Tips Ajarkan Anak Respon Terhadap Sikap dan Perilaku Bullying

Salah satunya dengan hadirnya acara hiburan di televisi maupun internet, seperti sinetron, film dan lain sebagainya. Meskipun, acara-acara tersebut hadir dengan maksud untuk menyuguhkan tontonan yang menghibur, pada kenyataannya hal ini membuat masyarakat saat ini tak terkecuali anak-anak meniru dan mengadaptasi apa yang mereka lihat dari televisi dan internet.

Adegan-adegan yang ada diprogram televisi saat ini tidak sedikit yang mempertontonkan adegan yang kurang mendidik, salah satunya adalah adegan bullying dimana ini sering terjadi dalam kasus seorang anak yang diperlakukan tidak baik oleh kawan-kawannya. Meskipun, adegan tersebut tidak dibuat dengan nyata dan merupakan arahan dari sang sutradara, pada kenyataannya masyarakat belum mampu mencermati betul apa yang mereka lihat. Sebaliknya, hal tersebut dijadikannya sebagai contoh dan motif untuk melakukan hal yang serupa. Imbasnya adalah tindakan masyarakat yang tidak baik yang bisa mereka lakukan.

tips ajarkan anak merespon buli

Hal ini juga yang menjadi kekhawatiran banyak orangtua. Anak-anak dalam lingkungan modern saat terancam dengan adanya bullying atau penindasan dari teman-teman sebayanya. Hal ini tentu saja akan menjadi mimpi buruk semua orangtua, anak-anak yang kita cintai dan selalu kita sayangi bisa bukan tidak mungkin menjadi korban penindasan teman-temannya di sekolah.

Perilaku bullying pada anak-anak biasanya terjadi karena dipengaruhi oleh karakter si anak. Praktek bullying umumnya banyak dilakukan anak-anak yang populer dan aktif di sekolah pada anak-anak yang cenderung pendiam atau pintar disekolahnya. Tentu bukan salah anak-anak jika hal ini terjadi, sebab sebagai orangtua kita pun tidak memiliki keinginan dan pilihan akan seperti apa anak-anak ketika mereka berada di lingkungan sosialnya. Akan tetapi, menjadi tanggung jawab kita untuk terus melindungi dan menjaga anak-anak dari segala macam bahaya dan tekanan yang mungkin terjadi padanya, termasuk tekanan yang ia dapatkan dari praktek bullying yang ia dapatkan dari teman-temannya.

Sebagai orangtua, tentunya tidak bijak jika kita menyikapi tindakan bullying yang terjadi pada anak-anak dengan berlaku semena-mena pada di tukang bully atau mungkin setiap hari mengawal anak ke sekolah untuk memastikan si buah hati tidak diganggu teman-temannya. Untuk itulah, kita perlu melakukan segala tindakan yang memungkinkan anak bisa memberikan respon yang tepat pada perilaku bullying yang mereka dapatkan, sehingga hal tersebut bisa dihindari. Nah, berikut ini ada beberapa tips dan hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengajarkan anak-anak kita bagaimana memberikan respon yang tepat terhadap bullying. Simak berikut ini.

Ajarkan Gestur dan Bahasa Tubuh Pada Si Kecil

Seperti yang dikatakan diatas bahwa perilaku bullying bisa mungkin terjadi bisa dipengaruhi oleh factor karakter si anak yang pendiam atau terlihat lemah dengan penampilan yang tidak tegap dan nada bicara yang seringkali tidak terdengar sewaktu mereka berbicara. Untuk itulah, hal ini akan semakin mungkin membuat mereka menjadi target bully oleh teman-temanya.

Nah, untuk menghindar hal ini, maka ajarkan anak untuk memperhatikan gestur dan bahasa tubuhnya untuk mengatasi sikap bullying yang mungkin mereka hadapi. Ajarkan anak-anak untuk berdiri yang tegap dan tidak mudah menangis. Semakin mereka mudah menangis dan merengek saat diberikan tekanan, maka akan semakin membuat teman-temannya yang melakukan bully akan semaki menjadi.

Selain itu, ajarkan pula anak-anak untuk berbicara lantang menghadapi tekanan yang diberikan teman-temannya. Bicaralah yang tegas dan minta teman-teman mereka untuk bisa menghargainya karena tujuan mereka bersekolah adalah untuk belajar bukan berkompetisi dengan hal-hal yang tidak diperlukan. Ketika kondisi anak sudah terdesak dengan tekanan yang diberikan oleh teman-temannya, sebaiknya ajarkan anak untuk lebih baik pergi menjauh jika ada indikasi yang mengarah pada pengeroyokan.

Ajarkan Anak Untuk Tidak Menunjukan Rasa Takut dan Kesalnya

Tindakan bully biasanya datang dengan tekanan yang bertahap, dimana si tukang bully umumnya akan membuat masalah yang bisa memancing korbannya untuk kesal dan marah atau bahkan sampai mereka menujukan rasa takutnya. Ketika teman-temannya bergunjing atau membicarakan kejelekan si anak dan memberikan tekanan mental pada si kecil, maka mintalah anak-anak untuk tetap tenang dan tidak menunjukan kekesalannya. Mintalah mereka untuk tidak mendengarkan dan mengganggap celaan yang diberikan oleh teman-temannya.

Kombinasi yang baik antara bahasa tubuh dan rasa percaya diri yang tegap serta sikap yang tenang adalah perilaku yang tepat untuk menghentikan bullying. Tersenyum yang ditunjukan pada si pengganggu akan menunjukan bahwa anak anda adalah tipe yang kuat yang tidak terpengaruh dengan sikap bullying yang diberikan oleh teman-temannya.

Ajarkan Anak Untuk Berlatih Skenario Sewaktu Mereka Diganggu Oleh Teman-Temannya

Mengajarkan anak untuk bersabar saja tidak akan cukup membuat mental mereka kuat dan menghentikan perilaku bullying yang mereka dapatkan. Anak-anak juga perlu dibekali dengan pelajaran bagaimana memberikan respon dan tindakan sewaktu diriya diejek oleh teman-temannya.

Perilaku berdiam diri pada anak-anak sewaktu mereka diejek, malah akan semakin membuat ejekan yang mereka dapatkan semakin menjadi. Untuk itulah, dalam hal ini kita perlu memberikan anak-anak skenario respon sewaktu mereka diejek.

Dalam latihan ini, orangtua dapat berperan sebagai si pengganggu dan anak-anak adalah korbannya. Ketika si pengganggu mulai mengejek seperti misalkan:

Si pengganggu: “Kamu jelek” Anak: “Mungkin” (lebih baik dilakukan sambil berjalan dan berlalu atau mengabaikan mereka)

Si pengganggu: “Kamu Bodoh”

Anak: “Apakah kamu benar-benar percaya itu?”

Nah, jika dalam kasus ini si pengganggu berkata “Ya”, maka anak bisa memberikan respon dengan mengatakan “Terserahlah, kamu bisa mempercayai apa yang kamu suka”. Inilah yang disebut dengan tekhnik fogging untuk membalikan keadaan pada si pengganggu bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan mempengaruhi mental si kecil. Dengan begini si pengganggu akan merasa tidak diberikan respon dan malah akan kesal dan meninggalkan anak-anak anda.

Memberikan pelajaran pada anak-anak untuk memberikan respon pada tindakan bullying yang mungkin mereka hadapi adalah hal yang penting untuk mengantisipasi tindakan bullying yang lebih parah lagi. Semoga tips diatas bisa bermanfaat untuk ibu semua.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel