Gangguan Tidur

Masalah jam tidur yang terlalu panjang dan terlalu singkat pada anak bisa jadi mengindikasikan gangguan tidur padanya. Gangguan sewaktu tidur tidak dapat dianggap sebagai hal yang sepele sebab hal ini akan berdampak pada tahap perumbuhan yang mungkin memiliki efek merugikan pada kemampuan kognitif anak. Untuk itu, peran orangtua disini sangat dibutuhkan dimana anda harus senantiasa mampu mengendalikan jam tidur anak pada waktu yang seharusnya.

Hindari pula membuat anak terjaga sampai larut malam yang akan membuat jam biologisnya berantakan. Kebanyakan orangtua seringkali memberikan toleransi tidur larut malam saat waktu liburan sekolah tiba. Namun setelah jam sekolah anak mulai berlaku, sebaiknya sesuaikan kembali waktu tidur mereka agar bisa kembali normal.

6. Gangguang Kecemasan(Ansietas)

Rasa panik dan ketakutan adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak, namun selama hal tersebut masih diambang batasnya. Ketika anak anda seringkali terlihat cemas dan bahkan kecemasan ini sampai merugikan mereka seperti membuat mereka tak bisa tidur, ketakutan terhadap orang lain dan sebagainya, maka hal ini haruslah anda wapadai dan segera minta bantuan terapis atau tenaga ahli untuk membantu anak mengendalikan kecemasan dan meredakannya. Gangguan kecemasan yang menyerang anak-anak bisa jadi dipengaruhi karena faktor trauma mendalam, memiliki gangguan obsesif kompulsif atau fobia tertentu.

Mewaspadai segala bentuk gangguan yang bisa menghambat perkembangan pada anak adalah hal penting yang diharapkan orangtua mampu mengenali sejak dini dan segera mencari solusi untuk menangainya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply