data-ad-format="auto"

Tips Berbuka Puasa yang Sehat Untuk Ibu Menyusui

Banyak yang memperdebatkan bahwa berpuasa saat ibu menyusui tidak dianjurkan karena akan mengakibatkan nutrisi berupa sari makanan untuk bayi terganggu. Meskipun demikian tidak sedikit yang melakukan puasa wajib di bulan ramadhan meskipun sedang menyusui. Pada saat menyusui nutrisi yang dibutuhan bayi memang sangat tergantung pada asupan makanan anda, akan tetapi untuk usia bayi yang sudah diberikan makanan pendamping asi, maka tidak perlu cemas karena nutrisi tercukupi. Lantas apakah boleh ibu menyusui berpuasa?

 

Dalam agama islam, ibu yang sedang hamil dan menyusui diberikan pengecualian sehingga diperbolehkan tidak berpuasa apabila mengakibatkan kondisi kesehatan janin atau bayi terganggu. Bagi anda yang memberikan asi ekslusif selama 6 bulan tidak dianjurkan untuk berpuasa dahulu, secara medis hal ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sangat tergantung pada pemberian ASI.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Selama puasa anda tidak memberikan asupan kurang lebih selama 14 jam bagi anda yang sedang menyusui asupan kalori menjadi lebih banyak karena dengan menyusui berarti nutrisi anda terbagi untuk kesehatan anda dan juga untuk bayi. Pada saat menyusui anda membutuhkan 2800-3000 kkal dengan gizi yang seimbang. Ketika kondisi anda sehat dan bayi masih diberikan asi (lebih dari 6 bulan) maka anda bisa berpuasa. Perhatikan gizi seimbang selama berpuasa, apalagi ketika waktu berbuka dan sahur.

Berikut tips untuk anda yang sedang menjalankan ibadah puasa ketika sedang menyusui :

1.  Tiga kali makan dalam sehari

Mungkin anda terheran heran bagaimana bisa menjaga tiga kali makan dalam sehari padahal sedang berpuasa. Ketika sahur, berbuka dan sehabis pulang solat tarawih bisa menjadi waktu untuk anda menambah asupan nutrisi. Meskipun anda berpuasa akan tetapi bisa menjaga kualitas asi dengan memperhatikan asupan gizi  ketika berbuka .Perhatikan karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak (dalam jumlah sedikit).

2.  Banyak Minum

Awali berbuka anda dengan minum satu gelas air putih/mineral. Air mineral bisa langsung diterima oleh perut anda yang kosong sepanjang hari sehingga tidak mengakibatkan efek samping. Anda dapat mengkonsumsi jus rumahan yang anda produksi sendiri untuk menambah energi dan vitamin.

3.  Ambil Kurma

Kurma menjadi pilihan tepat anda saat berbuka. Kandungan pemanis yang alami akan segera memberikan tenaga untuk anda selain itu kandungan elektrolit yang terkandung di dalam kurma mampu menyeimbangkan kembali kandungan air di dalam tubuh anda. Serat yang terkandungnya sangat dibutuhkan tubuh ketika berbuka.

4.  Buatlah persedian Asi

Ketika anda memutuskan untuk berpuasa maka anda harus mempertimbangkan asupan nutrisi sehingga mencukupi kebutuhan gizi bayi anda. Meskipun asi tidak akan berkurang ketika anda berpuasa akan tetapi kualitas asi mungkin saja berbeda, kualitas asi ditentukan oleh asupan makanan anda. Sehingga anda dapat membuat persedian susu pagi hingga sore untuk bayi anda. Malam hari adalah waktu yang tepat untuk anda memompa asi. Pada saat berbuka anda dapat menyusui secara langsung.

5.  Hindari makanan dengan rasa tajam

Makanan dengan rasa pedas selain membuat kesehatan perut anda terganggu hal ini mempengaruhi bayi anda karena secara tidak langsung dikonsumsi oleh bayi melalui air susu. Hindari terlebih dahulu mengkonsumsi buah-buahan dengan kandungan alkohol seperti duren dan nangka yang dapat membuat perut kembung.

Loading...

Follow us