Sungguh Sedih, Anak Ini Bertahan Hidup dengan Perut yang Membesar

Anak ini harus bertahan hidup dengan kondisi tubuh kuning dan perut yang semakin membesar. Sungguh mengharukan kisah yang ia alami, neuroblastoma yang membuatnya harus berjuang melawan kondisinya.

Baru-baru ini, anak lelaki yang baru berusia 7 tahun dinyatakan terkena kondisi yang mengharukan. Sebelum ia mengalami kecelakaan, tumbuh kembangnya seperti anak seusianya. Hanya saja pada suatu hari, anak yang bernama Furqon ini terjatuh dari sepedanya dan mengalami luka yanng cukup serius di area perut.

Kecelakaan yang dialaminya ini membuat dia mengalami demam dan kesulitan buang air besar. Bahkan beberapa kali ia harus menjalani pengobatan ke puskesmas. Hanya saja setelah melakukan pengobatan, ia tidak lekas sembuh. Bahkan semakin hari kondisinya semakin mengharukan, ia justru menjadi kurus dan warna kulitnya berubah kekuningan.

hh

Tidak berselang beberapa lama, ia harus terus menjalani pengobatan bahkan kondisinya semakin diperparah dengan perut yang semakin membesar. Orang tua tidak pernah curiga dengan yang dialammi oleh Furqon. Ia hanya mengira bahwa anaknya salah makan. Bahkan Furqon sempat menjalankan perawatan di beberapa rumah sakit.

Ibu Furqon, Suroha beberapa kali mengantarkan ia ke rumah sakit. Bahkan kini ia tengah menjalankan perawatan medis di rumah singgah pasien kanker anak, Rumah Anyo, Jakarta Barat. Sebelumnya Furqon pernah menjalankan perawatan di rumah sakit. Hanya saja belum ada kepastian medis yang dapat mengetahui apa yang dialami oleh Furqon.

Dokter dari beberapa rumah sakit hanya mengatakan bahwa yang dialami oleh Furqon hanya bengkak, liver dan ginjal yang bermasalah. Akhirnya setelah dua tahun akhirnya diketahui diagnosis yang dialami oleh Furqon. Furqon mengidap kanker meskipun belum diketahui jenis kanker yang dialami oleh Furqon.

Upaya pengobatan terus dilakukan oleh keluarga, salah satunya menggunakan jasa rumah sakit swasta. Rumah sakit tersebut tidak menerima BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), pihak rumah sakit meminta tindakan operasi. Pihak keluarg sangat bingung dengan biaya sehingga mau tidak mau akhirnya menjual rumah untuk operasi.

Setelah dilakukan operasi, Furqon menjalankan operasi selama dua bulan. Hanya saja disayangkan, kondisi fisiknya semakin memburuk, ia mengalami pendarahan di hidung, mata dan mulut. Bahkan pada bekas opeasinya sekalipun mengalami pendarahan yang cukup serius. Bahkan Furqon seringkali kesakitan dan menjerit-jerit.

Ibunya tetap sabar merawat Furqon, ia mengatakan bahwa ini merupakan ujian yang Allah berikan. Sehingga ia menerima dengan ikhlas walaupun perasaan ibunya sangat kacau mengetahui kondisi anaknya yang belum membaik. Ia harus tetap memberikan yang terbaik sehigga akhirnya Furqon di rujuk ke rumah sakit untuk dicari tahu kondisi yang dialami oleh Furqon.

Setelah di rujuk ke rumah sakit Dharmais, akhirnya Furqon diketahui mengidap kanker saraf. Kondisi ini yang membuat wajah Furqon bengkak, ibunya kini tengah berusaha untuk sabar dan ikhlas untuk tetap memberikan yang terbaik pada anaknya. Ibunya berkata “ Penyakit merupakan rezeki, biar Tuhan yang mengatur usia.” Itu katanya.

Sekilas mengenai neuroblastoma yang dialami oleh Furqon, kondisi kanker yang terjadi pada sistem saraf, umumnya dialami oleh anak-anak. Bahkan kanker ini bersumber dari jaringan saraf yang mengatur fungsi tubuh, sehingga berpengaruh pada bagian organ vital, seperti jantung. Bahkan 75% yang mengalami kanker ini dibawah usia 5 tahun. Hanya saja untuk mengetahui penyebabnya belum diketahui secara pasti, hanya faktor keturunan yang ikut berperan dalam pembentukan sel-sel tumor.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply