Tips Membangun dan Menumbuhkan Jiwa Sportif Pada Anak

Anak anda mungkin harus berurusan dengan lawan dan mengalahkannya dalam pertandingan, namun setelah pertandingan usai, bukan berarti lawannya adalah musuh abad yang harus mereka waspadai. Yakinkan anak-anak, bahwa mereka bisa menerima lawan mereka setelah pertandingan usai. Meskipun teman-teman lainnya mengejek lawan mereka setelah pertandingan, buka berarti anak anda juga harus ikut-ikutan.

Fokuslah Pada Kompetisi Bukan Hasil Akhirnya

Terkadang orangtua akan lebih senang dan berbangga hati ketika anak mereka menjadi juara dalam kompetisi yang mereka ikuti. Sebaliknya, ketika anak kalah, orangtua akan menunjukan kekecewaannya dan bahkan menghakimi anak dengan menilainya tidak becus. Namun, tahukah anda hal ini selain akan membuat anak, juga akan membuat mereka kesulitan menerima kekalahannya dengan lapang dada. Alhasil, menjadi seorang pemenang dalam segala kegiatan akan membentuk mereka menjadi pribadi yang obsesif dan menghalalkan segala cara untuk bisa meraih kemenangan tersebut. Meskipun anak menjadi pemenang, jika kemenangannya tersebut tidak ia dapatkan dengan sportif, lantas apalah makna dari kemenangan itu sendiri.

Memang menjadi kabar gembira menjadi seorang pemenang dalam sebuah kompetisi. Akan tetapi, tidak sebaiknya orangtua memberikan tekanan pada anak untuk menjadi apa yang diharapkan orangtuanya. Alangkah lebih bijak jika orangtua lebih berfokus pada kompetesi dan kerja keras serta usaha yang telah diberikan anak-anak dibandungkan dengan menilai hasil akhirya.

Berikan Anak Pengertian Mengenai Kekalahannya

Sewaktu anak kalah dalam pertandingan yang diikutinya. Hal ini bisa jadi menimbulkan tekanan yang besar dalam dirinya. Jika ditambah dengan ekpresi dan kekecewaan orangtua yang anda tunjukan pada mereka, maka tentu saja tekanan yang ada dipundaknya akan semakin besar. Dengan demikian, ketika anak kalah sebaiknya tidak menunjukan kesedihan, kekecewaan atau bahkan kemarahan anda pada mereka. Sebaliknya, berikan dukungan dan semangat bahwa mereka telah melakukan yang terbaik.

Selain itu, yakinkan pada anak bahwa kekalahan tidak membuat mereka terhina, sebaliknya sewaktu mereka mampu menerima kekalahannya, inilah yang membuat mereka lebih terhormat dan bijaksana.

Ajarkan anak untuk dapat menerima dan memberikan apresiasinya terhadap kemenangan lawan. Kemudian, bantu anak mengevaluasi pertandingannya dan mempelajari kekalahan dan kekurangannya. Hanya dengan begini, jiwa sportifitas mereka akan terbangun dan kesuksesannya akan dapat ia raih dengan cara yang fair.

Mengajarkan dan membangun jiwa sportifitas dalam diri anak-anak perlu sekali ditanamkan sejak mereka masih kecil. Hal ini bukan saja membantu mereka menerima kekalahannya dengan lapang dada. Namun juga membantu mereka meraih kesuksesannya dengan lebih baik serta memacu semangatnya untuk lebih berkibar.

Anak-anak yang sportif tentunya akan melahirkan generasi muda yang lebih menghargai dan mampu menghormati orang lain dan sesamanya dengan lebih baik. Semoga tips ini bermanfaat untuk orangtua dalam mendidik anak guna membangun jiwa spotif dalam dirinya. 

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons