data-ad-format="auto"

Tips Mengatasi Mengompol pada Anak

Mengatasi kebiasaan mengompol pada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kerjasama antara orang tua, anak, dan ahli media (jika kondisi semakin parah). Selain itu, kebijaksanaan yang diperlukan, kesabaran, dan pengertian orang tua. Begitu banyak keluhan dari orang tua yang khawatir tentang kebiasaan mengompol anak mereka. Selain itu, anak-anak yang masih memiliki kebiasaan buruk mengompol setelah melewati usia 6-7 tahun tentunya membuat orang tua khawatir akan menjadi kebiasaan yang berlanjut hingga remaja. Buang air kecil tanpa disadari (mengompol) atau menurut istilah medis  ‘enuresis’ yaitu mengeluarkan urin secara tidak sadar saat tidur pada usia yang seharusnya sudah mampu mengendalikan keinginan untuk buang air kecil. Terkadang pengertian mengompol juga digunakan untuk anak-anak yang tidak dapat mengontrol pengeluaran urin ketika anak anda terjaga.

Pada sebuah penelitain yang dilakukan pada anak-anak yang berusia 5-15 tahun yang masih memiliki kebiasaan buruk, mengompol. Satu dari empat anak yang diteliti masih memiliki kebiasaan mengompol pada usia 3,5 tahun. Sedangkan pada  usia lima tahun, satu dari lima anak masih memiliki kebiasaan mengompol dan pada usia enam tahun turun menjadi satu dari 10 anak-anak yang memiliki kebiasaan buruk ini. Enuresis biasanya akan berhenti ketika anak mencapai usia pubertas.

Mengompol atau enuresis dibagi menjadi dua janis yaitu secara primer yang terjadi pada anak dibawah 6 bulan dan secara sekunder yaitu kebiasaan mengompol pada anak di atas enam bulan. Adapula yang menyebabkan mengompol primer adalah secara alami dan tidak terkait dengan masalah medis adapun penyebab dari mengompol sekunder bisa dikarenakan adanya gangguan saraf tulang belakang, gangguan metabolik (diabetes usia dini), infeksi saluran kemih, tekanan yang berlebihan pada kandung kemih, terutama karena adanya beban penurunan nilai akumulasi kotoran sehingga usus besar akan menekan kandung kemihnya. Bahkan, dalam keadaan stres juga dapat memicu mengompol sekunder. Kebiasaan mengompol tidak saja masalah psikologis akan tetapi menjadi masalah biologis yang berperan lebih besar dan masalah turunan yang terjadi pada satu keluarga.

Berikut adalah tips untuk anda untuk mengatasi kebiasaan buruk, mengompol pada anak :

1.   Bagi anda yang memiliki anak dengan kebiasaan buruk, mengompol anda tidak perlu menghukum anak anda atau menyalahkannya, hindari menunjukan rasa jengkel, marah ataupun panik. Berikan dukungan anak anda dengan menasehatinya dan memberikan pengarahan sebelum anak anda pergi tidur malam sehingga dapat mengurangi kebiasaan mengompol.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

2.   Jangan mempermalukan anak atau membandingkan anak anda dengan anak lain, bahkan jika anak dapat melalui tidurnya tanpa mengompol, anda dapat memberikan sebuah hadiah atau pujian tentang keberhasilannya untuk mengurangi kebiasaan mengompol, untuk membuat dia lebih termotivasi.

3.   Minta anak Anda untuk mengubah seprai dan pakaian di malam hari, ketika anak sudah mampu melakukannya atau menempatkan tikar karet ditutupi dengan kain di tempat tidur, sehingga anak-anak dapat belajar untuk bertanggung jawab dan mengurangi kebiasaan buruk, mengompol.

4.   Selain itu, pastikan anak Anda buang air kecil sebelum tidur. Dorong anak-anak untuk mengikuti instruksi dari seorang dokter, seperti latihan relaksasi atau pelatihan kandung kemih menahan keluarnya air seni atau latihan modifikasi perilaku. Jika perlu, anda dapat membeli alarm antimengompol yang cocok untuk anak usia lima tahun ke atas. Alarm ini memiliki sensor kelembaban dikenakan langsung pada pakaian dalam. Pada tetes cairan pertama, sebuah bel akan membangunkan anak anda. Secara bertahap anak belajar untuk bangun ketika mereka merasa ingin buang air kecil.

Loading...

Follow us