68 Jam Terkubur Reruntuhan, Bayi Selamat

Seorang bayi berusia 16 bulan berhasil diselamatkan dari balik reruntuhan bangunan di kota Port-au-Prince, Haiti. Bayi itu selamat setelah 68 jam terkubur reruntuhan bangunan akibat gempa yang mengguncang kota itu.

Bayi itu dikeluarkan oleh seorang kru televisi asal Australia yang tengah meliput pencarian korban gempa di Haiti pada Jumat, 15 Januari 2010, waktu setempat. Kondisi bayi itu sehat, dengan hanya luka gores di beberapa bagian kulit. Bayi itu tergolek di dekat tubuh orangtuanya yang sudah tak bernyawa lagi.

{readmore}

Setelah berhasil dikeluarkan dari balik reruntuhan, bayi langsung didekap sang paman, Frantz Tilin. "Saya akan menganggapnya sebagai anak saya, karena anak saya meninggal," ujar Frantz. Dalam gempa dahsyat itu, istri Franz yang tengah hamil tua meninggal dunia. Hingga kini, ribuan orang diduga masih terperangkap di balik reruntuhan bangunan. Memasuki hari keempat, peluang penyelamatan korban hidup pun semakin tipis. "Dalam kondisi seperti ini korban akan sulit bertahan tanpa minum selama empat hari," kata dokter Michael VanRooyen.

Gempa sekuat 7 Skala Richter mengguncang Haiti pada Selasa, 12 Januari 2010 sore waktu setempat atau Rabu, 13 Januari 2010 dini hari waktu Indonesia Barat. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa di Haiti kali ini berpusat di 18,45 derajat lintang utara dan 72,44 bujur barat atau berjarak 15 km barat daya Ibukota Port-au-Prince. Palang Merah Internasional memperkirakan jumlah korban tewas antara 45.000 hingga 50.000 jiwa.

(Sumber: Vivanews.com)

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Loading...

Follow us