data-ad-format="auto"

Waspada Diare Pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran

Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang mana biasanya muncul selama kehamilan. 

Keluhan yang satu ini bisa menyerang ibu hamil baik ketika usia kehamilan masih muda, bahkan sampai usia kehamilan trimester akhir seperti 6,7,8, 9 bulan. Ibu hamil bisa dikatakan menderita diare jika ia sudah buang air besar sebanyak 3 kali dalam sehari, dimana kotoran yang dikeluarkannya akan lebih banyak mengandung air. 

Pada umumnya diare akan menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi berkepanjangan, sehingga dengan begitu akan sangat beresiko pada kehamilannya.

Ada beberapa penyebab yang membuat ibu hamil bisa terserang diare. Lantas apa saja penyebabnya?

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Penyebab Ibu Hamil Mengalami Diare

Asupan Makanan

Biasanya ketika di awal kehamilan seorang ibu yang tengah mengandung akan melakukan perubahan yang besar terhadap asupan makanannya, mulai dan pola dan jenis makanan yang ia konsumsi. Hal ini dilakukan tidak lain tidak bukan untuk memastikan bayi yang ada di dalam kandungannya bisa memperoleh nutrisi dalam jumlah yang cukup. Namun, perlu diketahui juga pemikiran seperti itu tidak semuanya benar, hal ini disebabkan karena ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu ibu hamil mengalami diare, seperti buah-buahan atau makanan tidak higenis.

Perubahan Hormonal

Diare yang disebabkan oleh perubahan hormonal biasanya akan terjadi pada usia kehamilan trimester awal dan trimester tengah. Selama usia kehamilan tersebut, tubuh ibu hamil akan secara terus menerus memproduksi berbagai jenis hormon yang berfungsi untuk menjaga tubuhnya agar tetap seimbang selama dalam masa kehamilan. Namun, hormon-hormon yang dihasilkan dalam jumlah yang banyak justru akan memicu lambung untuk memproduksi asamnya lebih banyak. Yang mana asam inilah yang akan memicu terjadinya diare pada ibu hamil, karena sistem pencernaan akan lebih mudah terserang oleh bakteri.

Susu Ibu Hamil

Menjaga kesehatan bayi di dalam kandungan tentunya adalah hal yang akan dilakukan oleh semua ibu. Dimana untuk memastikan keadaan kandungannya tetap baik, seorang ibu hamil biasanya akan mengkonsumsi susu hamil selama kehamilan agar bayi yang ada di dalam kandungannya pun mendapatkan nutrisi yang baik. Namun, perlu kita ketahui juga bahwa beberapa susu yang dikhususkan untuk ibu hamil memiliki kandungan laktosa yang sedikit. Dimana susu seperti ini akan lebih sulit dicerna oleh usus dan lambung, sehingga dengan begitu akan menjadi salah satu penyebab diare pada ibu hamil.

Mengkonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Ketika seorang wanita hamil, maka ia akan rentan mengalami gangguan-gangguan tertentu. Dimana sembelit merupakan salah satu keluhan yang biasanya dirasakan. Keluhan seperti ini biasanya akan ditangani oleh dokter dengan memberikan obat-obatan tertentu. Namun, jika obat tesebut dikonsumsi secara berlebihan, maka akan menimbulkan masalah yang baru, seperti diare yang akan terjadi pada ibu hamil.

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, diare juga biasanya disebabkan karena kekurangan vitamin B dan asam folat, telalu banyak menkonsumsi makanan pedas, seperti asinan, rujak, serta terlalu banyak mengkonsumsi vitamin D.

Diare Ketika Trimester Ketiga (6,7,8,9 bulan)

Diare yang terjadi selama kehamilan dalam trimester ketiga merupakan suatu keluhan yang tidak biasa. Keluhan atau diare seperti ini biasanya akan menjadi salah satu pertanda bahwa dalam waktu dekat anda akan melahirkan. Oleh sebab itu, anda harus menyiapkan mental serta kondisi fisik anda. Selain itu, anda juga jangan membiarkan orang-oran terdekat anda berada jauh dari anda. Untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut, anda bisa berkonsultasi dengan dokter kehamilan.

Apakah Diare Pada Ibu Hamil Merupakan Masalah yang Serius?

Diare yang dialami oleh ibu hamil merupakan salah satu masalah yang wajar, namun jika diare yang dialami merupakan diare ringan. Tetapi jika diare mulai menampakan atau menyebabkan gejala-gejala dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, maka anda jangan berdiam diri, segeralah pergi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Perlu anda ingat, dehidrasi yang terjadi akan mempengaruhi kekuatan tubuh, fungsi ginjal dan organ-organ tubuh lainnya. Jika fungsi tubuh ibu hamil terganggu, maka tentunya saja pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada di dalam rahim akan terkena dampaknya.

Bagaimana Cara Mengobati Diare Pada Ibu Hamil?

Seperti yang sudah kita ketahui, ibu hamil pada umumnya tidak boleh mengkonsumsi sesuatu sembarangan, termasuk mengkonsumsi obat-obatan. Oleh sebab itu, menghindari obat-obatan yang dijual di pasaran secara bebas harus dihindari tanpa adanya resep dari dokter. Lain penyebab, maka obatnya pun lain juga. Seperti, jika ibu hamil mengalami diare yang disebabkan oleh parasit atau bakteri, mungkin pada saat itu dokter akan memberikan resep antibiotik. Namun, antibiotik tersebut tidak akan cocok jika diberikan pada ibu hamil mengalami diare yang disebabkan oleh virus.

Obat diare yang lebih tepat akan didapatkan jika sudah berkonsultasi ke dokter. Sebelum dokter memberikan resep, maka ia akan melakukan terlebih dahulu serangkaian pemeriksaan, tes fisik, tes darah agar bisa mengetahui penyebabnya.

Biasanya diare akan berhenti atau menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, yang perlu diingat yaitu ketika diare pastikan bahwa anda tidak kekurangan cairan tubuh agar anda terhindar dari dehidrasi. Mengkonsumsi air putih merupakan salah satu cara untuk mengganti cairan yang hilang. Anda juga bisa mengkonsumi jus tertentu untuk mengganti nutrisi, vitamin dan elektrolit yang hilang. Jika ingin minum larutan oralit, maka anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi akan mengurangi resiko bayi lahir dengan prematur.

Apabila anda sudah mengkonsumsi obat diare khusus untuk ibu hamil, namun kondisi anda belum membaik juga, bahkan disertai dengan demam, mulut kering, darah, sakit perut dan pusing, maka anda bisa segara menghubungi dokter.

Cara Mencegah Diare Pada Ibu Hamil

Diare pada ibu hamil bisa dicegah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah diare pada ibu hamil seperti berikut:

  • Ibu hamil harus berusaha untuk berdamai dengan segala perubahan yang terjadi ketika masa kehamilan agar emosi tetap stabil.
  • Mulai dari sekarang, hentikan mengkonsumsi obat pencahar yang mungkin biasanya dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengatasi sembelit.
  • Biasakan untuk selalu hidup dengan pola hidup yang sehat dan bersih.
  • Hindarilah makanan yang pada dasarnya belum pernah dikonsumsi sama sekali, terlebih lagi bagi ibu hamil yang memiliki alergi.

Dampak yang Akan Terjadi Jika Ibu Hamil Diare

Bila tidak segera diatasi, gangguan elektrolit yang disebabkan karena diare ketika hamil pada trimester berapa pun akan berdampak pada janin. Jika sampai tekanan darah ibu hamil turun, maka aliran darah ke janin pun akan terganggu. Sementara itu, dampak diare yang disebabkan karena tipus justru malah akan semakin membahayakan janin karena adanya racun endotoksin yang dikeluarkan, meskipun gangguan diarenya masih terkesan ringan. Meskipun begitu, tentu saja kondisi ibu hamil dan janinnya pun akan ikut menentukan. Artinya, jika keluhan diare semakin berat dan gejala dehidrasinya, maka akan menjadi buruk juga dampak kepada janinya. Sebaliknya, jika usia janin kian kecil, maka akan semakin besar bahaya yang akan mengancam dibandingkan jika sudah memasuki usia matang. Pada kehamilan usia berapa pun, diare yang dialami oleh ibu hamil akan memicu bayi lahir dengan prematur, bahkan yang lebih membahayakan lagi yaitu keguguran!

Meskipun banyak orang yang berpendapat bahwa diare merupakan gangguan pencernaan yang ringan, namun justru untuk ibu hamil diare adalah masalah yang besar. Oleh sebab iitu, jika ibu hamil mengalami diare maka segera mungkin minta pertolongan medis agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat.

 

Loading...

Follow us