data-ad-format="auto"

Tips Mencegah Stretch Mark Saat Hamil

Ibu hamil seringkali mengeluhkan rasa gatal dan juga kulit yang meregang kering disertai dengan garis yang muncul pada bagian perut, paha dan area tubuh lainnya. Bahkan sangat sulit hilang meski setelah melahirkan. Hampir setiap ibu hamil mengalami kondisi ini dan sulit dihilangkan. Kondisi seperti ini yang disebut dengan Stretch Mark.

Stretch Mark akan menganggu kecantikan kulit maka tidak heran banyak cara yang dilakukan oleh wanita untuk menghilangkan stretch mark. Ibu hamil sangat rentan terkena stretch mark karena adanya peregangan kulit yang begitu cepat. Meskipun demikian banyak cara yang dilakukan untuk menghilangkan stretch mark. Artikel kali ini akan membahasnya untuk anda, tips menghilangkan stretch mark.

Mengapa terjadi Stretch Mark?

Stretch mark terjadi karena adanya peregangan pada kulit yang berlebihan diakibatkan oleh janin yang semakin membesar, setiap ibu hamil  mengalami kondisi seperti ini meskipun demikian stretch mark dapat pula terjadi pada wanita yang mengalami pertambahan usia yang mengakibatkan elastisitas kulit menjadi berkurang.

Sedangkan pada saat hamil pengaruh dari hormon kehamilan dapat menyimpan lebih banyak lemak yang dapat melindungi janin sehingga terjadilah penumpukan lemak. Perkembangan yang lebih cepat  pada stretch mark terutama pada bagian paha, perut dan buah dada. Meskipun tidak menutup kemungkinan stretch mark dapat muncul pada bagian bokong, paha dan bagian lengan atas.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Stretch mark ditandai dengan warna kulit yang berubah menjadi kemerah-merahan atau ungu bahkan seiring berkembangnya kehamilan maka akan berubah warna menjadi lebih memudar putih atau abu-abu. Pertambahan berat badan pada ibu hamil akan mempengaruhi kondisi stretch mark yang semakin banyak, sehingga sangat penting untuk ibu hamil menjaga kesehatan terutama berat badan ideal selama kehamilan.  

Siapa yang bisa terkena Stretch Marks?

Stretch Marks dapat terjadi pada wanita tanpa mengalami kehamilan, meskipun demikian kebanyakan 90% stretch marks dialami oleh wanita hamil diusia kehamilan enam atau tujuh bulan. Pernyataan bahwa ibu hamil seringkali mengalami stretch marks dipertegas dengan penelitian  yang dilakukan oleh American Academy of Dermatology.

Selain itu stretch mark dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga ibu yang mengalami stretch marks maka anak akan berisiko lebih tinggi mengalami stretch marks. Apabila Anda memiliki kulit yang lebih ringan, Anda akan cenderung untuk mengembangkan merah muda stretch mark. Wanita berkulit gelap cenderung mendapatkan stretch mark yang lebih ringan dari warna kulit mereka.

Bagaimana cara membedakan stretch mark dan selulit?

Kebanyakan wanita menyebutkan gangguan kulit yang berupa adanya guratan kulit pada tubuh selama kehamilan adalah selulit padahal selulit dan stretch mark berbeda. Pada dasarnya stretch mark ditandai dengan gurat-gurat putih yang sering muncul di permukaan dinding perut, lengan, paha, pinggul, bokong dan pada bagian payudara sedangkan selulit merupakan gangguan dengan tekstur menyerupai kulit jeruk yang bergelombang.

Stretch mark timbul karena terjadinya peregangan kulit yang terlalu cepat dan juga berlebihan karena usia kandungan ibu hamil yang semakin membesar. Meskipun demikian tidak semua ibu hamil mengalami stretch mark, beberapa diantaranya tidak mengeluhkan kondisi stretch mark meskipun usia kehamilan semakin bertambah.

Sedangkan selulit tidak hanya terjadi pada ibu hamil akan tetapi dapat terjadi pada wanita yang tidak sedang hamil. Umumnya disebabkan karena pertabahan usia yang menyebabkan elastisitas hormon jadi berkurang. Pada ibu hamil elastisitas hormon akan menyebabkan kulit menyimpan lebih banyak lemak untuk dapat melindungi janin sehingga menyebabkan penumpukan lemak.

Bagaimana cara menghilangkan stretch mark pada ibu hamil?

Ketika ibu hamil akan menyebabkan kulit meregang yang megakibatkan robekan pada lapisan dalam kulit. Pada saat ibu hamil warna yang akan timbul tergantung pada kulit ibu hamil dapat merah atau cokelat. Meskipun pada saat melahirkan akan perlahan berubah warna menjadi putih dan memudah akan tetapi sering kali tidak hilang.

Ibu hamil dapat mengurangi guratan kulit selama kehamilan dengan melakukan beberapa pencegahan stretch mark berikut ini :

1. Makan dengan pola makan yang sehat

Selama kehamilan ibu hamil dituntut untuk menyeimbangkan pola makan. Kandungan gizi yang diperoleh dari makanan harus dapat mencukupi kebutuhan ibu dan janin. Ibu hamil harus terbiasa dengan konsumsi buah dan sayur. Seimbangkan pula dengan lauk-pauk, ikan yang mengandung omega 3 sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Sedangkan untuk perawatan kulit untuk mencegah stretch mark ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan dengan buah, sayur, biji-bijian, sereal dan kacang-kacangan. Kandungan yang terdapat didalam makanan tersebut sangat baik untuk mencegah stretch mark.

2. Perbanyak minum air putih

Air putih dapat membantu ibu hamil untuk terhindar dari dehidrasi selama kehamilan. Ibu hamil seringkali mengalami lelah dan kehilangan kosentrasi dengan minum air putih 8 gelas perhari maka dapat membantu ibu hamil tetap menjaga kesehatan selama kehamilan. Selain itu air putih dapat menjaga kesehatan kulit terutama untuk ibu hamil untuk mencegah terjadinya stretch mark yang seringkali dialami oleh kebanyakan ibu hamil dan susah hilang meskipun sudah melahirkan, Cegah sekarang juga minimal 8 gelas perhari.

3. Berat badan ideal selama kehamilan

Kehamilan identik dengan kenaikan berat badan padahal kenaikan berat badan harus disesuaikan dengan usia kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak dan tidak sesuai dengan usia kehamilan seringkali menimbulkan keluhan pada ibu hamil dan juga berisiko pada janin. Dengan menyeimbangakan asupaan makanan yang bergizi selama kehamilan maka dapat membantu ibu hamil terhindar dari kenaikan berat badan yang berlebih dan juga mengurangi risiko stretch mark. Untuk memahami berat badan ideal sesuai usia kehamilan anda dapat berkonsultasi dengan dokter kehamilan anda.

4. Melakukan latihan fisik ringan

Ibu hamil masih dapat menjaga kebugaran dengan melakukan kegiatab fisik yang aman dan sesuai dengan usia kehamilan pada ibu hamil. Sebagian ibu hamil hanya dibatasi dengan melakukan fisik tertentu karena risiko kehamilan, untuk mengetahui aktifitas fisik yang aman untuk ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter kehamilan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin.

Aktifitas fisik pada ibu hamil dapat berupa senam kehamilan, yoga khusus ibu hamil, jalan-jalan di pagi hari ataupun kegiatan lainnya, Selain bermanfaat untuk kebugaran dapat juga membantu anda mengurangi risiko stretch mark selama kehamilan.

Lengkapi pula dengan mengkonsumsi vitamin E. Vitamin E akan membantu untuk membuat kulit ibu hamil menjadi kencang. Apabila ibu akan mengkonsumsi vitamin E secara oral sebaiknya ibu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Tujuannya agar obat yang ibu konsumsi tidak mempengaruhi tumbuh kembang janin dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu Ibu hamil dapat menggunakan krim ataupun oil yang mengandung vitamin E dan diusapkan lembut pada bagian yang rentan terkena stretch mark.

Loading...

Follow us