Tips Hebat Bantu Anak Atasi Perceraian Orangtuanya

4.43/5 (7)

Pernikahan dalam keluarga sejatinya adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh sepasang suami dan istri yang saling mencintai dan mengasihi.

Hubungan dan jalinan cinta ini berbuah keluarga dan buah hati yang menjadi bukti cinta dari keduanya. Akan tetapi, kita pun tahu bahwa tidak ada hal yang abadi, begitupun dengan hubungan yang dijalin oleh sepasang suami istri. Ketika tak ada lagi kecocokan dan rasa sayang antara sepasang suami istri dan mereka tak lagi menemukan jalan lain, maka perceraian seringkali dijadikan jalan akhir untuk menyelesaikan masalah diantara keduanya. Perceraian memang diidentikan dengan hal yang tidak baik, ketika sepasang suami istri yang telah memiliki anak dalam keluarga bercerai, maka seluruh keluarga akan merasakan kesedihan yang mendalam, terutama anak-anak.

Ya, dampak terbesar dari perceraian akan mempengaruhi si anak yang tak berdosa. Meskipun perpisahan ini hanya dialami oleh orangtuanya, namun anak akan serta merta merasakan dampaknya. Penyangkalan, kemarahan atau menjadi anak yang berontak merupakan beberapa reksi yang bisa diluapkan anak sebagai bagian dari ungkapan kekecewaannya terhadap perceraian kedua orangtuanya. Akan tetapi, disatu sisi anda dan pasangan sudah tak lagi menemukan kecocokan sehingga jalan yang dianggap terbaik untuk mengatasi masalah dalam rumah tangga adalah dengan perpisahan bersama dengan pasangan. Nah, disinilah harus ada peran yang bisa membantu si anak agar mereka bisa menghadapi dan mengatasi kondisi terburuk dalam kehidupannya.

bantu anak atasi perceraian

Kita tentu paham betul, jika mental dan psikis anak yang masih begitu kecil belum siap untuk dihadapkan pada masalah yang sebesar ini. Belum lagi, perkembangan mereka akan terganggu, terutama perkembangannya dilingkungan masyarakat. Anak-anak yang lahir dari korban perceraian akan kesulitan untuk bisa terbuka dan bergaul dengan lingkungannya. Selain itu, mereka akan terus-terusan dibendungi dengan pertanyaan sewaktu melihat teman-temannya yang masih memiliki orangtua yang lengkap. Misalkan, ketika perceraian terjadi sebelum anak memasuki usia sekolah dan tiba saatnya untuk mereka pergi ke sekolah untuk pertama kalinya, mereka akan melihat jika teman-teman yang lainnya pergi bersama dengan ayah dan ibu mereka, sementara anak anda hanya bertemankan orangtua tunggal atau bahkan karena kesibukkan anda dalam bekerja anda lantas tak bisa membagi waktu dan melewatkan mengantar si kecil ke sekolah. Hal ini tentu saja, akan membuat kekecewaa mereka semakin besar. Pada akhirnya, mereka akan enggan pergi ke sekolah atau memberontak pada anda karena kenyataan pahit yang harus diterima si anak.

Nah, sebagai orangtua kita tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan. Perpisahan dengan pasangan tidak harus membuat anak terus-terusan menjadi korban. Sebagaimana mengutip dari pendapat para ahli,  bahwa sebenarnya terdapat banyak usaha dan strategi pedekatan yag bisa dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anak yang menjadi korban perceraian. Pendekatan ini tentunya dilakukan agar sebisa mungkin anak bisa menerima arti perpisahan yang dilakukan oleh orangtuanya dan menyembuhkan kekecewaan bahkan luka dalam hatinya.

Nah, berikut ini ada beberapa strategi pendekatan yang bisa dilakukan pada anak-anak yang menjadi korban perceraian agar bisa menerima perceraian kedua orangtuanya sebagai bentuk membantu anak-anak mengatasi dampak perceraian serta menghindari lahirnya anak-anak dengan mental yang berontak dan berwatak keras.

1. Jelaskan dengan Terbuka dan Penuh Kejujuran

Ketika perpisahan terjadi sewaktu anak-anak masih begitu kecil, mungkin terlalu dini rasanya untuk membuat mereka memahami makna perpisahan yang kita lakukan dengan pasangan. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, anak akan tumbuh dewasa dan mulai sedikitnya bisa memahami apa yang terjadi di sekitar mereka. Untuk itulah, persiapkan diri anda dan buatlah perencanaan tentang bagaimana berlatih menyampaikan pada anak akan perpisahan anda dengan pasangan.

Nah, ketika anak sudah mulai beranjak besar, anda bisa menjelaskan pada mereka akan perpisahan anda serta bagaimana perceraian tersebut akan mempengaruhi hidup mereka selanjutnya. Para ahli menjelaskan, bahwa cara terbaik untuk menjelaskan sebuah masalah pada anak-anak termasuk masalah perceraian adalah dengan menyampaikan secara halus dan dijelaskan secara terbuka dengan penuh kejujuran.

Disadari atau tidak, anak-anak yang sudah mulai beranjak besar akan belajar dan menganalisa bahwa dampak perceraian akan membuat kehidupan mereka berbeda dengan anak lainnya. Untuk itulah, sebisa mungkin upayakan bahwa anak mengerti maksud dan alasan sebenarnya mengapa anda memilih berpisah sebagai jalan terakhir. Ketika anak mendapatkan alasan yang logis, maka setidaknya mereka bisa mempersiapkan diri dan mentalnya ketika dampak terburuk perceraian mereka alami.

2. Mintalah Pertolongan Kerabat atau Anggota Keluarga Untuk Mengawasi Anak-Anak

Sebagai orangtua tunggal yang mendidik dan menjaga anak-anak seorang diri tanpa bantuan dari pasangan setiap waktunya.  Anda mungkin akan sedikit kerepotan, apalagi ketika anda adalah seorang pekerja yang sibuk. Mungkin sedikit sulit bagi anda untuk bisa menyisihkan waktu untuk bisa mengasuh dan mengawasi anak-anak dengan sepenuhnya. Untuk itu, tidak ada salahnya meminta bantuan kerabat atau anggota keluarga anda yang kira-kira memiliki waktu luang seperti misalkan adik anda yang masih kuliah atau orangtua anda.

Hanya saja, tentunya anda bisa mempertimbangkan segala hal, ketika anda meminta bantuan orangtua anda seperti halnya ibu, sebaiknya mintalah pada waktu yang tepat, jangan sampai anda meminta ibu anda ketika ia memiliki urusan dirumah. Begitupun dengan adik anda, jangan sampai karena anda memintanya untuk menjaga si kecil, lantas mengganggu waktu kuliahnya. Usahakan sebisa mungkin agar baik keluarga maupun kerabat anda tidak merasa terganggu atau keberatan dititipi si kecil.

3. Buat Anak Tetap Merasa Sibuk

Cara terbaik untuk menjauhkan si kecil dari trauma atau kecemasan akibat perceraian adalah dengan membuat mereka tetap merasa sibuk. Dengan semakin banyak kegiatan atau hal yang mereka alami dalam kehidupannya, perhatian mereka akan teralihkan pada kegiatan yang menyita perhatiannya. Dengan begini anak-anak akan perlahan mulai melupakan kesedihan dan kekecewaannya. Untuk itu, selepas perceraian dengan pasangan, pastikan jika anda tidak hanya membiarkan si kecil sendiri dan merasakan kesepian dengan mengurungnya dikamar. Sebaliknya, ajaklah mereka untuk berlibur atau menemani anda pergi ke mall. Dengan begini, anak-anak akan merasa senang dan terhindari dari trauma yang mungkin mereka rasakan.

4. Kembalikan Atau Pulihkan Keadaan Pada Kondisi yang Normal

Selama proses perceraian mungkin ada banyak hal atau kegiatan yang biasanya sering dilakukan dalam keluarga dan tiba-tiba kegiatan ini menghilang atau dilupakan akibat perhatian anda dan pasanagn terfokus pada proses perpisahan. Namun tanpa kita sadari, hal tersebut akan semakin membuat anak merasa ditinggalkan dan kesepian.

Namun tidak, jika anda mampu membalikan keadaan pada kondisi yang normal dan melanjutkan rutinitas bersama dengan si kecil seolah tak terjadi apa-apa. Dengan begini anak-anak tidak akan terpengaruhi terlalu mendalam dan membuat mereka merasa sedih. Untuk itu, upayakan segala hal agar anda bisa memulihkan kondisi ini pada kondisi yang normal agar si kecil tidak terus-terusan terbebani dengan masalah kedua orangtuanya.

5. Tetaplah Jalin Hubungan

Setelah proses perpisahan dengan pasangan, hak asuh anak-anak biasanya akan dimiliki salah satu pihak. Dimana ketika hak asuh ini jatuh pada suami, maka istri akan memiliki batas untuk bisa bertemu dan berjumpa dengan si kecil, begitupun sebaliknya. Nah, hal inilah yang akan membuat salah satu pihak yang tidak memiliki hak asuh pada anak akan semakin kesulitan untuk bisa menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan si kecil.

Pada akhirnya, perhatian dan kasih sayang pihak tersebut (pasangan yang tidak mendapatkan hak asuh) akan semakin berkurang. Alhasil, dampaknya akan dirasakan kembali oleh si kecil yang merindukan sosok tersebut. Nah, disinilah orangtuanya yang memiliki hak asuh terhadap anak sudah sepatutnya mendorong hubungan anak dengan mantan pasangan anda, karena bagaimanapun ia adalah orangtuanya sendiri.

Dampak perceraian terbesar dari sepasang suami istiri akan dirasakan oleh anak. Anak-anak yang menjadi korban perceraian bukan tidak mungkin akan melahirkan anak-anak yang pemberontak, murung dan bahkan pembangkang. Nah untuk itu, membantu anak menghadapi dan mengatasi dampak perceraian orangtunya diharapkan mampu menghindari lahirnya karakter diatas pada anak.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel